Pustokum Jakarta Merajut Kerjasama dengan Peneliti Senior Belanda

0
205

Oleh: Said Muhtar SH. MH (Peneliti, Dosen & Direktur Pustokum)

 

REVIENSMEDIA.COM, JAKARTA – Belanda, negeri yang tidak bisa dipisahkan dari sejarah perkembangan Negara Republik Indonesia. Terlepas dari semua perilaku “penindasan” yang pernah dilakukannya, di bumi merah putih ini, orang-orang Belanda juga memberikan sumbangsih yang besar terhadap perkembangan ilmu pengetahuan bagi Indonesia. Dulu, Para tokoh Indonesia juga banyak menimba ilmu di negeri Belanda.

Untuk itu, tidak ada salahnya jika Pusat Studi Pemikiran Tokoh Hukum (Pustokum) juga belajar dari para peneliti senior Belanda. Gerard Termoshuizen, Harry Poeze, Heleen, and Marjanne merupakan peneliti senior Belanda yang antusias menyambut “lamaran” Pustokum untuk kerjasama dalam hal penelitian.

Empat peneliti tersebut, adalah orang-orang yang fokus meneliti mengenai Indonesia. Gerard Termoshuizen, meskipun bukan orang Indonesia, namun dia dengan senang hati membantu penelitian anak-anak Indonesia. Christian Dewi tri Murwani, seorang mahasiswa (S3) Universitas Gadjah Mada (UGM) pernah merasakan kebaikannya ketika merampungkan disertasinya yang berjudul “Representasi Perlawanan Pribumi Masa Peralihan Abad ke 19 sampai ke 20 di Hindia Belanda dalam Novel, De Stille Kracht dan Bumi Manusia”. Gerard bukan hanya menjadi teman diskusi bagi Christian, tetapi juga sebagai pemasok data-data yang diperlukan olehnya.

Baca Juga  Kentut Rinjani: Geopark dan Kita

Kemudian Harry Poeze, seorang tokoh peneliti yang memberikan banyak sumbangan sejarah pemikiran kepada bangsa Indonesia. Lebih dari 40 tahun Harry menghibahkan tenaga dan pikirannya untuk meneliti Tan Malaka, pahlawan Indonesia dan orang yang memberikan nama Republik bagi negara Indonesia.

Heleen dan Marjanne juga tidak sedikit peran-perannya, mereka semua adalah orang-orang yang tenaga dan pikirannya sebagian besar digunakan untuk meneliti para tokoh-tokoh Indonesia. Disinilah kesamaan visi Gerard Termoshuizen, Harry Poeze, Heleen, Marjanne dan Pustokum yakni, meneliti pemikiran para tokoh Indonesia.

Pustokum yang diwakili oleh Awaludin Marwan (Luluk), mengundang empat peneliti senior Belanda itu untuk makan malam. Undangan Luluk disambut dengan gembira oleh mereka, karena dalam undangannya itu, Luluk memberikan kata pengantar yang jelas, yakni membicarakan pemikiran-pemikiran para tokoh Indonesia.

Makan malam diadakan di apartemen Luluk, yang terletak di tengah Kota Utrech Belanda. Obrolan santai-pun mewarnai pertemuan itu. Terkadang obrolan mengenai pemikiran tokoh-tokoh Indonesia terhenti karena Pramudita, anaknya Luluk menyela dengan celotehan udiknya. Obrolan-pun berganti tema mengenai anak-anak.

Baca Juga  Seragam Pramuka Baju Lebaranku

Soepomo, Muhammad Yamin dan Budhyarto Martoatmodjo mendominasi pembicaraan, karena ketiganya sudah pernah “digarap” oleh Pustokum. Yamin memang masih dalam tahap penyelesaian, namun Pustokum pernah menyelenggarakan konferensi pemikiran Muhammad Yamin dan menghasilkan prosideng dengan judul “Mengurai dan Merangkai Orisinalitas Pemikiran Tokoh Hukum Indonesia”

Sedangkan Budhyarto Martoatmodjo sudah selesai dan sekarang masih dalam tahap penerbitan. Meskipun penelitian sudah selesai, tetapi ada rencana untuk menelitinya kembali, karena tim peneliti Pustokum menemukan banyak data yang berasal dari Belanda mengenai Budhyarto Martoatmodjo.

Presentasi santai ala Luluk, ditanggapi dengan serius oleh mereka. Dan mereka-pun antusias untuk merajut kerjasama dengan Pustokum dalam hal penelitian, terutama terkait dengan pasokan data. Karena bagi para peneliti, data bagaikan mukjizat, sebuah harta yang tidak ternilai harganya.

Setelah obrolan dirasa sudah cukup (karena sudah menghasilkan beberapa kesepakatan yang akan ditindaklanjuti untuk beberapa waktu yang akan datang), kemudian Luluk pergi ke dapur untuk mengambil makanan yang dibuatnya sendiri dan disajikan kepada mereka. Luluk memang pandai memasak, terutama masakan barat, sehingga cocok dengan lidah mereka yang juga berasal dari bangsa Barat. (Said)

Comments

SHARE
Previous articleMegono, Makanan Rakyat Yang Meraja
Next articleDani Iswardhana: Membuat Wayang Beber Kembali Berselera di Generasi Muda Solo!
http://reviensmedia.com/wp-content/uploads/2015/12/Logo-R-Reviens-Media-277x300.png
REVIENSMEDIA.COM hadir untuk menampung pemuda-pemuda kreatif, inspiratif se Indonesia. Keterbukaan, keragaman dan explorasi talenta adalah tujuan reviensmedia.com. Slogan kami adalah: Explorasi untuk Kebersamaan dan Harmoni. Selain web, media yang kita gunakan adalah media sosial lainya. Di media ini kami Bersama-bersama mengembangkan passion, dan karya yang kami hasilkan berupa tulisan dan audio visual. Kami tergabung dalam persahabatan dan karya di ajang Sahabat Reviens yang tersebar seantero nusantara seperti Jakarta, Kebumen, Pontianak, Bitung, Purworejo, Pekanbaru, Sumbawa, Bekasi, Depok dll.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here