Kyai Merah: Bersahaja, Nyentrik dan Apa adanya!

0
990

REVIENSMEDIA.COM – Pria yang sebentar lagi milad ke 41 tahun ini semakin matang saja dan mantap dalam menjalani peranan di dunia ini. Kang Mamat demikian pria yang familiar disapa ini ibarat sosok Uje-nya Purworejo. Kang Mamat yang asli dari desa Kedungsari Purworejo ini sangat-sangat dikenal oleh masyarakat di luar Purworejo sendiri. Misal di Kalimantan Selatan, Lampung, Depok, Purworejo dan banyak kota lainnya.

Nyentrik, lugas dan tidak suka basa-basi. Inilah karakter utama dari Bapak 11 anak ini.
Kang Mamat yang sangat membenci ketidakjujuran dan kemunafikan ini menekankan, bagaimana pentingnya karakter dan berani di masa-masa sekarang ini. Beliau yang akrab dengan anak muda dan beragam komunitas ini semisal Komunitas Gemstone Purworejo, KTP, Ninja Racing Parung, Perampok Kali dan mengasuh Majelis Dzikir Nurul Qadiri se Indonesia serta diamanahi menjadi Ketua Umum Bamusi Purworejo sekarang ini.

Baca Juga  Ferry Anggoro Ardy Nugroho: Dengan Nanotechnology Buat Nama Indonesia Berkibar
Foto oleh Nurulfa Fotografer
Foto oleh Nurulfa Fotografer

“Penting sekali mengandalkan talenta dan tetap peka kepada sosial sekitar. Bagaimana misal, sangat miris sekali kondisi Patung WR Supratman, Bapak Musik Indonesia asli Sumongari, kondisi Memorial Housenya dan jembatan Kembang Kantil. Belum masalah sungai dan lingkungan lainnya,” tukas Kang Mamat kepada awak reviensmedia. ( 23/03/2016).

Baca Juga  Syarifah Jannatin Aliyah: Selalu Menginspirasi di Berbagai Bidang

Beliau yang seakan tiada habis energinya untuk mendampingi muda-mudi di kota Purworejo, Depok, Lampung dan lainnya serta mengampu dzikirnya ini selalu mempersilahkan siapapun untuk silaturahmi, beranjangsana ke rumahnya di bilangan perempatan Kedungsari Purworejo. Baik untuk sekedar bertukar fikiran, gagas ide dan event kreatif kegiatan lainnya.

Baca Juga  Ngobar #2: Bukan Ma(gi)ster Biasa

Beberapa hari kemarin, sempat heboh juga pemberitaan Beliau dengan masalah Gavatar, dimana Kang Mamat menghibahkan tanahnya guna rehabiliatsi, sosialisasi dan penampungan eks warga Gavatar dari Kalimantan. Tetap sederhana, lugas dan dekat dengan muda-mudi bertalenta di kota ini Kang! Kami selalu mendoakan semoga di Milad 41 ini tambah matang, teguh dan keberkahan selalu ada di setiap detik kehidupan. Ridha Allah Swt selalu menyertai keluarga juga.(ie)

Comments

BAGIKAN
Berita sebelumyaSeru Pemilihan dan Kongres IKPM Jawa Tengah ke 3
Berita berikutnyaSudut Pandang Pendidikan Saat Ini
Tiada hari tanpa inspirasi”.Jadi pemuda haruslah menginspirasi,unik dan bisa berkarya.Jangan standart dan kebanyakan saja.Ini yang jadi pijakan pemuda kelahiran Purworejo 30 Jully lalu.Menulis,jalan-jalan,diskusi adalah minatnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here