Saparakanca

0
458

BANDUNG – Kebangkitan nasional Indonesia dimulai dan ditandai dengan terjadinya rasa kesatuan dan persatuan yang tumbuh di dada pemuda Indonesia yang sebelumnya di masa pejajahan belom ada. Kebangkitan nasional Indonesia dimulai dari 2 peristiwa. Pertama berdirinya organisasi Budi Utomo, yang berdiri pada tanggal 20 Mei 1908. Kedua terjadinya Sumpah Pemuda yaitu pada tanggal 28 Oktober 1928.

Perjalanan kemerdekaan negara Indonesia melalui proses sejarah yang panjang. Dimulai dari penjajahan Belanda sampai kependudukan tentara Jepang pada perang dunia kedua, sampai belanda kembali menjajah lagi, dengan ditandai agresi militer 1 maupun agresi militer yang ke 2. Kejadian – kejadian itu sedikit banyak telah menorehkan gores – gores sejarah kelam, Untuk memperingati hari kebangkitan perjuangan negara republik indonesia, anak – anak muda kreatif dari Bandung mengadakan gerakan pecinta alam, yaitu dengan acara mendaki gunung Ciremai bersama beberapa komunitas, pendaki gunung, dan pemuda – pemudi lainya. Acara ini di beri nama dengan Saparakanca yaitu kepanjangan dari semangat pemuda raih kebangkitan nasional di atas cakrawala, kegiatannya yaitu berjalan dengan rute Bandung – Sumedang – Jatiwangi – Majalengka – Kuningan – gunung Ciremai dan akan menempuh jarak 108 km. Jarak 108 km ini dimaksudkan untuk memperingati hari Kebangkitan Nasional, dengan moto ” 108 Kebangkitan Nasional, 108 km kami melangkah.

Baca Juga  Along : Kesepian Dalam Kemeriahan Sail Selat Karimata

Dilihat dari jalannya acara, kegiatan ini akan sangat ramai di ikuti oleh peserta. Bagaimana tidak sepertinya sangat menyenangkan? Bagi siapa saja yang ingin ikut datang lah ke Bandung nanti tanggal 20 Mei 2016, karena pasti seru sekali.

Baca Juga  Jazz Terindah di Senggigi Jazz World Festival

Comments

BAGIKAN
Berita sebelumyaTIGA SUTRADARA DALAM SATU PANGGUNG
Berita berikutnyaHM Romadi Abdul Kohar: Hatinya Selalu Ada Buat Purworejo
http://reviensmedia.com/wp-content/uploads/2015/12/Logo-R-Reviens-Media-277x300.png
Yan Budi Nugroho, itulah kombinasi nama yang diberikan orang tuanya dan bapak Soekoso DM, seorang budayawan kota kecil Purworejo. Saat ini ia sedang menempuh perguruan tinggi jurusan pendidikan. Hobi: sepak bola, cita-citanya bisa nerbitin buku seperti novelis idolanya Habiburahman el-Zhirazy.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here