Belajar Bijak, Moderat, dan Bervisi dari Prof. Dr. Jimly Ash Shidiqy, SH

0
236

REVIENSMEDIA.COM, JAKARTA – Ibukota adalah kota yang sangat menantang . Jika kita merasa mau untuk terus belajar dan mempunyai talenta, bolehlah mencoba Ibukota ini. Tapi jika kita merasa hanya akan menambah sesak dan bebal ibukota yang didirikan oleh Fatahillah ini, ya apa boleh buat ? Balik badan dan pulang kampung saja!

Ini adalah hari yang sangat bersejarah buat saya, karena bukan saja sebuah acara anniversary dari seorang tokoh nasional yang relung pemikirannya, wajah dllnya sudah tak asing lagi di media pewarta nasional. Tetapi banyak testimony dan endorshe dari puluhan tokoh-tokoh nasional yang dalam tributenya kali ini bertajuk “Syukur dan Peluncuran Buku Prof Dr Jimly Ashidiqy SH. Kebetulan sahabat saya sekaligus penulis dari buku Prof Dr Jimly dan Executive Directur Pustokum dimana penasehatnya ialah Prof Jimly sendiri.
Said Muhtar SH MH, bersama koleganya Ibnu Muftie, Rahmad Widiananda, Donny Citrabangsa menuju Aula Mahkamah Konstitusi.

Baca Juga  Ferry Anggoro Ardy Nugroho: Dengan Nanotechnology Buat Nama Indonesia Berkibar

Di sana tanpa banyak membuang waktu, dari puluhan tokoh nasional, satu persatu mulai maju ke depan mulai dari Jenderal Purn TNI Wiranto, Presiden Ke 3 RI Prof Dr BJ Habibie, Prof Dr Yuzril Ihza Mahendra, Zulkifli Hasan, Ketua KPK Agus Rahardjo, Hamdan Zoelva dll nya.
Bagaimana tidak, langsung juga dalam milad ke 60 tahun Prof Jimly ini, 2 buku sekaligus diluncurkannya oleh Ketua pertama Mahkamah Konstitusi, perintis Jimly Law Firm and Government ini. Beliau adalah orang yang visoner, moderat, luwes dan solutif dalam setiap kaitan atau koherensi memandang sebuah masalah. Terutama dalam kepakarannya di masalah tata Negara.
Banyak dari testimony tokoh-tokoh nasional ini ke Prof Jimly, semisal Zulkifli Hasan “Begawan konstitusi yang kita kenal memiliki keahlian, kepiawaian, dan pemikiran-pemikiran progresif di tengah perkembangan hukum dan ketatanegaraan kita hari ini.” Atau Prof Dr BJ Habibie “ Jimly itu adalah anak tertua saya, saat ada di ICMI, dan menjadi Wakil Presiden sementara.” tukas beliau.(ie)

Baca Juga  Mengkaji Yamin di Pustokum Jakarta

Comments

BAGIKAN
Berita sebelumyaTNI dan Gerakan Kiri Hari Ini
Berita berikutnya[Full Film]- The Passion Of Dolalak
Tiada hari tanpa inspirasi”.Jadi pemuda haruslah menginspirasi,unik dan bisa berkarya.Jangan standart dan kebanyakan saja.Ini yang jadi pijakan pemuda kelahiran Purworejo 30 Jully lalu.Menulis,jalan-jalan,diskusi adalah minatnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here