Yohanes Surya: Sang Pencetus Tim Olimpiade Fisika Indonesia

0
444
Foto: Koleksi Google

REVIENSMEDIA.COM – Prof. Yohanes Surya, Ph.D. merupakan seorang fisikawan yang memilih hidup dan mengembangkan dunia pendidikan di Indonesia, terutama di bidang ilmu fisika. Sebelum memilih kembali lagi ke Indonesia, pria kelahiran Jakarta 1963 ini sudah 6 tahun tinggal di Amerika Serikat dan bekerja di Pusat Fisika Nuklir.

“Terakhir di Amerika bekerja di Pusat Fisika Nuklir Amerika. Saat itu terfikir pulang ke Indonesia karena tertarik sekali untuk menjadikan Indonesia juara dunia olimpiade fisika” Cerita Prof. Yohanes Surya di kantornya.

Menurutnya dahulu tahun 1993/1994 an peringkat Indonesia di bidang fisika cukup bawah. Ia berkeinginan Indonesia harus unjuk diri kalau anak-anak Indonesia juga mampu menjadi juara di bidang fisika.

Atas keinginannya yang besar terhadap dunia pendidikan di Indonesia, akhirnya sesampai di Indonesia ia mempelopri lahirnya Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI). Dikutip dari Wikipedia keterlibatan Yohanes Surya dalam Olimpiade Fisika, dimulai ketika ia masih menjadi kandidat doktor Fisika di College of William and Mary. Ia tertarik ketika melihat pengumuman bahwa akan diadakan Olimpiade Fisika International (IPhO – International Physics Olympiad ke-24) di kampus William and Mary.

Baca Juga  Kematian Soekarno Tak Seindah Jasanya Memerdekakan Negeri Ini.

Bersama dengan rekannya Agus Ananda, ia meminta bantuan Universitas Indonesia untuk mengadakan seleksi bagi 5 orang siswa SMA Indonesia. Selanjutnya 5 orang siswa ini diundang untuk dilatih olehnya di Amerika Serikat. Universitas Indonesia, melalui Fakultas MIPA akhirnya terseleksi 5 orang siswa, yaitu: Oki Gunawan (SMAN 78 Jakarta), Jemmy Widjaja (SMAK 1 Jakarta), Yanto Suryono (SMAK 1 Jakarta), Nikodemus Barli (SMAN 5 Surabaya), dan Endi Sukma Dewata (SMAN 2 Kediri). 5 Orang inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI). Akhirnya mereka berhasil mengikuti IPhO dan berhasil menyabet medali perunggu untuk Indonesia atas nama Oki Gunawan.

Pada tahun 1995, akhirnya Yayasan TOFI resmi berdiri, Yayasan ini merupakan wadah yang melakukan pelatihan dan pencarian tunas-tunas bangsa untuk berlomba di IPhO. Dari tahun 1993 hingga 2007 siswa-siswa binaannya berhasil mengharumkan nama bangsa dengan menyabet 54 medali emas, 33 medali perak dan 42 medali perunggu dalam berbagai kompetisi Sains/Fisika Internasional.[3] Pada tahun2006 [4] seorang siswa binaannya, Jonathan Pradana Mailoa[5], berhasil meraih predikat “The Absolute Winner” (Juara Dunia) dalam International Physics Olympiad (IPhO) XXXVII di Singapura.

Baca Juga  Kyai Merah: Bersahaja, Nyentrik dan Apa adanya!

Sejak tahun 2000, Yohanes Surya banyak mengadakan pelatihan untuk guru-guru fisika dan matematika di hampir semua kota besar di Indonesia, di ibukota kabupaten/kotamadya, sampai ke desa-desa di seluruh pelosok Nusantara, termasuk pesantren-pesantren. Untuk mewadahi pelatihan-pelatihan ini Yohanes Surya mendirikan Surya Institute. Pada tahun 2009 Surya Institute bekerja sama dengan pemerintah daerah, World Vision Internasional, serta Lembaga Nobel Indonesia mempersiapkan sejumlah siswa dari beberapa daerah di Provinsi Papua untuk mengikuti olimpiade sains atau matematika di tingkat nasional dan internasional.

Selain itu pada tahun 2010, Prof. Yohanes Surya mulai merintis pembangunan gedung Surya Research Education Center, sebuah gedung pusat penelitian dan pendidikan, khususnya dibidang Matematika dan Fisika. Gedung ini berada di kawasan Summarecon Serpong, Tangerang dan diresmikan pada 29 Maret 2011. Gedung ini akan dipakai untuk pelatihan bagi mereka yang ikut olimpiade sains atau matematika, pelatihan guru dan pelatihan anak-anak Papua.

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here