Dani Iswardhana: Membuat Wayang Beber Kembali Berselera di Generasi Muda Solo!

0
251

SURAKARTA – Salah satu tradisi yang merupakan khazanah khas dan asli dari Jawa yang muncul di era awal Majapahit serta bergulir juga di periode kerajaan Islam dan sampai sekarang ada, walau semakin tergerus, bahkan jauh dari generasi muda saat ini adalah Wayang Beber.
​Kali ini akan dipaparkan khusus, serta di kenalkan oleh redaksi Reviensmedia.com yang di wakili Ilhan Erda dan sosoknya adalah Dani Iswardhana Wibowo salah seorang seniman lukis Wayang Beber, praktisi Wayang Beber dari Kota Surakarta.

Mas Dani yang pernah mengenyam pendidikan di ISI Surakarta tahun 1993 dan di awal menggerakkan serta mempioniri wayang beber dengan cara melukis, mewartakannya atau membuat pameran dan seminar di tahun 1995an ini pun memulai semuanya dengan tidak mudah.
Ia yang juga membuat komunitas Wayang Beber Kota tahun 2004 dengan menggandeng Dalang Tri Ganjar Wicaksono dan Agung PW.

Baca Juga  Kyai Merah: Bersahaja, Nyentrik dan Apa adanya!

Perlahan apresiasi atau undangan wayang bebernya dapat pengakuan dari khalayak Indonesia dan luar negeri. Di Prancis dengan tajuk pamerannya ialah “De l’ombre Javanaise au Dessin Satirique” sambutannya sangat meriah atau negara Negara lainnya seperti Japan, Malaysia dll nya ini tidak membuat lekas cepat puas lelaki anak dari seniman musik di Sendratari Ramayana Prambanan ini.

Bersama sahabat-sahabatnya di Solo, serta jejaringnya di seluruh nusantara atau sahabat-sahabat internasionalnya, Mas Dani mencoba terus mengkreasi, bereksperimen guna menyesuaikan dengan perkembangan terkini agar Wayang beber tak tersisih dan generasi muda bisa menyukainya.
Saat dikonfirmasi Reviens pun, Mas Dani bersama salah satu dancer dan koreografer sahabatnya, Dhe Fandari sedang membuat konsep dan persiapan guna melangsungkan pentas nya di luar negeri.

Baca Juga  Mengkaji Yamin di Pustokum Jakarta

Tetap berkaya di bidang seni tradisi dan menjaganya sampai kembali nyala. Tak ragu, pantang mundur walau aral serta tantangan begitu deras. Terutama di era global dan masyarakat ekonomi ASEAN ini .
Kita harus kuat menjaga tradisi asli dan membuat generasi mudanya tak hilang akar kebudayaan dan karakter kuat sebuah bangsa. Maju terus Mas Dani !

Comments

SHARE
Previous articlePustokum Jakarta Merajut Kerjasama dengan Peneliti Senior Belanda
Next articleKuliner Tersembunyi, Rica-rica Menthok yang Menggugah Selera
http://reviensmedia.com/wp-content/uploads/2015/12/Logo-R-Reviens-Media-277x300.png
REVIENSMEDIA.COM hadir untuk menampung pemuda-pemuda kreatif, inspiratif se Indonesia. Keterbukaan, keragaman dan explorasi talenta adalah tujuan reviensmedia.com. Slogan kami adalah: Explorasi untuk Kebersamaan dan Harmoni. Selain web, media yang kita gunakan adalah media sosial lainya. Di media ini kami Bersama-bersama mengembangkan passion, dan karya yang kami hasilkan berupa tulisan dan audio visual. Kami tergabung dalam persahabatan dan karya di ajang Sahabat Reviens yang tersebar seantero nusantara seperti Jakarta, Kebumen, Pontianak, Bitung, Purworejo, Pekanbaru, Sumbawa, Bekasi, Depok dll.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here