Keluhan Sang Pena

0
251
Illustrasi

Karya: Qosim Jamaluddin

Pagi merangkak hadir di sela waktu
Merindu embun pada cerah awan
Senyuman hadir membalas ceria
hari ini akan kutantang waktu.

Terbang mengejar angin mencipta jejak
Berpacu dengan rumah bermesin dan beroda
Kampus biru ramah menyambut
gedung kampus yang baru terjaga dari mimpi buruknya

Kampus berjuta warna kehidupan hadir membawa mimpi
Mimpi mewujudkan mimpi seraya kulempar sejauh batas langit
Wajah-wajah lugu sahabatku memandangku sinis

“aku tau… mereka pasti belum bayar SPP”
Atau mungkin IPKnya sebecek pekarangan rumahku.

Ahhh..bukan..bukan..
Aku memandang menara pemancar radio sambil berfikir..
“eh.. kamu mau kuliah apa mau ngrongsok?” sahabatku bertanya sinis.

Baca Juga  Siapa Aku...?

Aku menjawab diam seperti patung W. R Soepratman yang gagah menantang langit di persimpangan.
Salam tuan dan nyonya riuh kudengar
“manis sekali senyumnya.”

Aku bergumam dalam hati
Ada hal mistis dibalik senyum manisnya
senyumnya adalah doa, harapan ataukah pujian?
Aku tak tau dan tak berharap tau
Biarlah detik menjabarkannya.

Awan bercengkrama di atas lamunan mentari menanti sapa sahabatku
Di sudut gedung, waktu berlalu
Sulit sekali memahami  masa depan
Kadang aku bertaya pada diri sendiri, aku calon guru ??

Baca Juga  Engkau Itu Semu

Pertanyaan begitu mengganggu imajiasi masa depanku
Mereka pasti bercanda menganggap aku calon guru
Jangankan pengajar !!
Jadi pelajarpun masih belum pantas

Hanya berharap kolom di map penuh coret tanda tangan meski dengan bolpoin pinjaman
Bagaimana ia mendapatkan ? bukan apa yang ia dapatkan !
Adil tidak adil bukan hakku menghakimi
Biarlah masa depan  menghakimi
Tuhan menghukum atas dosaku

Orang tua menyalahkan kesalahanku
Dan dosen memutuskan atas sejuta persepsinya.
Biarlah masa depan ku ubah dalam imajinasi
Mengubur mimpi pagi hari
Berlalu bersama abad
Hingga waktu lelah menapak.

Comments

SHARE
Previous articleJalur Dialihkan, Truk Terguling
Next articleRamadhan Ramdani
Lahir, tumbuh dan dewasa di Kebumen. Merasa dirinya sebagai kesayangan Tuhan karena selalu beruntung. Saat ini sedang belajar menjadi seorang suami profesional.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here