Cara Menyeduh Kopi Munthu dan Citarasa Tersembunyi dari Purworejo

0
299
Kopi Cap Muntu (Google)

Oleh: Yan Budi Nugroho

 

Hal paling nikmat saat bagun pagi adalah menghirup aroma kopi dari sebuah cangkir yang dihidangkan oleh dirimu. Wanita manis penghias hati dan mataku. Ditemani singkong rebus yang masih mengepul asapnya. Dan kamu duduk di sisihku bersama menikmati dinginnya pagi. Uuuuuuhh sungguh indah mimpiku tadi malam hahaha. Maklum saja kemarin habis lihat cewek-cewek yang sekolah di SMKK Purworejo, manis abis pokoknyalah.

Ngomong tentang kopi, rasanya masih kurang bila belum tau cara menikmatinya dan cara menyeduh kopi yang benar. Di sini saya akan menceritakan pengalaman dalam membuat minuman kopi yang pas di lidah dan aromanya harum di hidung, dan kopi yang saya pilih adalah kopi munthu, kopi asli dari Purworejo.

Pertama sebelum menyeduh kopi sebaiknya diperhatikan dahulu cangkirnya. Carilah atau ambilah cangkir yang dapat menyimpan panas lebih lama. Yaitu cangkir yang sedikit tebal.

Baca Juga  Kopi Cap Muntu: Legenda Kopi dari Kutoarjo

Kedua masaklah air sampai mendidih, artinya sampai suhunya mencapai 100°c. Nah ini yang salah dari penikmat kopi, biasanya mereka langsung menyeduhnya. Nah pengalamanku lebih baik diamkan dahulu sampai suhunya turun 96-97°c. Sebab kopi yang diseduh dengan air yang terlalu panas akan merusak kopi. Artinya kopi tidak terextrak sempurna, dengan begitu kopi akan terasa datar.

Ketiga sebelum menyeduh kopi sebaiknya saring airnya. Karena bakteri yang ada dalam air itu bisa juga menyebabkan rasanya datar, walaupun sudah mati.

Keempat dahulukan gula baru kopi, biasanya kebalik kopi baru gula. Walaupun ini terlihat sepele tapi perlu diperhatikan karena memang sangat penting, bagi penikmat kopi jangan lagi terbalik lagi ya.

Baca Juga  Nikmatnya Sate Kambing Muda

Kelima air yang di gunakan akan lebih menciptakan rasa bila air yang dipilih itu air yang kadar mineralnya belum diturunkan, maksudnya air yang berasal asli dari mata air, bukan air sulingan.

Keenam, ini yang paling penting dan sangat sepele adalah mengaduk kopi jangan lebih dari 7 putaran dan berlawanan dengan arah jarum jam. Sebab kopi yang diaduk lebih dari 7 putaran akan menyebabkan busa. Hal ini akan banyak membuang aroma kopi menjadi gas.

Nah itu pengalaman saya dalam menyeduh kopi, yang sampai saat ini masih saya lakukan. Dan kopi yang saya pilih adalah kopi buatan asli Purworejo, kopi munthu namanya. Bagi anda yang penasaran dengan kopi ini, silahkan datang ke Purworejo. Di samping kulinernya beragam, orang-orang Purworejo terkenal sangat ramah.⁠⁠⁠⁠

Comments

BAGIKAN
Berita sebelumyaPrepegan Desa Tridadi, Diadakan Pasar Murah
Berita berikutnyaPengalaman Saya Sebagai Jurnalis
http://reviensmedia.com/wp-content/uploads/2015/12/Logo-R-Reviens-Media-277x300.png
Yan Budi Nugroho, itulah kombinasi nama yang diberikan orang tuanya dan bapak Soekoso DM, seorang budayawan kota kecil Purworejo. Saat ini ia sedang menempuh perguruan tinggi jurusan pendidikan. Hobi: sepak bola, cita-citanya bisa nerbitin buku seperti novelis idolanya Habiburahman el-Zhirazy.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here