BATU BOGOWONTO PATING PENTELOS

0
306

Oleh : Muh Khoirudin

Purworejo: Sadis memang kalau kita katakan “Kering Kerontang”. Ya, tapi itulah kondisi yang terjadi saat ini di negeri kita. Jangankan untuk mengairi tanah pesawahan, untuk minum saja kita susah mendapatkan air. Pranata mangsa orang Jawa menyebutnya, akhir –akhir ini sudah sulit dipegang pakemnya. Alam sudah berbeda, menjadi sulit untuk diprediksi. Manusia semakin tidak peduli dengan alam sekitar, sehingga iklim regional maupun global semakin membingungkan. Jika kita semata-mata hanya menyalahkan cuaca dengan ketidak pastian, seharusnya kita lebih bisa untuk instropeksi diri lagi.

Sore itu saya sempat heran, ketika melihat sungai Bogowonto dengan kondisi memprihatinkan. Kering, hanya ada beberapa air menggenang dan bebatuan yang porak-poranda. Bermaksud untuk menenangkan pikiran melihat nuansa alam, kandaslah sudah. Harapan saya sepertinya tinggal angan belaka, dan mengabur begitu saja. Teringat dulu ketika masih duduk di bangku SMP, musim kemarau Bogowonto airnya sangat jernih. Aliran airnya masih cukup deras, dan suaranya gemericik terdengar jelas. Sebentar menghelakan nafas, dan kini saya hanya bisa melihat kecebong yang sedang bermain petak umpet dalam sela bebatuan di cekodakan.

Baca Juga  Pemimpin Bukan Pemimpi

Batu Bogowonto

Kembali saya berjalan, berharap dapat menemukan kedamaian sungai Bogowonto era dulu. Namun sepertinya semua memang hanya tinggal kenangan. Bagian sungai yang paling dalam atau sering disebut kedung kini sudah menjadi dangkal. Bebatuan di dasar kedung yang dulu tidak dapat terlihat, kini pating pentelos (terlihat jelas). Saya berfikir sejenak, dan muncul pertanyaan. Kemana ikan-ikan penghuni sungai ini berada, apakah mereka sudah hijrah ke laut. Rasanya tidak mungkin ikan air tawar sanggup bertahan di air asin, tapi sudahlah saya memang tak tau rimbanya.

Baca Juga  LGBT dari Dimensi Sosial

Sungai yang berhulu di Kabupaten Wonosobo dan berhilir di Kabupaten Purworejo ini layaknya sudah harus menjadi perhatian kita semua. Sungai Bogowonto mempunyai sejarah bagi Kota Purworejo dan keeksotisan sungai ini juga luar biasa. Sangat disayangkan jika nanti harus tergeser peradabannya oleh para eksekutor. Sore itu saya pulang tidak dengan rasa kecewa, karena gerombolan kecebong yang tadi saya jumpai masih dapat tersenyum. Semoga kita dapat terus menjaga alam ini, niscaya alam akan selalu ramah dengan kita.

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here