Suara Emas Burung Kutilang di Balik Label Perusak

0
847
Burung kutilang di sangkar (reviensmedia.com/udin)

Oleh: Muh Khoirudin

Nusantara – Kicau Mania, itulah sebutan para penghobi burung seantero Indonesia. Tidak dapat dipungkiri bahwa kicauan burung yang merdu membuat setiap orang ingin menikmatinya, termasuk saya salah satunya. Kegemaran memelihara burung kicau dewasa ini semakin meningkat. Ditunjukkan dengan munculnya tempat-tempat Latihan Bersama atau LATBER sebagai ajang uji coba, yang nantinya akan diikut sertakan ke arah lomba.

Pada kesempatan ini, saya tidak akan membahas burung-burung tren yang merajai kancah perlombaan. Di sini saya akan lebih sepesifik memvisualkan burung pintar yang kerap kali justru dijuluki sebagai burung perusak. Fenomena yang terjadi saat ini, burung kutilang identik dengan burung perusak. Mengenaskan memang, label ini harus melekat pada burung tersebut. Sepengetahuan saya, burung kutilang adalah burung yang cerdas. Jika kita memelihara dari piyikan (anakan) dan memasternya, burung kutilang dapat menirukan suara burung seperti yang kita inginkan. Kicauan burung kutilang yang asli akan hilang jika kita rajin melatih burung tersebut dengan kicauan burung lainnya. Kondisi burung kutilang yang murni master tersebut tidak akan merusak, bahkan kicauannya begitu mengagumkan.

Ketika itu saya menemukan piyikan burung kutilang berjumlah tiga ekor, sarangnya berada pada ranting pohon jati. Karena menarik perhatian saya, akhirnya piyikan kutilang tersebut saya bawa pulang. Sempat khawatir memang dengan keselamatan burung yang masih piyik, namun ternyata burung kutilang mudah perawatannya. Cukup dengan memberikan pur basah (pur yang dicampur air), burung ini dapat bertahan hidup hingga dewasa. Untuk menjaga daya tahan tubuhnya dibutuhkan ekstra fooding berupa belalang dan ulat hongkong. Selain menjaga daya tahan tubuh burung, ekstra fooding juga dapat merangsang burung untuk lebih cepat berkicau.

Baca Juga  Perut Hitam Pasca Melahirkan? Gampang kok
KUTILANG
Burung Kutilang

Kurang lebih umur burung kutilang dua bulan, saya mulai memasternya dengan suara burung murai batu, kacer, anis cendana dan prenjak. Butuh kesabaran dan ketlatenan untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam memaster burung tersebut. Walaupun tidak sepenuhnya terekam, perlahan-lahan burung kutilang saya mulai dapat menirukan satu persatu suara masternya. Kadang menirukan di bagian awalnya saja, terkadang juga bagian tengah atau akhir. Tidak mudah memang untuk dapat menirukan utuh satu kicauan, namun kesabaran saya waktu itu terbayar lunas ketika burung kutilang saya dapat berkicau rapi dan merdu menirukan suara masternya pada umur kurang lebih enam bulan. Burung kutilang saya berkicau runtut teratur serta enerjik sambil mengepakkan sayapnya, atau istilahnya nggaruda. Yang membanggakan lagi, burung kutilang saya dengan nggarudanya selalu menyambut saya ketika pulang ke rumah.

Baca Juga  Kemerosotan Moral

Perawatan sehari-hari yang saya lakukan adalah menjemurnya di pagi dan sore hari. Pagi hari adalah waktu yang tepat memandikan burung. Sekitar pukul 08.00 burung saya mandikan, kemudian saya panaskan sinar matahari kurang lebih satu jam. Selanjutnya diangin-anginkan di tempat yang rimbun, agar burung merasa nyaman dan tenang. Pukul 15.00 kembali burung saya panaskan dengan waktu secukupnya. Setelah itu burung dikerodong, kemudian waktu malam hari saya lakukan pemasteran menggunakan mp3.

Makanan favorit burung kutilang adalah pisang, sehingga saya rutin memberikannya setiap hari. Pisang kapok menurut saya adalah jenis pisang yang bagus untuk pakan burung kutilang. Ekstra fooding saya berikan secara teratur, berupa belalang dan ulat hongkong masing-masing empat ekor di pagi dan sore hari. Belalang dapat diganti dengan jangkrik sehingga kita lebih mudah mendapatkannya di toko pakan burung. Setiap hari kotoran burung harus dibersihkan, agar tidak menimbulkan penyakit dan burung selalu dalam kondisi sehat. Itulah pengalaman saya pribadi memelihara burung kutilang, yang dapat disimpulkan bahwa memelihara burung kutilang dari piyikan dengan konsisten akan mendapatkan kicauan burung yang membanggakan.

Comments

SHARE
Previous articleKawasaki Ninja 250, Gahar Untuk Harian
Next articleDemo The Jek, Tuntut Keadilan
http://reviensmedia.com/wp-content/uploads/2015/12/Logo-R-Reviens-Media-277x300.png
Pria yang akrab disapa Pinott ini lahir di Purworejo, ia memiliki hobby menulis dan berpetualang. Pendidikan terakhirnya S1 Bahasa dan Sastra Indonesia, serta memilik motto dalam hidupnya " Nikmati hidupmu, karena itu sebuah anugerah".

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here