NU Backpacker: Muda, Religius, dan Berpetualang

0
387
NU Backpacker

Reviensmedia.com, Jakarta– Beberapa waktu lalu, bersamaan dengan dihelatnya Muktamar NU yang ke 33 di Kota Jombang Jawa Timur pada tanggal 1-5 Agustus, ada satu hal yang cukup mencolok dan berbeda. Ini bukan tentang ricuhnya muktamar, beda faham atau hal negatif dan opini saja.

Kali ini Reviensmedia.com menangkap sebuah pemandangan yang cukup aneh tapi asyik dan cukup menyegarkan mata, tentu saja para muktamirin dan penggembira yang datang ke perhelatan akbar tersebut.
Sekelompok muda-mudi yang mengaku datang dari jauh dari kota sebelah, yakni Kota Purworejo di Jawa Tengah dan ke sini sebagai kafilah penggembira ini memakai kostum, tepatnya t-shirt yang trendy abis. Jika dilihat sekilas seperti jamaknya kaos distro, berbahan katun yang nyaman dan desaign yang oke punya.

Baca Juga  Inovasi untuk Menghadapi Pasar Global

image

Mereka terpantau dan menceritakan kepada kami ikut di ajang Kongres Muda nya bukan di acara inti.
“NU Backpaker adalah sebuah media untuk menampung anak muda baik di kalangan Nahdliyin atau bukan. Tentu saja Nasionalisme dan berakar persaudaraan, guna menjaga dan menikmati lingkungan serta mewariskannya, kelak menceritakannya ke anak cucu kita bahwa Nusantara ini sungguh indah lagi mempesona.” tukas M Hidayatulloh atau yang tenar disebut Mbah Doyok di sosmed ini.

T-Shirt dan komunitas NU Backpaker ini tepat dilaunching tanggal 2 Agustus 2015 di Jombang. Tapi sebelum ikut ajang Muktamar, sudah sering ada kegiatan dan interaksi dari NU Backpaker sendiri baik di Kota Purworejo dan kota sebelah seperti Wonosobo, Kebumen untuk kegiatan alam seperti Susur Pantai dan Kanyoning di Pantai Jatikontal, Pendakian Merbabu, Jelajah Sermo dan puluhan kegiatan positif lainnya.

Baca Juga  Valencia Antarkan Lorenzo Juara MotoGP 2015

Yang membedakan komunitas alam kami dengan yang lain tetntu saja adalah cara pandang dan sebuah mimpi besar. Kami ingin komunitas alam dan interaksi ini tidak hanya sampai di tempat pendakian, laut atau lainnya. Tapi bagaimana mengembangkan sebuah zonasi alam tersebut berdaya saing tinggi, mempunyai efek samping ekonomi, budaya, spritual. Dan kami bersama-sama disini untuk meningkatkan nalar yang maju dan badan yang sehat.”tutup Mbah Doyok yang memang sudah banyak mempunyai ragam usaha serta aktif di berbagai komunitas ini. (IE)

Comments

SHARE
Previous articleFIFA Keluarkan Pernyataan Resmi Setelah Kunjungi Indonesia
Next articleKaligesing the Amazing Village
Tiada hari tanpa inspirasi”.Jadi pemuda haruslah menginspirasi,unik dan bisa berkarya.Jangan standart dan kebanyakan saja.Ini yang jadi pijakan pemuda kelahiran Purworejo 30 Jully lalu.Menulis,jalan-jalan,diskusi adalah minatnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here