TNI dan Gerakan Kiri Hari Ini

0
201
TNI foto by merdeka.com

Trendinya wacana dan gerakan kiri hari ini memang sedang ‘naik angin’. Orba selain meninggalkan ‘sebuah versi stabilitas politik dan pembangunan’, juga mewariskan residu garapan. Ketika tindakan yang berongkos darah diambil akan lahir dendam yang terus digulirkan, dan dari pelajaran ini hendaknya pemerintah berhati-hati menyikapi berbagai jenis gerakan radikalis yang muncul paska reformasi, baik yang berlabel agama, separatis, atau apa pun juga.

Orba yang menjadikan tentara sebagai alat politik di zamannya dengan begitu mudah menciduk orang-orang awam yang ‘dianggap’ PKI atau yang sekedar menjadi korban provokasi. Efek sampingnya, kini nama TNI keropos perlahan karena dijadikan musuh bersama oleh golongan kiri dan radikalis. Padahal di samping posisi TNI sekarang yang secara struktural telah jauh berbeda dengan TNI di jaman Orba, adanya ancaman pertahanan dari luar negeri seperti konflik dengan Australia sebelum pilpres lalu hendaknya membuat kita menyadari bahwa TNI merupakan penjaga pertahanan negeri ini. Bayangkan saja ada sebuah pertandingan sepak bola oleh tim kota kita di kandang sendiri, namun kita acuh atau malah mengolok-olok tim dari kota kita. Bisa jadi kalah tanding habis-habisan karena mental pemain remuk dipisuhi suporternya sendiri. Lagi pula, sampai kapan kita mau membantu ‘oknum’ yang berkepentingan atas negeri kita untuk melemahkan TNI kita sendiri? Jangan sampai Indonesia dimasukkan dalam daftar jadwal negara konflik setelah Mesir, Libya, Aljazair, dan Syiria.

Baca Juga  Kenapa Hari Kartini Diistimewakan?

Bisa dikatakan apa yang terjadi kini hanya proses kita menuju titik temu keadilan dan keseimbangan, dan semoga disharmoni ini tak berkepanjangan. Forum-forum dialog yang tak hanya sepihak bisa menjadi alternatif penyelesaian. Keadilan mesti tetap dijaga tanpa meninggalkan kelapangan hati dan kesabaran. Pihak-pihak yang menjadi korban dalam pembantaian ’65 dan sempat dipinggirkan dan tak diperhatikan perlu dirangkul supaya lega dan legowo hingga tak larut dalam dendam. Meski luka-luka politik belum sepenuhnya mengering namun ada negeri yang ketenteraman dan kesatuannya harus kita jaga bersama sebagai satu bangsa.

Baca Juga  RAMUAN BUDAYA LOKAL, RESEP BUDAYA NASIONAL

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here