REVIENSMEDIA.COM – Berbicara mengenai harta, lantas sering diidentikan dengan kebahagiaan. Ya, memang di zaman sekarang ini semua identik dengan kekayaan dan tak luput dari uang. Lalu apakah kebahagian itu akan berada dalam lingkup mengenai harta?

Berdasarkan fakta yang terjadi, orang kaya atau berharta selalu terlihat bahagia. Namun, pernyataan itu terlontar melalui apa yang kita lihat. Sejatinya hanya mereka yang dapat mengatakannya apakah mereka sebagai orang kaya merasa bahagia. Perlu diperhatikan bahwa kekayaan yang mereka miliki terkadang membuat mereka tak nyenyak tidur. Mereka takut hartanya dicuri ketika mereka tertidur nanti. Akibatnya mereka gelisah, khawatir, dan berpikiran buruk. Pantaskah kita sebut itu bahagia?

Berbeda halnya dengan orang sederhana atau hidupnya pas-pasan, mereka tidur nyenyak karena tak mengkhawatirkan datangnya pencuri. Pencuri mau mencuri apa di rumah orang yang hidupnya pas-pasan. Orang kaya selalu menjadi target kejahatan. Pencuri dan perampok tak mungkin mereka mengincar orang miskin. Untuk apa diincar, mereka tak punya harta.

Baca Juga  GEBYAR PERDANA PERJUANGAN HIPMI PURWOREJO

Di sinilah sebenarnya letak keadilan Tuhan mengenai kebahagiaan. Lebih dicermati lagi di mana posisi bahagia itu terletak. Seperti pembahasan di atas, apakah kita masih bisa mengatakan orang kaya itu bahagia. Sebelum menjawab, stop tunggu dulu. Kita jangan terburu-buru menyimpulkan bahwa orang kaya itu tak bahagia. Bahagia itu berkutat pada hati dan rasa syukur. Orang kaya akan merasa bahagia jika ia mempunyai kerendahan hati. Ia tidak akan takut hartanya dicuri, karena harta hanyalah sebuah titipan dari Tuhan. Jika harta itu hilang, berarti bukan rizkinya. Membuang pikiran negatif dan berfikir positif, pasti orang kaya pun akan menikmati hartanya dengan kebahagiaan.

Baca Juga  MAU BERSAMA MESKI TAK SAMA

Orang miskin, pasti dalam dimensi kasat mata ia tampak beraura kesedihan. Tapi tidak dengan cara pandang dimensi hati. Rasa syukur akan membuat mereka merasa bahagia walau tidak mempunyai harta. Keluarga dan kesehatan itu kebahagiaan mereka. Sebuah keluarga bahagia itu terlahir dari keluarga yang sederhana. Karena mereka mampu bersyukur atas nikmat yang diberikan Tuhan.

Berbicara nikmat, pernahkah anda berfikir antara burger yang dimakan orang kaya dan gaplek yang dimakan orang miskin itu memiliki rasa yang sama? Orang kaya naik motor sport dengan orang miskin naik motor butut itu rasa senangnya sama. Rasa senang yang dirasakan si kaya dan si miskin itu sama, hanya dikemas dalam tatanan yang berbeda. Renungkanlah, karena Tuhan itu maha adil.

Comments

SHARE
Previous articleSi Alif Kehilangan Mainannya
Next articleJakarta Tanpa Macet
http://reviensmedia.com/wp-content/uploads/2015/12/Logo-R-Reviens-Media-277x300.png
Pria yang akrab disapa Pinott ini lahir di Purworejo, ia memiliki hobby menulis dan berpetualang. Pendidikan terakhirnya S1 Bahasa dan Sastra Indonesia, serta memilik motto dalam hidupnya " Nikmati hidupmu, karena itu sebuah anugerah".

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here