Mengkaji Yamin di Pustokum Jakarta

0
268

REVIENSMEDIA.COM, JAKARTA – Tepat pukul 8 malam, suasana di Pustokum ( Pusat Studi Tokoh Pemikiran Hukum) yang beralamat di Tebet Dalam, Jakarta Selatan ini mulai memanas. Direktur Executive Pustokum, yakni Muhtar Said. SH MH sehabis memimpin pembacaan Yasin dan Tahlil lantas tanpa perpanjang waktu membuka dialog dan kajian rutinan bulanan ini dengan tema ” Mengkaji Yamin”.

Sebagaimana telah dikupas dalam bukunya yang mengupas details sosok dari Muhammad Yamin ini, Said mengatakan bahwa otentiksitas dan keunggulan dari pemikiran Yamin tidak bisa dilepaskan begitu saja, terutama oleh para pendekar hukum, praktisi, dan mahasiswa yang nantinya akan menjadi pelaku dan penjaga garda terdepan penegak keadilan di negeri ini.

Baca Juga  Sweta Kartika: Membumikan dan Melesatkan Komik Indonesia yang Berkarakter Khas!

A-histori sangat naïf dan menyedihkan adanya. Lantas Said, menambahkan, bahwasannya Yamin adalah penggagas dari Mahkamah Konstitusi karena pada saat sidang BPUK, Yamin telah menguraikannya. Namun, Yamin tidak menggunakan nama MK, melainkan Balai Agung.

“Balai Agung merupakan lembaga tertinggi negara, yang mempunyai tugas menguji Undang-Undang kepada Undang-Undang Dasar, menguji Undang-Undang kepada Hukum Syariat, dan menguji Undang-Undang kepada Hukum Adat” tambah Said menjelaskan secara gambling lagi kepada awak media Reviensmedia.com

Yamin adalah seorang yang progresif dan visioner di zamannya. Dan kajian ini akan rutin diadakan saban malam Rabu dan Minggu depan, dihari yang sama, akan dikaji pemikiran Yamin mengenai “Sapta Dharma” yang dibawakan oleh David Bayu Narendra, Asisten Peneliti Pustokum.

Baca Juga  Menenteramkan Kalijodo

Sekedar diketahui Pustokum adalah Pusat Studi dan Riset Tokoh Hukum, terutama oleh para peneliti dan praktisi muda alumni hukum ternama se Indonesia yang dipunggawai oleh Said Muhtar SH. MH sebagai Direktur Executive, Pembina ada Prof Dr Jimly As Shidiqy, Awaludin Marwan SH MH LLM, dan asistensi ada David Bayu Narendra, Ibnu Mufti dll nya.( IE)

Comments

SHARE
Previous articleKamboja Untuk Negeri
Next articleFoto Chikitta, Juara I Best Cute
Tiada hari tanpa inspirasi”.Jadi pemuda haruslah menginspirasi,unik dan bisa berkarya.Jangan standart dan kebanyakan saja.Ini yang jadi pijakan pemuda kelahiran Purworejo 30 Jully lalu.Menulis,jalan-jalan,diskusi adalah minatnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here