Keset Sabut Kelapa, Karya Kreatif dari Kebumen

0
1136

Oleh: Qosim Jamaludin

REVIENSMEDIA.COM, KEBUMEN – Pohon kelapa adalah pohon yang istimewa karena selain hampir seluruh bagian pohonnya bisa dimanfaatkan, pohon kelapa juga bisa tumbuh hampir di setiap tempat dari dataran tinggi sampai dataran rendah, subur sampai tandus. Di Jawa Tengah, Kebumen merupakan kabupaten yang paling banyak ditumbuhi pohon kelapa jenis pohon kelapa Dalam dengan jumlah pohon sekitar 33.418 batang(Data BPS: 2014). Pohon kelapa Dalam adalah jenis pohon kelapa yang dapat berbuah dalam kurun waktu 5-8 tahun dengan ketinggian bisa mencapai 25 meter dan masa hidupnya mencapai 50 tahun.

Pemanfaatan pohon kelapa tiap bagiannya tentu berbeda. Salah satu bagian kelapa adalah sabut kelapa yakni bagian kulit buah kelapa yang melindungi bagian dalamnya (batok kelapa). Bagian sabut ini sering dimanfaatkan oleh masyarakat untuk bahan bakar saat memasak menggunakan tungku. Di salah satu daerah di Kabupaten Kebumen, tepatnya di desa Jeruk Agung, Kecamatan Klirong, sabut kelapa disulap menjadi barang kerajinan yang bernilai jual tinggi. Kerajinan yang banyak dibuat oleh masyarakat desa Jeruk Agung adalah pembuatan keset lantai.

Baca Juga  NDAS BEONG Yang Legendaris Itu Ada Di Magelang

Pengrajin di desa Jeruk Agung ini jumlahnya cukup banyak, yaitu sekitar 26 orang. Salah satu pengrajin keset sabut kelapa adalah Pak Muhaimin. Pak Muhaimin memproduksi keset dengan ukuran yang berbeda-beda dari 1: 0,5 meter sampai 10: 1 meter. Menurut beliau, keset yang paling diminati adalah keset dengan ukuran 1: 0,5 meter. Keset-keset dengan ukuran kecil tersebut terus diproduksi karena minat konsumennya yang cukup tinggi, sedangkan untuk keset ukuran besar diproduksi jika ada pesanan.

image

Produksi pembuatan keset kelapa ini diawali dengan menggiling sabut kelapa hingga menjadi serat-serat halus. Serat-serat ini kemudian dipasangkan di tali tambang dari sabut kelapa yang sudah dipasang di Mall (alat untuk menganyam serat sabut kelapa). Serat-serat yang sudah terpasang ini tiap satu atau dua baris dipukul-pukul menggunakan besi pipih agar anyaman seratnya padat dan kencang.

Baca Juga  Etawa Adventure ajak siswa-siswi MTs N Prembun mengenal “Clorot” sebagai makanan tradisional Purworejo

image

Bahan baku serabut kelapa di dapat dari pengepul kelapa atau warga dengan harga sekitar Rp150,00 per buah, namun jika sudah diolah menjadi serat yang siap pakai harganya mencapai Rp3000,00/Kg. Bahan baku yang lain, yaitu tambang serabut kelapa di dapat dari warga di beberapa daerah yang memproduksinya.

Keset sabut kelapa hasil karya Pak Muhaimin ini paling banyak diminati oleh masyarakat Jawa Barat. Diakui Pak Muhaimin, masyarakat Kebumen sendiri masih sangat kurang minatnya terhadap keset sabut kelapa. Produksi keset sabut kelapa sekitar 100 sampai 200 buah, namun jika musim penghujan permintaan barang akan meningkat meningkat drastis sehingga biasanya Pak Muhaimin membuat lebih banyak sebelum masa penghujan datang sebagai stok.

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here