Merubah Pola Pikir Untuk Hidup Sukses

0
187
Illustrasi oleh Google

Oleh: Yan Budi Nugroho

 

Kehadiran I.T. (teknologi informasi) dalam hidup manusia sedikit banyak telah berdampak dalam kehidupan sehari-hari. Hidup dengan kemoderenan seperti sekarang ini telah merubah aktivitas di segala bidang. Contoh sarana dalam beraktifitas misalnya, alat masak yang efektif dan efisien, alat komunikasi, kendaraan cepat dan nyaman serta masih banyak lagi yang lainnya. Hal ini mau tidak mau telah menimbulkan dampak, positif maupun negatif. Positifnya secara tidak langsung memudahkan orang untuk memenuhi kebutuhannya dan beraktifitas.

Negatifnya antara lain
1. Manusia semakin bodoh karena kemajuan teknologi
2. Permasalahan hidup lebih kompleks, sebab semakin banyak informasi, terkadang apa yang tidak seharusnya tau menjadi tau, sehingga menjadikan orang sedih, marah, iri, dendam dll
3. Manusia secara bertahap mulai tidak tenang, sebab kecenderungan dalam proses yang dilalui untuk memenuhi kebutuhan hidup mulai memilih dengan cara instan ketimbang yang sebaliknya

Dalam kehidupannya manusia sering mencari kepuasan, entah itu kepuasan fisik maupun phisikis. Puas sendiri merupakan kesenangan sesaat. Yang secara langsung dapat didapatkan melalui emosi negatif antara lain karena benci, malu, marah, iri.

Bagi manusia yang ketika itu dapat melampiaskan emosi negatif itu, ia akan merasa puas.
Ketika orang merasa puas, sebenarnya ia masih menyisakan permasalahan yang harus diselesaikan.
Contoh kepuasan dalam hidup sesungguhnya sehari-hari di antaranya:

1. Puas ketika menghancurkan saingan, ntah itu bisnis, jabatan, prestasi dll

2. Puas saat memukul orang yang mengolok, secara langsung hal seperti ini berarti puas yang dilandasi rasa emosi benci, marah, dongkol, dll

Baca Juga  Menakar Nalar Perilaku Mengemis Bangsa Sendiri

Kita tidak memungkiri bahwa tujuan hidup manusia ada di bumi ini adalah untuk kebahagiaan. Dan kebahagiaan itu adalah salah satu bentuk emosi positif yang didapat melalui perjuangan. Misalnya saat kita bisa memberi, menyuguhkan sesuatu yang bermanfaat, melayani dan sebagainya tanpa ada pamrih pada manusia lainnya.

Dewasa ini manusia sering merasa tidak bahagia, atau bahagia kurang dalam proses kehidupan sehari-hari. Ia tidak bahagia karena menderita, menderita karena penyakit kebahagiaan. Penyakit kebahagiaan di antaranya: dengki, galau, malu, dendam, marah dsb. Saat seseorang terjangkit penyakit ini (kebahagiaan), mau tidak mau ia tidak mendapatkan kesehatan (kebahagiaan). Jika sudah terjadi seperti ini, untuk memperoleh kebahagian orang tersebut wajib disembuhkan. Manusia yang selalu terkena sakit (kebahagiaan) berarti hidupnya selalu merasa kesusahan. Seseorang atau manusia semua sekalipun yang selalu merasakan emosi negatif dalam kehidupannya yaitu merasa susah, maka dengan sendirinya kesuksesannya akan terganggu, bisa berupa kesuksesannya tertunda atau malah bisa saja tidak sukses. Gangguan itu bisa berupa tidak sukses dalam kesehatan, karier, finansial, keluarga dsb.

Bidang kesehatan, seseorang yang tingkah lakunya menggunakan emosi, emosi marah misalnya. Secara langsung telah mendatangkan penyakit berupa darah tinggi.
Bidang keluarga, seseorang yang menyelesaikan persoalan dalam rumah tangga dengan emosi, secara langsung telah membukakan pintu ketidakharmonisan keluarga. Hal ini yang telah memicu kegagalan dalam membina rumah tangga, contoh kasusnya yaitu perceraian.
Bidang finansial, seseorang merasa tidak percaya diri dalam mencari pekerjaan. Secara langsung hal ini akan menyebabkan orang itu menjadi pengangguran. Dan pengangguran tidak mungkin akan mendapatkan uang. Karena tidak bekerja, sedang uang bisa di dapat karena mau bekerja.

Baca Juga  Islamic Psikologi (Psikologi Analitik Dr. Jung) : Gay dan Lesbian

Agar manusia tidak menderita karena penyakit kebahagiaan, solusinya adalah diobati. Obat kebahagiaan adalah emosi positif yaitu :

1. Sabar
2. Pasrah
3. memaafkan
4. Mengikhlaskan
5. Berusaha sungguh-sungguh
6. Melakukan kebaikan

Manusia bisa merasakan bahagia atau susah tergantung dari pola pikirnya, dalam menganalisa suatu kejadian atau peristiwa. Peristiwa sendiri sebenarnya berposisi netral, tergantung dari cara menangkap (persepsi) manusia atau orang masing-masing. Bila persepsi orang negatif maka peristiwa itu di respon dengan emosi negatif (marah, dongkol, benci, dll). Saat melihat dengan cara mindset positif, maka ia akan beremosi positif (sabar, ihklas, memaafkan, pasrah, syukur, dll). Seseorang yang dalam proses hidupnya memakai mindset positif (pola pikir) secara langsung hidupnya terasa mudah. Selalu bersyukur kepada pencipta. Sabar dalam melalui cobaan. Ikhlas dengan semua pengorbanan. Memaafkan pada semua yang menjahati. Pasrah dengan kehendak Tuhan.

Seseorang atau orang yang menempatkan mindset positif pada tempatnya. Yaitu dalam mensikapi kejadian atau peristiwa, maka ia akan memudahkan sendiri perjalanan hidupnya. Ia akan menuai kesuksesan, kesuksesan di segala bidang. Bidang kesehatan, finansial, keluarga, akademik, dan yang paling terpenting adalah sukses keluarga. Sebab keluarga adalah hal terpenting dalam proses pendewasaan manusia.

Comments

SHARE
Previous articleKegigihan Seorang Pemuda dalam Meraih Mimpi
Next articleLGBT dari Dimensi Sosial
http://reviensmedia.com/wp-content/uploads/2015/12/Logo-R-Reviens-Media-277x300.png
Yan Budi Nugroho, itulah kombinasi nama yang diberikan orang tuanya dan bapak Soekoso DM, seorang budayawan kota kecil Purworejo. Saat ini ia sedang menempuh perguruan tinggi jurusan pendidikan. Hobi: sepak bola, cita-citanya bisa nerbitin buku seperti novelis idolanya Habiburahman el-Zhirazy.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here