Karya: Yan Budi Nigroho

REVIENSNEDIA.COM, PURWOREJO – Nusantara yang kita tinggali ini benar sangat kaya, entah dari kekayaan alamnya, budayanya, keberagaman faunanya sampai dengan hal mistisnya. Di desa Tridadi, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo tepatnya di Dusun Prigi, ada sebuah gumuk (bukit) bernama Tanggul Lasi. Tanggul lasi adalah bukit yang mempunyai tiga puncak, di puncak pertama mata kita akan disuguhkan pemandangan yang cukup indah. Yaitu kita akan melihat kali gede (sungai) yang tepat membelah Desa Tridadi, di sebelah utara akan di suguhkan pemandangan bukit yang penuh dengan pohon cemara. Untuk sebelah selatan terlihat persawahan yang dipayungi bukit terjal seakan melindungi persawahan itu. Hamparan hijau bagaikan permadani yang digelar berpayung langit yang membiru, sungguh indah surga kecil ini.

Puncak kedua tak kalah menariknya dengan puncak pertama. Cuma kita akan terasa lebih tinggi karena memang kita berdiri di tempat yang tinggi. Puncak ketiga atau yang paling tinggi ini lah yang akan saya kisahkan. Di tempat ini masyarakat sekitar meyakini bahwa di puncak utama, konon ada banyak (angsa) yang berwujud emas. Ada juga yang menyebutkan bahwa banyak (angsa) itu adalah patung yang terbuat dari mas asli. Banyak dari masyarakat membenarkan cerita ini, karena memang diceritakan secara turun menurun. Tapi untuk kebenarannya belom bisa di buktikan, hanya orang-orang tertentu yang dapat melihat angsa emas itu.

Baca Juga  Geblek : Makanan Berbentuk Tripel Lingkaran Asli Purworejo

image

Selain bukit Tanggul Lasi terkenal dengan banyak emasnya, juga ada hal satu lagi yang tak kalah menariknya. Yaitu tugu yang di buat oleh Belanda, dulu fungsinya untuk pengintaian pasukan musuh, karena memang di puncak tanggul lasi ini bisa melihat desa-desa sekitar. Diantaranya Desa Kaliglagah, Desa Tepansari, dan Desa Separe. Tapi sayangnya tuggu Belanda itu sekarang tinggal kenangan. Bahkan batu pondasinya pun sekarang sudah hancur tergerus jaman. Karena kurang perhatiannya masyarakat sekitar saat ini hanya tinggal cerita saja yang di wariskan secara turun menurun. Untuk para explorer khususnya untuk wilayah Kedu silahkan datang ketempat ini. Karena pemandangannya memang sangat bagus. Wisata lokal itu lebih menggoda ketimbang wisata kabupaten lainnya.

Baca Juga  Melihat Indonesia Lebih Dekat - Vihara Tri Dharma Bumi Raya Pemangkat

Comments

SHARE
Previous articleChrisye: Suara Sutra Dari Pegangsaan (Memory of Chrisye)
Next articleTHE LAST HUNTERS OF FRITU MAN
http://reviensmedia.com/wp-content/uploads/2015/12/Logo-R-Reviens-Media-277x300.png
Yan Budi Nugroho, itulah kombinasi nama yang diberikan orang tuanya dan bapak Soekoso DM, seorang budayawan kota kecil Purworejo. Saat ini ia sedang menempuh perguruan tinggi jurusan pendidikan. Hobi: sepak bola, cita-citanya bisa nerbitin buku seperti novelis idolanya Habiburahman el-Zhirazy.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here