Akal Bulus Pemotivator

0
388
Illustrasi by Google

Oleh:  Yan Budi Nugroho

Harus aku mulai dari mana ya, eeemm begini. Akhir akhir ini sering sekali kita lihat, banyak anak-anak muda mulai tidak percaya dengan kemampuan dirinya sendiri, terutama dalam hal memecahkan masalah. Entah itu tentang ekonomi, keluarga bahkan cinta. Nah yang terahir ini yang paling mencolok, namanya juga remaja pasti tidak akan jauh kehidupannya dengan apa yang disebut cinta. Akibatnya terjadi dampak dari fenomena itu, misalnya putus dengan pujaan hati. Hubungannya digantung, sebentar emang sejak kapan ya hubungan jadi jemuran? Kok kalimatnya digantung hahaha. Cuma bunga canda saja itu.

Kembali ke masalah di atas, remaja biasanya dan umumnya menganggap bahwa cinta adalah segalanya. Maka suatu ketika saat cintanya pecah di tengah jalan seketika pemotivator menjadi tenar dengan kata- katanya yang mungkin dianggap sebagai solusi. Padahal tidak sedemikian juga, kalau kita sadar, kita mau berfikir logis sebenarnya kalian semua itu dimanfaatkan. Mungkin dari kata ini ada yang bertanya, kok dimanfaatkan? Orang kata-katanya itu membatu kok, malah dikatakan memanfaatkan.

Stop di situ pernyataannya sekarang kita bedah sedikit ya, buka pikiran kalian dan mulai lah berfikir. Sekarang bagaimana tidak dimanfaatkan coba, mereka semua pemotivator itu mendulang banyak uang dari kata katanya. Mendulang ketenaran dari fans-fansnya dan penyumbang terbesar adalah dari kalian kalian semua. Terus kalo aku tanya mereka dapat uang banyak dapat ketenaran, kalian itu dapat apa? Sekali lagi kalian dapat apa?

Sedikit aku kasih tau ya. Pemotivator itu hanya membolak-balikkan kata, sekiranya pas dengan apa yang kalian alami. Dan apabila semua kata katanya dilakukan, bukannya menyelesaikan tapi malah sebaliknya. Secara tidak langsung minsead mu jadi berubah, tadinya begini kena kata-kata motivator malah jadi begitu. Coba bayangkan kalo kalian bukan dari keluarga orang kaya, terus motivator itu ngasih solusinya atau kalimat-kalimatnya untuk orang menengah ke atas apa nggak puyeng tujuh keliling tuh kepala. Bayangin coba, suatu hari pernah saya membaca baju sablon yang dipakai oleh anak muda. Tulisannya begini, hidup ini tak gampang dan tak semudah mulutnya bla bla bla jangan disebutkan nggak enak soalnya hehehe. Terus misalnya ada yang bertanya tentang hal ini bagaimana solusinya, apa yang harus dilakukan? Gampang, Allah menciptakan manusia tidak kurang dari suatu apa, berfikir dong kalian semuakan generasi muda. Generasi penerus bangsa, masa cuma masalah cewenya ditikung sahabatnya aja nggak bisa menemukan solusi. Malu dong sama ayam, ayam aja bisa langsung move on masa kmu tidak? hahaha. Ayamku ketawa itu hehe.

Ingat ini kata-kata ku, mulailah menghargai dirimu sendiri. Berfikir kritis, percayalah diri sendiri itu adalah pemotivator terhebat yang pernah hidup bersama. Jadi rugikan kalsu masih menganggap pemotivator itu malaikat. Asal kalian tau saja ya, malaikatmu itu berasal dari dirimu bukan dari orang lain. Karena yang tau asli hidupmu itu ya kamu sendiri dan penciptamu. Pemotivator hanya penerka, tapi semua kembali kepada pripadi masing-masing karena semua mempunyai hak. Sedangkan kewajibanmu melanjutkan hidup. Artikel ini dibuat hanya dari sudut pandangku saja, mungkin dari sudut pandang kalian akan berbeda, silahkan.

Comments

BAGIKAN
Berita sebelumyaTerraium Itu Keren Lo
Berita berikutnyaKu Gondol Cintamu Darinya
http://reviensmedia.com/wp-content/uploads/2015/12/Logo-R-Reviens-Media-277x300.png
Yan Budi Nugroho, itulah kombinasi nama yang diberikan orang tuanya dan bapak Soekoso DM, seorang budayawan kota kecil Purworejo. Saat ini ia sedang menempuh perguruan tinggi jurusan pendidikan. Hobi: sepak bola, cita-citanya bisa nerbitin buku seperti novelis idolanya Habiburahman el-Zhirazy.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here