TONGKONAN BUNTU PUNE (Toraja)

0
303

Oleh: Paox iben

REVIENSMEDIA.COM, TORAJA – Tongkonan tempat saya tinggal ini merupakan warisan Si Ambek Puang Marambak, Parenge’ atau bangsawan tertinggi di wilayah adat Kesuk-Rante Pao.

image

Suasananya memang sedikit menakutkan. Atapnya sudah ditumbuhi pakis, begitupun dengan kayu-kayunya yang sebagian besar sudah melapuk karena terakhir direnovasi pada tahun 1880 masehi.

Bagi masyarakat Toraja, Tongkonan bukan sekedar tempat penyelenggaraan upacara adat, tapi juga simbol pemerintahan. Masing-masing Tongkonan harus memiliki hutan penyangga. Merek yang menebang pohon untuk berbagai keperluan harus menanam 10 bibit baru untuk setiap 2 batang pohon. Begitulah cara masyarakat Toraja menjaga alam tetap lestari.

Baca Juga  TIGA SUTRADARA DALAM SATU PANGGUNG

Di setiap Tongkonan terdapat semacam patung kepala kerbau yang menyimbolkan kepemimpinan atau kedudukan. Ya, kerbau bagi masyarakat Toraja memang memiliki makna khusus.

image
​Merekalah yang jadi pengiring jenazah ke alam Baka. Bahkan dulu, dalam upacara Rambu Solo’. Terdapat juga upacara pengorbanan manusia, dimana budak atau pengiring juga dikorbankan untuk mengiringi tuannya.

Orang Toraja percaya bahwa alam kematian itu tidak berbeda jauh dengan alam kehidupan. Karena itu para arwah harus dibekali dengan benda-benda yang disayangi, terutama benda-benda berharga seperti emas.
​Sebab dalam perspektif Toraja, manusia itu diciptakan di Saungsan Si Barrung dari emas murni. Serpihannya menjadi tanaman dan hewan-hewan. Mungkin karena itu kuburan atau liang berada di dinding tebing. Agar tidak mudah dicuri. Selain itu, pantang bagi orang Toraja menguburkan jenazah dilahan produktif.

Baca Juga  Situs Punden Majapahit di Sadang Wetan Kebumen

 

Paox Iben

( Budayawan, Raider & Pecinta Kopi. Buku-bukunya sarat dengan petualangan dan keindahan alam dan semesta harmoni seperti Tambora 1815, Gadis Gurun, Medulla Sinculassis. Pun tidak hanya novel,riset community, solusi dan problem suku-suku se Indonesia, pemberdayaan ekonomi dan travellingdengan motor besarnya ia lakukan. Oman, Bahrain, Qatar atau negeri se Jazirah Arab sudah disambanginya dan sekarang perjalanan se Nusantara dengan moge nya ini)

Comments

SHARE
Previous articleBerjalan 108 Km: Semangat Kebangkitan Nasional ke 108 Tahun
Next articleSego Bosok Makam Sembayut
http://reviensmedia.com/wp-content/uploads/2015/12/Logo-R-Reviens-Media-277x300.png
REVIENSMEDIA.COM hadir untuk menampung pemuda-pemuda kreatif, inspiratif se Indonesia. Keterbukaan, keragaman dan explorasi talenta adalah tujuan reviensmedia.com. Slogan kami adalah: Explorasi untuk Kebersamaan dan Harmoni. Selain web, media yang kita gunakan adalah media sosial lainya. Di media ini kami Bersama-bersama mengembangkan passion, dan karya yang kami hasilkan berupa tulisan dan audio visual. Kami tergabung dalam persahabatan dan karya di ajang Sahabat Reviens yang tersebar seantero nusantara seperti Jakarta, Kebumen, Pontianak, Bitung, Purworejo, Pekanbaru, Sumbawa, Bekasi, Depok dll.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here