Peninggalan Sejarah yang Ternoda

0
611
Pelataran Gua Gong (Reviensmedia.com/Anggi)

Oleh: Vikky Vidia Anggitirawati

Goa adalah lubang, cekungan atau ruangan alami yang cukup besar dan dalam. Goa merupakan fenomena alam yang ada di daerah karst atau kapur. Pada jaman purba, goa biasanya digunakan sebagai tempat tinggal. Selain itu, goa juga dapat digunakan sebagai tempat penyimpanan, tempat persembunyian, dan lain sebagainya. Kini, penggunaan goa beralih menjadi tempat wisata bersejarah yang menyimpan berjuta cerita peradaban. Akan sangat disayangkan jika kita melewatkannya.

Siang itu, saya beserta teman-teman yang sedang berkunjung ke rumah salah satu teman kami di daerah Pituruh, berkesempatan untuk berkunjung ke Goa Gong. Goa yang mungkin namanya sudah tidak asing lagi bagi warga Pacitan ini, ternyata juga ada di daerah Purworejo tepatnya di Dusun Kalitepus Rt 2 Rw 4 Desa Kesawen Kec.Pituruh Kab.Purworejo. Berbeda dengan Goa Gong Pacitan yang menyuguhkan keelokan stalaktit dan stalakmitnya, Goa Gong Purworejo justru bersih dari bentukan-bentukan alam tersebut yang lazim ada di dalam goa.

Baca Juga  Menikmati Sejuknya Gunung Pancar, Ini Harus Kalian Coba

Goa yang diperkirakan menjadi saksi sejarah peninggalan zaman megalitikum ini hanya seluas 5×6 meter saja. Goa yang letaknya di perbukitan Desa Kesawen itu jaraknya sekitar 3 kilometer dari pusat kota Kecamatan Pituruh. Goa ini hampir mirip dengan goa Jepang. Ia memiliki 2 bilik dan 1 ruang utama yakni perut goa. Tepat di dalam perut goa tersebut terdapat sebuah altar berbahan marmer yang oleh warga setempat dipercaya dulu digunakan sebagai tempat bertapa.

IMG_0296

 

Goa Gong telah terinventarisir oleh Dinas Kepurbakalaan Provinsi Jawa Tengah dan dilindungi UU RI no 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Sayangnya, ketika saya berkunjung, goa ini tampak tak terawat. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya coretan-coretan yang hampir memenuhi seluruh bagian goa. Sangat disayangkan, goa yang menjadi urban heritage (peninggalan sejarah / warisan budaya) Kab. Purworejo ini menjadi korban vandalisme dan ternoda karena tangan-tangan jahil tak bertanggungjawab. Padahal tempat ini memiliki nilai sejarah yang tinggi karena menyimpan sejarah zaman purbakala. Harapannya, bagi semuanya saja, ketika mengunjungi sebuah tempat wisata apalagi yang mengandung unsur peninggalan sejarah agar tidak hanya menikmatinya namun juga bisa merawat serta menjaga baik kebersihanya, keutuhannya, keindahannya dan juga keasliannya karena sebuah kota yang bijak tidak akan kehilangan jati dirinya apabila dapat menjaga urban heritage-nya.

Baca Juga  Merawat Nusantara, Merawat Pariwisata Lokal Indonesia

Comments

SHARE
Previous articleDensus 88 Berhasil Tangkap Pelaku Bom Mall Alam Sutera
Next articleLiga Seri A Italia selesai dimainkan
http://reviensmedia.com/wp-content/uploads/2015/12/Logo-R-Reviens-Media-277x300.png
REVIENSMEDIA.COM hadir untuk menampung pemuda-pemuda kreatif, inspiratif se Indonesia. Keterbukaan, keragaman dan explorasi talenta adalah tujuan reviensmedia.com. Slogan kami adalah: Explorasi untuk Kebersamaan dan Harmoni. Selain web, media yang kita gunakan adalah media sosial lainya. Di media ini kami Bersama-bersama mengembangkan passion, dan karya yang kami hasilkan berupa tulisan dan audio visual. Kami tergabung dalam persahabatan dan karya di ajang Sahabat Reviens yang tersebar seantero nusantara seperti Jakarta, Kebumen, Pontianak, Bitung, Purworejo, Pekanbaru, Sumbawa, Bekasi, Depok dll.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here