TIDORE, SOASIO, DAN KISAH SEMBILAN NAGA

0
917

REVIENSMEDIA.COM, TIDORE – Ke Ternate tidak ke Tidore? Itu seperti minum kopi tak pakai air. Karena itu, siang ini saya menyeberang ke Tidore dan berkeliling pulau. Tidore sangat indah dan romantis. Kenapa bisa? Datang dan buktikan sendiri. Hanya 10 menit naik feri dari Ternate. Ia serupa gadis cantik yang pendiam. Ke Tidore, hal yang wajib dilakukan adalah mengunjungi makam Sultan Nuku, Kedaton (kediaman Raja) & Benteng Tahula.

Meskipun konon makam Sultan Nuku itu tidak hanya di satu tempat. Itu wajar, sebab ia adalah sosok panglima perang, Jou Barakati, yang sangat dicintai oleh rakyatnya. Ia bergerilya di darat & lautan dari pulau ke pulau sampai Papua.
Ya, hampir sebagian besar pendukung Nuku menganggap bahwa raja, panglima mereka yang sakti mandraguna tidak pernah mati. Bahkan saya mashi menemukan beberapa mantra di komunitas Fritu yang beragama Kristen menyebut Jao Barakati sebagai wasilah dalam do’a mereka.

image

Begitu juga cerita rakyat tentang kehebatan Sultan Nuku Muhammad Amirudin Kaicil Paparangan, hampir di semua pulau sepanjang Maluku hingga Papua memiliki kisahnya sendiri. Ia telah menjadi legenda sejati yang dihidupi, tentang perlawanan rakyat Maluku terhadap setiap penindasan.

Baca Juga  Gerhana Matahari antara Mitos dan Pariwisata

Sultan Nuku lahir tahun 1738-1805 masehi, di era akhir kekuasaan VOC atau masa peralihan dari kolonialisme rempah-rempah ke industri perkebunan. Di Era itu Belanda memindahkan pusat perburuan rempah-rempah dari Maluku ke Jawa. Banyak orang ditangkapi dan dijadikan budak untuk membangun infrastruktur seperti perkebunan atau jalan raya. Sebagian mereka dijual hingga ke Afrika hingga Missisipi Amerika.

Nuku adalah Panglima yang sangat brilian. Ia menghidupkan kembali 9 naga, Soasio (Persekutuan Sembilan Negeri) dan mengangkat panglima atau raja di setiap negeri tersebut. Merekalah yang juga menghimpun perlawanan terhadap persekutuan Belanda-Ternate di setiap tempat. Ia tidak hanya mahir dalam ilmu persenjataan ataupun taktik gerilya, tetapi sangat jago mengorganisir perlawanan melalui banyak hal. Itu terbukti dari banyaknya cerita rakyat, atau mitos-mitos yang berkembang dari perlawanan Nuku. Dan satu hal yang pasti, ia sangat berhasil merebut hati rakyatnya. Mungkin karena ia benar-benar hadir dan hidup di tengah rakyatnya yang sangat menderita oleh pajak dan perbudakan.

Baca Juga  Jalan Caper: Pesona Foto Baru di Purworejo

Nuku juga seorang diplomat yang handal. Ia berhasil membujuk Inggris untuk menghancurkan armada-armada Belanda. Namun Nuku juga menghadapi penghianatan yang luar biasa dari orang-orang dekatnya. Ia frustasi dan sering menenggak arak.

Meski begitu ia dikenal sebagai satu-satunya Sultan yang tidak poligami di masanya. Sebab istrinya, Geboca, sangat setia mendampinginya berjuang hingga ke pelosok-pelosok hutan dan pulau-pulau terpencil. Istrinya pula yang merawat seorang pelaut Inggris yang kemudian menjadi penghubung dengan Inggris untuk menjadi sekutunya. Kelak Pelaut itu pula yang menulis memoar tentang kehidupan Nuku dan istrinya yang luar biasa itu.

 

—————————

Oleh: Paox Iben ( Budayawan, Raider & Pecinta Kopi.

Buku-bukunya sarat dengan petualangan dan keindahan alam dan semesta harmoni seperti Tambora 1815, Gadis Gurun, Medulla Sinculassis. Tidak hanya novel, riset community, solusi dan problem suku-suku se Indonesia, pemberdayaan ekonomi dan travelling dengan motor besarnya ia lakukan. Oman, Bahrain, Qatar atau negeri se Jazirah Arab sudah disambanginya dan sekarang perjalanan se Nusantara dengan mogenya ini.

Comments

SHARE
Previous articleMenakar Nalar Perilaku Mengemis Bangsa Sendiri
Next articleFerry Anggoro Ardy Nugroho: Dengan Nanotechnology Buat Nama Indonesia Berkibar
http://reviensmedia.com/wp-content/uploads/2015/12/Logo-R-Reviens-Media-277x300.png
REVIENSMEDIA.COM hadir untuk menampung pemuda-pemuda kreatif, inspiratif se Indonesia. Keterbukaan, keragaman dan explorasi talenta adalah tujuan reviensmedia.com. Slogan kami adalah: Explorasi untuk Kebersamaan dan Harmoni. Selain web, media yang kita gunakan adalah media sosial lainya. Di media ini kami Bersama-bersama mengembangkan passion, dan karya yang kami hasilkan berupa tulisan dan audio visual. Kami tergabung dalam persahabatan dan karya di ajang Sahabat Reviens yang tersebar seantero nusantara seperti Jakarta, Kebumen, Pontianak, Bitung, Purworejo, Pekanbaru, Sumbawa, Bekasi, Depok dll.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here