Reagge, Kebebasan Mengekspresikan Seni

0
246

Oleh: Qosim Jamaludin

Reagge, sebuah aliran musik yang sering dipersepsikan dengan manusia berambut gimbal, mabok, ngganja dan doyan joged-joged dengan masa depannya yang gelap gulita. Cara masyarakat dalam menghakimi anak reagge saya rasa tidak adil karena paradigma yang digunakan hanya dari sudut negatifnya tanpa mau melirik sisi positif yang dilakukan oleh mereka. Citra negatif aliran reagge semakin bertambah karena masyarakat terlalu apatis terhadap mereka ditambah dengan tingkah laku remaja yang mengaku anak reagge dengan gaya hidupnya yang dianggap tidak wajar oleh masyarakat.

Aliran musik yang dikenalkan oleh Bob Marley ini dianggap sama dengan Rastafarianisme, padahal jika berkaca pada sejarah, Rastafairanisme adalah sebuah jalan hidup, way of life dimana Bob Marley salah satu penganutnya mendakwahkan ajaran Rastafarian yang berisi kebebasan, perdamaian, dan keindahan alam melalui musik reagge. Di Indonesia sendiri, poster-poster Bob Marley selalu diidentikan dengan daun ganja yang dikombinasikan warna merah, kuning, dan hijau sehingga masyarakat menganggap reagge adalah rasta yang menggunakan ganja dalam melaksanakan “ibadahnya”.

Minggu lalu, saya berkesempatan untuk berdiskusi tentang pandangan mayarakat terhadap musik reagge dengan Bang Tower, salah satu anggota IRC (Indonesian Reagge Community). Saat itu IRC sedang melaksanakan kegiatan Reagge Summer Camp 2015 di Kebumen yang menampilkan band-band reagge local kebumen. Berikut catatan obrolan saya dengan Bang Tower.

Bang, konsep kegiatan yang sedang diadakan seperti apa dan apa tujuannya?

Ini yang mengadakan Indonesia Reagge Community. Acara ini sebenarnya adalah rangkaian kegiatan yang tujuannya nanti sampai di lingkup nasional. Konsepnya seperti ini, kita mengadakan kegiatan yang cakupannya kecil atau mikro terlebih dahulu. Kegiatan lingkup mikro ini kita sudah melaksanakannya di 14 titik diantaranya Jogja, Semarang, Demak, dan Kebumen ini menjadi titik terakhir kita. Misi dari kegiatan ini sebenarnya simple mas yaitu mengubah image musik reagge.

Ide awal mengadakan acara ini apa bang?

Image reagge itu negatife mas, gimbal, mabok, narkoba, padahal mereka yang seperti itu oknum, mereka melihat kita hanya dari penampilan yang gimbal lah, tatoan lah. Dengan kegiatan ini kita ingin menunjukkan bahwa anak reagge juga bisa melakukan kegiatan positif, misal nanti kita juga akan melaksanakan kegiatan lomba bola kecil untuk anak-anak, kemarin di Jogja kita mengadakan donor darah juga. Kegiatan ini kita juga mengundang beberapa komunitas seperti komunitas anak Vespa dan sebagainya.

Di salah satu group facebook Kebumen, ada yang memosting tentang kegiatan ini dan banyak yang mengomentari dengan hal negatif, tanggapannya gimana bang?

Menurut saya justru ini menjadi sebuah tantangan tersendiri ya. Kita disini itu selalu membuka pintu lebar-lebar untuk berdiskusi, jadi jangan hanya menghujat di facebook, silakan ke sini berdiskusi dengan saya. Reagge sendiri pernah di blacklist di Kebumen, padahal kita hanya mencoba menampilkan karya kita sebagai hiburan masyarakat tapi di beberapa media cetak sudah disebarkan bahwa konser reagge ricuh lah tanpa ada konfirmasi dengan kita. Media sudah banyak memberitakan kita dengan hal negatif, namun menurut saya ini menjadi sebuah tantangan tersendiri untuk itu kita berkarya, seperti ini mas kita juga berjualan kaos, mengadakan lomba bola, donor darah, dance dan nanti untuk band yang tampil pun kita membuat standar missal harus menggunakan sepatu, tidak boleh melepas baju, dan tidak boleh mengucapkan beberapa kata bisa menimbulkan stigma negatif.

Di reagge itu berambut gimbal, dan bertato dianggap biasa karena itu dianggap sebuah seni ya bang? Menurut Bang Tower, seni itu apa dan adakah batas-batasnya?

Seni itu keindahan mas, dan menurut saya seni itu tanpa batas tapi suka atau suka terhadap seni itu sendiri adalah pilihan. Apa yang menurut kita seni belum tentu dianggap baik oleh masyarakat, misal rabut gimbal dan tatoan menurut kita adalah seni tapi banyak masyarakat tidak suka dan mengidentikan kita dengan kriminal. Musik yang dibawakan dalam reagge juga banyak yang bertema adat, perdamaian, dan kemanusiaan seperti yang dibawakan Tony Q, kemarin kita juga tampil bareng Gangsta Rasta, kita mengadakan bersih pantai

Menurut Bang Tower, pandangan masyarakat yang menghubungan Reagge dengan Ganja bagaimana?

Reagge dengan ganja tidak ada hubungannya, kalau ada yang mau ngganja ya silakan kaya, missal Bob Marley, dia kan Rastafarian dalam ritual jalan hidupnya dia menggunakan ganja. Intinya reagge dan Rasta itu berbeda, reagge itu musik sedang Rasta itu aliran. Jadi banyak yang menyamakan Reagge itu Rasta padahal berbeda seperti dulu Rhoma Irama membawakan lagu-lagu dakwah islam dengan musik dangdut, banyak yang mempersepsikan dangdut itu musik orang muslim, padahal ya beda. Dangdut itu jenis musik, dakwah ya dakwah. Sama seperti di jamaika, Bob Marley nyanyi ya sambil berdakwah, itu kan liriknya dakwah. Sebelum ada reagge, Rasta sudah ada.

Tema musik reagge kan banyak yang bertema kemanusiaan nih mas? Tanggapan bang Tower terhada band-band yang cenderung bertema cinta-cintaan ala anak muda seperti apa?

Tidak masalah mas, itu kan sebuah karya jadi mau bertema sosial, politik, cinta ya gak masalah mas karena itu kan karya, bebas mereka mau membuat tema apa.

Sebenarnya yang dianggap reagge itu seperti apa? Apakah sekedar aliran musik, gaya hidup, jiwa, atau pergerakan?

Orang reagge itu bebas mas, reagge ga harus gimbal, ga harus bertato mas. Seorang yang taat beragama pun gak masalah, yang jadi masalah jika ada Rastafarian menjadi imam masjid. Ada juga salah seorang vokalis berjilbab yang menyanyikan lagu Hard Core, gak masalah mas. Jangan selalu membandingkan agama dengan seni, karena jika dipadukan dengan agama pasti akan banyak kontranya, jadi agama ya agama, seni ya seni. Dalam islam misal melukis benda makhluk bernyawa kan banyak yang melarang, tapi pelukis ya tetep nglukis, itu kan keindahan, seni itu kebebasan tinggal perkara suka atau tidak suka. Reagge itu pemersatu mas, saya di reagge mas kalau kemana-mana ada teman mas, itu reagge yang mepersatukan.

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here