Valentine Day Teroris Bermuka Manis

0
152
illustrasi by Vivanews

Oleh: Yan Budi Nugroho

14 Februari selalu identik dengan hari kasih sayang, valentine day namanya. Dimana perayaan hari itu menjadi hari raya terbesar ke dua setelah hari raya natal di benua biru. Mayoritas negara-negara Eropa akan merayakannya dengan cara bertukar kartu valentine, memberi sepotong coklat, dan memadu kasih dengan pasangannya. Di negara kita moderen ini, banyak dari pemuda-pemudi mulai merayakannya. Budaya barat lambat laun mulai masuk ke Indonesia, sedikit banyak dari hal itu ternyata mempengaruhi moral anak-anak muda sekarang.

Rasa-rasanya Indonesia perlu menolak budaya barat ini, karena secara tidak langsung valentine day seperti membuka pintu sex bebas di dalamnya. Bagaimana tidak, mereka yang mempunyai pasangan akan merayakan bersama dengan cara memadu kasih. Hal ini serasa membawa angin segar bagi anak muda, yang notabene ingin mengetahui segala hal. Karena waktu muda adalah waktu mencari jati diri. Jika saat ini mereka salah jalan. Maka janganlah kaget bila mereka terbelenggu dalam kebodohan. Termasuk pergaulan bebas yang menjurus langsung dengan sex bebas. Dimana itu menjadi salah satu budaya unggulan di negara-negara benua biru.

Baca Juga  17 Agustus Untuk Para Veteran Indonesia

Kita seharusnya tanggap sebagai generasi muda, kalau saat ini negara kita sedang digrogoti dari dalam. Bayangkan jika moral anak-anak muda hancur, budaya barat mengambil alih kehidupan kita, apa yang akan terjadi? Penjajahan di indonesia akan tumbuh kembali dengan subur. Memang negara-negara maju sangat pintar dalam berkamuflase, tindakannya seakan menyenangkan, menguntungkan. Tapi sebenarnya justru malah sebaliknya.

Baca Juga  Kapan Saya Merasa "Besar"

Ingat kita ini bangsa timur, bangsa yang memiliki adat ketimuran. Kawan-kawanku se-Indonesia mari kita tolak valentine day di negara kita. Percayalah valentine day tidak lah lebih baik dari teroris. Karena valentine day adalalah teroris bermuka manis.

Comments

SHARE
Previous articleUntukku yang Baru
Next articleKumala
http://reviensmedia.com/wp-content/uploads/2015/12/Logo-R-Reviens-Media-277x300.png
Yan Budi Nugroho, itulah kombinasi nama yang diberikan orang tuanya dan bapak Soekoso DM, seorang budayawan kota kecil Purworejo. Saat ini ia sedang menempuh perguruan tinggi jurusan pendidikan. Hobi: sepak bola, cita-citanya bisa nerbitin buku seperti novelis idolanya Habiburahman el-Zhirazy.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here