JAMAAH MAIYAH PURWOREJO

0
290

Oleh: Ilhan Erda

Komunitas adalah sebuah media untuk menyatukan suara, ide dan memperjuangkan kesemuanya itu menjadi satu harapan atau satu goal bersama. Sahabat Reviens, kali ini aku akan bercerita tentang satu komunitas, atau sekumpulan teman-teman kita dari Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Ini adalah sebuah forum diskusi atau thin thank, dimana acuannya adalah sama dan hampir mirip seperti di Macopat Syafaat di Yogyakarta, Padhang Bulan di Jombang, Gambang Syafaat di Semarang, Bangbang Wetan di Surabaya, Kenduri Cinta di Jakarta, Juguran Syafaat di Purwokerto dan akan menyusul banyak kota lainnya se Indonesia. Seperti terlihat di kupasan komunitas sekarang ini.

Forum Diskusi Bulanan, Jamaah Maiyah Purworejo ini atau biasa disapa Forum Wolulasan digulirkan saban (setiap) bulannya di tanggal terakhir, berlokasi di Rumah Budaya Sibak. Forum ini dimotori oleh 5 sekawan yakni Cak Luk, Alvin Zidny, Naufa, Anjar Duta, dan Imam. Di dalam forum ini, semua identitas yang melekat seperti anak seorang Bupati, peloper koran, pembuat martabak, PNS, mahasiswa semuanya dilepaskan. Mereka duduk bersama dan mengupas, membahas secara dalam sesuatu, serta dari berbagai macam sudut pandang, methoda dan tidak ada keputusan salah benar.

Baca Juga  For Jazz Appreciation Month: Jazz Artists Who Got Their Glasses On

JAMAAH MAIYAH PURWOREJO

Ini tentunya sangat koheren dan bisa difahami seperti ini karena secara harfiah sendiri, atau secara teori, maiyah berasal dari kata ma’a, yang artinya bersama, beserta Ma’iyyatullaah, kebersamaan dengan Allah. Ma’iyyyah itu kebersamaan, Ma’anaa bersama kita. Ma’iya, bersamaku. Lantas kata-kata dan bunyi Arab itu ‘kesandung’ oleh lidah etnik, aksen kita menjadi Maiya, atau Maiyah, atau Maiyahan.

Sedang dikutip dari Wikipedia, makna Maiyah sendiri adalah kebersamaan. Pertama, melakukan apa saja bersama Allah. Kedua, bersama siapa saja mau bersama. Maiyah bisa berarti komitmen nasionalisme, kedewasaan heterogenisme, kearifan pluralisme, dan tidak ada kesenjangan ekonomi. Ada lagi pendapat yang menyatakan bahwa Maiyah sendiri secara “kata” muncul dari untaian hikmah yang disampaikan oleh Ustadz Wijayanto, MA, dengan menyebut beberapa kalimat : “Inna ma’iya rabbi”, menirukan Musa AS. Untuk meyakinkan ummatnya bahwa Allah ada bersamanya. “La takhaf wa la tahzan, Innallaha ma’ana”, Jangan takut jangan sedih, Allah bersama kita. Tutur Muhammad SAW, tatkala dikejar-kejar oleh pasukan musuh, untuk menghibur dan memelihara iman Abu Bakar.

JAMAAH MAIYAH PURWOREJO
Pudji Asmanto sendiri menyimpulkan, Maiyah itu adalah kita sebagai manusia, belajar menjadi penduduk surga, bersama-sama menghadirkan surga di Dunia. Diyakini surga di akhirat sana adalah tempat tinggal makhluk-makhluk pilihan Allah yang sudah barang tentu adalah yang telah “teruji” keimanannya. Di Surga sana sudah tidak lagi ditemui apa yg kita sebut penyakit hati diantara penghuninya, tidak ada iri, dengki, sombong, tamak, egois, “kuasa”, dan apapun itu yang merupakan wujud sifat syetan. Nah maiyah itu ya belajar menjadi penduduk surga, bersama-sama hidup harmonis dalam keberagaman, meminimalisir penyakit hati dalam persinggungannya berinteraksi dengan sesama mahkluk ciptaan Allah di dunia.

Baca Juga  Gempa 6 SR Guncang Mandailing Natal

Nah, sekumpulan anak-anak muda yang tergabung dalam Jamaah Maiyah Purworejo telah memulai langkah awal dengan secara bergulir dan rutin mengadakan kajian seperti ini.Walau kondisi seperti apapun, bahkan pernah berlangsung hanya 3-4 orang dan puncaknya pada peringatan Forum Maiyah ini yang ke empat yang diadakan di beranda Pendhopo Kab Purworejo, dengan narasumber tamu nya adalah grup band Letto, dengan Sabrang atau Noey sebagai pengisi pamungkasnya, ditemani oleh Bupati, teman-teman komunitas musik, seni dan anggota Forum Maiyah atau Wolulasan itu sendiri.

Comments

SHARE
Previous articleTAMAN MARGASATWA RAGUNAN MASIH MINIM SARANA PRASARANA
Next articleDAHSYAT, HARI INI EMAS TURUN SEPULUH RIBU
Tiada hari tanpa inspirasi”.Jadi pemuda haruslah menginspirasi,unik dan bisa berkarya.Jangan standart dan kebanyakan saja.Ini yang jadi pijakan pemuda kelahiran Purworejo 30 Jully lalu.Menulis,jalan-jalan,diskusi adalah minatnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here