Hingga Perbatasan Hari*

0
264

Sebuah ikhtiar kebudayaan dari Teater Ego, Kebumen, menyajikan naskah bergenre Surealis, genre yang mungkin masih asing di sebagian pihak, karya dari seniman, pelukis dan teaterwan yang puluhan tahun berproses di Yogyakarta, kini tinggal di Magelang sambil memantau dan mengasuh pesantren miliknya di Mranggen, Demak, Kaji Kabeb.

Ikhtiar ini mengetengahkan kisah pencarian seorang anak manusia Aku dalam mengarungi samudera kesejatian hidup, dengan ditemani pelayan setianya saat, banyak hal yang tidak dipahami oleh Aku walaupun hidupnya dihabiskan untuk mencari dan menelusuri kebenaran yang sejati dengan akal dan panca indera, Aku telah membaca seluruh buku yang ada di timur dan barat, utara dan selatan.

Seluruh huruf sudah Aku kenali, dari A sampai Z, dari Alfa sampai Gamma, dari alif hingga Ya’. Adakah yang belum Aku ketahui? Sedangkan aku sudah berjalan ke seluruh penjuru angin, melanjutkan ayat-ayat kebajikan. Mereka yang buta Aku buka matanya, mereka yang tuli Aku buka telinganya, mereka yang bisu Aku ajari bicara.

Baca Juga  Foto: Surga itu Ada di Mentawai

Aku telah meninggalkan jejak kakiku dimana-mana hingga mereka tak lagi kehilangan arah, tapi ternyata ada yang terlewat olehnya, hanya saat si pembantu setia yang dapat menunjukannya yaitu BUKU KEMATIAN SEJATI.

*Diambil dari sinopsis naskah Hingga Perbatasan Hari yang dipentaskan oleh Teater Ego, Kebumen (12/12/15). (Reviensmedia.com/Qosim Jamaludin)

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here