Jaman Iki Kepie To?

0
163

Oleh: Raudhoh El-Jannah

Sebuah kemajuan memang sudah semestinya terjadi. Di era tahun 2000-an globalisasi muncul dengan maksud agar dunia menjadi global, merasakan sebuah kemajuan secara bersama-sama tanpa ada yang tertinggal. Dapat mempelajari budaya satu serta yang lainnya. Mampu mengakses yang tadinya sulit menjadi mudah. Teknologi masuk desa, internet sudah mulai digunakan, hp super canggih mulai mewabah di kalangan masyarakat, tidak mengenal usia muda-tua, kaya-miskin.

Teknologi memang telah benar-benar masuk desa. Apapun dapat dilakukan melalui teknologi. contoh kecil yang dapat diamatai adalah pemakaian handphone dikalangan masyarakat. Kita sama-sama mengetahui bagaimana pertama kali teknologi ini ada. Dari hp yang tulit-tulit sampai kini hp sentuh yang super canggih. Kecanggihan itu diimbangi dengan aplikasi-aplikasi yang canggih pula. Semakin ke sini muncul sebuah istilah selfi (memoto diri sendiri). Di sosial media telah banyak kita jumpai foto kepala melet, tidak perlu repot-repot memanggil orang lain jika ingin berfoto. Ini adalah salah satu kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi. teknologi pun memenuhi kebutuhan. Entah darimana awal mulanya, kini muncul aplikasi-aplikasi kamera yang dapat mengubah penampilan diri. Entahlah, mau dibawa ke mana teknologi ini. Apakah teknologi hanya sebuah alat untuk melampiaskan sebuah nafsu serta obsesi?

Baca Juga  MUDIK MENGGUNAKAN SEPEDA MOTOR SIAPA TAKUT?

Prihatin sekali, ketika saya harus memperhatikan sosial-sosial media yang penuh dengan foto-foto diri. Sebuah foto yang penuh dengan kebohongan. Memang tak terpungkiri, ada kepuasan tersendiri ketika kita terlihat lebih sempurna di khalayak umum. Namun, dapatkah kita ketahui bahwa tindakan-tindakan seperti itu dapat menurunkan reputasi diri terhadap orang lain. Jika dilihat dalam skala besar, mau jadi apa Indonesia jika anak-anak mudanya hanya demam berfoto selfi. Apakah ketika negara lain dengan bangga mengunggah sebuah prestasi, kita akan membalas dengan unggahan foto selfi berekspresi takjub?

Baca Juga  Maritim Merdeka GPMI: Bangun Jiwa, Bangun Raga untuk Indonesia Raya

Sejatinya banyak hal positif yang dapat kita lakukan di era teknologi ini. Misalnya: kita dapat memanfaatkan teknologi untuk pengembangan potensi-potensi lokal yang belum diketahui oleh masyarakat luas sebagai upaya memperkenalkan potensi-potensi yang masih tertutup untuk dapat diketahui oleh dunia. Karena potensi daerah juga merupakan bagian dari kekayaan yang kita miliki.

Comments

SHARE
Previous articleCurcol
Next articleRongsok Jadi Uang
Raudhoh El-Jannah adalah sebuah nama pena, menyelesaikan S1 pada jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, suka pada stand-up comedy, cita-citanya bisa nerbitin buku seperti komika idolanya Arif Didu serta Raditya Dika

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here