DI SEBRANG DESAKU GUDANG SEJARAH

0
464

Oleh : Muh Khoirudin

PURWOREJO – Aku lahir dan tinggal di desa Popongan, lebih tepatnya kecamatan Banyuurip kabupaten Purworejo. Di sebelah utara desaku terletak sebuah desa yang begitu besar menyimpan sejarah, yaitu desa Boro Wetan. Di desa inilah telah ditemukan Prasasti Kayu Arahiwang, prasasti yang memiliki nilai sejarah besar. Prasasti ini ditemukan di bawah pohon Sono, yang terletak di tepi sungai Bogowonto. Prasasti ini bermula ketika terjadi peristiwa penting, pematokan Tanah Pardikan pada hari Senin Pahing tanggal 5 Oktober 901 Masehi, oleh seorang pangeran Dyah Sala putra seorang Bajra yang berkedudukan di Parivutan, yang kemudian dikukuhkan  dengan sebuah batu andesit (Prasasti Kayu Arahiwang).

Replika Arahiwang
Replika Arahiwang

Namun untuk saat ini Prasasti Kayu Arahiwang ini telah disimpan di Museum Nasional Jakarta. Prasasti Kayu Arahiwang menjadi kekayaan Indonesia dan di koleksi Museum Nasional, dan memang sudah sepantasnya prasasti ini memiliki nilai sejarah dan nominal uang yang tinggi sehingga Museum Nasional merawat dan mengamankannya secara maksimal agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Sedangkan Museum Tosan Aji Kabupaten Purworejo hanya menyimpan replikanya saja yang memiliki bentuk serta ukuran yang sama dengan aslinya.

Baca Juga  JODOH IDOLA ITU WANITA JAWA

arahiwang

Dalam Prasasti Kayu Arahiwang tesebut diungkapkan bahwa pada tanggal 5 Oktober 901 Masehi, telah diadakan upacara besar yang dihadiri berbagai pajabat tinggi daerah sekurang-kurangnya lima belas pejabat dari berbagai daerah. Acara tersebut meliputi pematokan menandai desa Kayu Arahiwang dijadikan tanah perdikan dan dibebaskan dari kewajiban membayar pajak, namun ditugaskan untuk memilihara tempat suci yang disebut sebagai Parahiyangan. Dalam peristiwa tersebut juga dilakukan pensucian segala sesuatu kejelekan yang ada di wilayah Kayu Arahiwang yang masuk dalam wilayah Watu Tihang.

Baca Juga  HM Romadi Abdul Kohar: Hatinya Selalu Ada Buat Purworejo

Keren banget kan sejarahnya Prasasti Kayu Arahiwang, jangan salah. Karena peristiwa tersebutlah hari jadi kota Purworejo jatuh pada tanggal 5 Oktober. Kalau kita berkunjung ke sana suasananya damai dan menyejukan lumayan untuk merifres pikiran, dan sekalian melihat-liahat tempat sejarah Kota Purworejo. Aura mistisnya juga lumayan gede lho, karena di samping tempat ini ada pemakaman, selain itu bangunan pelataran Arahiwang menambah kemistri angker, terdapat pohon besar dan bangunan membentuk manusia besar yang mempunyai taring, bulu kuduk merinding deh.

 

 

INGIN KARYA MU DITAMPILKAN DI REVIENSMEDIA.COM? KIRIMIAN KARYAMU KE REVIENSMEDIA@GMAIL.COM

INFO SELENGKAPNYA: 
http://reviensmedia.com/kontribusi/

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here