LIMBAH BAMBU YANG BERNILAI EKONOMI

0
183
Illustrasi Bambu oleh Google
BANDUNG – Limbah bambu yang sudah tidak terpakai biasanya langsung dibuang atau untuk bahan bakar jika memasak masih menggunakan tungku. Namun, oleh seorang yang bernama Dasep Hermansyah warga Padalarang, Bandung, Jawa Barat limbah bambu itu disulap menjadi kreasi yang bernilai ekonomis.

Kerajinan yang terbuat dari bahan baku bambu ini ia geluti sejak setahun belakangan ini, dan awalnya ia hanya membuat miniature gantungan angklung. Kreasinya pun tidak habis di situ saja, dengan mengajak pemuda di sekitar rumahnya ia lalu membuat varian lain di antaranya kerajinan berbentuk teko, cangkir, tempat perhiasan, tempat rokok, dan banyak lagi.
Dalam memberikan harga, ia mematok harga berkisar Rp. 3000,- untuk miniature gantungan angklung, hingga 150 ribu tergantung besar barang dan kerumitan dalam pengerjaannya. Selain itu, dalam membuat kerajinan ia hanya menggunakan peralatan sederhana seperti gergaji, sabit kecil, dan mistar pengukur.
Walaupun dalam membuat kerajinan, ia masih menggunakan peralatan sederhana, namun Dasep berharap dengan adanya masyarakat ekonomi asean, kerajinannya dapat bersaing di tingkat ASEAN.

Comments

Baca Juga  Bantuan CPP Purworejo untuk Panti Sosial Plandi
SHARE
Previous articleKumala
Next articleBanyak Omong
http://reviensmedia.com/wp-content/uploads/2015/12/Logo-R-Reviens-Media-277x300.png
REVIENSMEDIA.COM hadir untuk menampung pemuda-pemuda kreatif, inspiratif se Indonesia. Keterbukaan, keragaman dan explorasi talenta adalah tujuan reviensmedia.com. Slogan kami adalah: Explorasi untuk Kebersamaan dan Harmoni. Selain web, media yang kita gunakan adalah media sosial lainya. Di media ini kami Bersama-bersama mengembangkan passion, dan karya yang kami hasilkan berupa tulisan dan audio visual. Kami tergabung dalam persahabatan dan karya di ajang Sahabat Reviens yang tersebar seantero nusantara seperti Jakarta, Kebumen, Pontianak, Bitung, Purworejo, Pekanbaru, Sumbawa, Bekasi, Depok dll.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here