5 Destinasi Wisata Religi dan Bersejarah di Purworejo

0
1495
Dok. Budayapurworejo.blogspot.com

REVIENSMEDIA.COM, PURWOREJO – Berbicara mengenai wisata yang ada di Purworejo seakan tidak ada habisnya, banyak bermunculan potensi-potensi baik alam maupun situs religi bersejarah. Nah, tim reviensmedia kedu sudah merangkum lima wisata religi dan bersejarah di Purworejo.

1. Masjid tiban Purwodadi

Dok. Reviensmedia Kedu
Dok. Reviensmedia Kedu

Masjid tiban ini berada di Kecamatan Purwodadi, tepatnya berada di desa Jenar kidul. Konon masjid ini dibangun oleh Sunan Kalijaga sekitar tahun 1468 masehi. Namun, saat membangun masjid ini Sunan Kalijaga sedang menyamar menggunakan nama syekh Udan Baring.

Di masjid ini juga masih terdapat benda-benda purbakala seperti gapura kuno yang berada di depan masjid. Kolah bundar yang terbuat dari jambangan tanah. Kolah bundar ini pertama kali ditemukan di lahan persawahan Jambangan, sekitar 1,5 km dari masjid. Kolah tersebut selanjutnya diangkat ke masjid dan diletakkan di sebelah selatan masjid. Kolah bundar tersebut diberi nama Al Mussyafa yang berarti kolah pengobatan.
Benda purbakala lainnya adalah empat buah saka guru yang terbuat dari tatal kayu jati yang diikat menggunakan lempengan besi. Saka guru tersebut diyakini memiliki ukuran yang sama dengan saka yang dibuat Sunan Kalijaga untuk masjid agung Demak. Sampai saat ini saka guru itu masih menjadi penyangga utama bangunan atap masjid.

Sumber: trinugrohosuwarno.blogspot.co.id

2. Masjid Santren Bagelen

Dok.budayapurworejo.blogspot.com
Dok.budayapurworejo.blogspot.com

Masjid santren ini terletak di dusun Santren Bagelen, Kecamatan Bagelen, Purworejo. Masjid yang terletak di pinggir sebelah timur sungai bogowonto ini telah selesai dipugar dan dikembalikan ke bentuk aslinya pada tahun 2001 oleh pemerintah Kabupaten Purworejo dengan biaya apbd tahun 2001.

Baca Juga  11 Alasan Purworejo disebut Pesonanya Indonesia

Masjid santren ini dapat dikategorikan sebagai cagar budaya, karena disebabkan oleh latar belakang sejarah yang berkaitan dengan raja mataram yaitu Sultan Agung.

Tafsir sejarah yang menunjuk pada prasasti-prasasti yang akan menunjukkan bahwa masjid ini didirikan atas perintah istri sultan agung raja Mataram yang terkenal, kaitan dengan sultan agung tersebut diperkuat dengan adanya angka 1618 pada salah satu makam yang merupakan masa pemerintahan Sultan Agung. Angka tahun ini menjadikan masjid santren menjadi masjid tertua di wilayah bagelen.

Sumber: budayapurworejo.blogspot.com

3. Petilasan Sunan Geseng di Bagelen

Dok. Budayapurworejo.blogspot.com
Dok. Budayapurworejo.blogspot.com

Petilasan Sunan Geseng ini berada di puncak gunung siringin, pedukuhan Gatep, desa Bagelen, kecamatan Bagelen, Purworejo. Tidak jauh dari petilasan juga terdapat sebuah batu besar dengan permukaan rata dan lebar. Oleh penduduk setempat diberi nama si roto. Batu itu diyakini sebagai tempat berkumpulnya para wali dalam membahas syiar islam di Jawa Tengah.

Tidak hanya itu, peningglan Sunan Geseng yang hingga saat ini masih ada yaitu masjid yang diberi nama masjid sunan geseng. Masjid ini berada di pedukuhan Kauman, Bagelen. Berjarak kurang lebih 2 km dari lokasi petilasan.

Baca Juga  Mudik ke Sukabumi? Ini dia 10 Destinasi Favorit yang Wajib Dikunjungi

Sumber:

trahpanembahanwongsopati.blogspot.com

4. Masjid Al Iman Loano

Dok. Gayahidup2050.blogspot.com
Dok. Gayahidup2050.blogspot.com

Masjid al iman ini terletak di jalan raya mageleng – purworejo/ tepatnya di belakang kantor polsek Loano. Masyarakat setempat mengenal masjid tersebut dengan nama masjid tiban. Namun tidak ada warga yang tau persis kapan dan dan siapa yang membangunnya.

Sumber: cahloano.blogspot.co.id

5. Gereja Kyai Sadrach

Dok.budayapurworejo.blogspot.com
Dok.budayapurworejo.blogspot.com

Gerja Kristen Jawa Karangjoso atau lebih terkenal dengan nama Gereja Kyai Sadrach didirikan oleh Kyai Sadrach Soeropranoto tahun 1871 ini berada di desa Langenrejo, kecamatan Butuh Purworejo.

Gereja yang hingga sekarang dihuni oleh anak keturunannya meski berfungsi sebagai gereja, namun bangunanya lebih menyerupai masjid.

Uniknya, ciri kekristenan sama sekali tidak tampak pada bangunan ini. Di bagian atas atap terpasang lambang senjata cakra, bukan tanda salib. Arsitektur asli gereja ini masih dipertahankan sebagaimana layaknya masjid. Di bagian dalam, ruang kecil menjorok yang biasa digunakan berdiri imam dijadikan mimbar untuk kotbah para pendeta. Sedangkan di bagian kiri dan kanan merupakan tempat duduk para majelis. Selain menjadi tempat wisata umat kristiani, kompleks yang sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas ini, juga sering didatangi oleh para peneliti dalam rangka menyusun disertasi.

Itulah sebagain dari tempat bersejarah di Kabupaten Purworejo yang mengandung unsur religi dan dapat menjadi destinasi wisata sejarah untuk mengenang masa lampau.

Sumber: wikipedia

Comments

SHARE
Previous articleSajak-Sajak Romantik
Next articleCukup Bandara Sepinggan Saja
http://reviensmedia.com/wp-content/uploads/2015/12/Logo-R-Reviens-Media-277x300.png
REVIENSMEDIA.COM hadir untuk menampung pemuda-pemuda kreatif, inspiratif se Indonesia. Keterbukaan, keragaman dan explorasi talenta adalah tujuan reviensmedia.com. Slogan kami adalah: Explorasi untuk Kebersamaan dan Harmoni. Selain web, media yang kita gunakan adalah media sosial lainya. Di media ini kami Bersama-bersama mengembangkan passion, dan karya yang kami hasilkan berupa tulisan dan audio visual. Kami tergabung dalam persahabatan dan karya di ajang Sahabat Reviens yang tersebar seantero nusantara seperti Jakarta, Kebumen, Pontianak, Bitung, Purworejo, Pekanbaru, Sumbawa, Bekasi, Depok dll.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here