Menikah Bukan Kawin?

0
248

Oleh: Ilhan Erda

 
Kado pernikahan? Lagi-lagi orang ini meminta sebuah peringatan setahun pernikahannya dengan tulisan lagi. Lama-lama kulihat dia mirip sekali dengan halaman muka nya. Hahaha. (Sorry Pak Direktur yang terhormat.) Unyu-unyu sedikit. Menyebalkan.
Gelandangan ini sampai di beranda pusat riset mu? Mungkin hanya sudah menjadi skenario Nya dan tak bisa di atur atau bahkan di dramatisir oleh makhluk Nya. Nekad. Sekali lagi nekad. Oke, aku berikan sedikit sampah ini untuk kalian berdua.
#

Menjadi seorang muda. Pengantin Muda yang sengaja dan memilih jalan hidup seperti ini. Entah disebut sebagai meretas jejak sebagai Gandi Muda, atau jalan sufistik yang ingin dicapai atau apalah lainnya. Penggambaran yang tepat bagi bagi seorang pasangan pengantin muda yang sebenarnya sama. Seperti pilihan Hatta, Soekarno, atau bahkan tokoh di bukumu sendiri Mr Said: Boedhyarto & Pendidik 3 Zaman.

Jikalau untuk memilih aman dan tidak usah pusing memikirkan labilitas ekonomi, ketidakpastian atau hal-hal tak terprediksi lainnya ya tidak usah membuat atau inisasi semisal Pusat Hukum ini ya Tuan Direktur?

Sudah sedari lama. Sebelum bersua denganmu. Sudah ku dengar semua nya. Ada RBBS, Rumah Filsafat Sampangan, dan jutaan info lain tentangmu.
Menikah. Selain sebagai penyempurna dalam satu patron agama. Tentu saja Islam dalam hal ini yang dianut. Dan mendapatkan beberapa justifikasi atau pendapat yang kuat. Sebagai seorang gelandangan dan tidak berpendidikan tinggi tentu saja juga akan saya coret-coret sebagaimana basik diri saja. Bahasa seorang pencari rumput sahaja.

Di mata saya. Pasangan ini adalah biasa saja. Mungkin dari fihak istri, Mrs Asna Lutfa Said yang menurut saya lumayan luar biasa. Karena apa? Masih muda. Sudah S2 di tangan. Dari kampus terkemuka di negeri ini pula. Jika mungkin tidak memilih untuk mendapat ridha suami ya tak akan seperti ini. Tapi dibalik eksotisme, keindahan budi dan etika dari istri. Kekurangan, sejuta kerapuhan dll nya pastilah ada. Tentu saja ini yang mengetahui hanya Pak Direktur saja. Mr Said Asporogus Muhtar. Sebagai kuncian hidup jiwa dan sayang Mrs Asna Muhtar. (Eh, gas nya habis Bang.)
Pernikahan ini adalah sebuah harapan bagi ummat. Bersatunya teman hidup sejati. Saudara saya ini adalah sebuah oase bagi peradaban dan pengharapan baru bagi pemuda-pemudi Semarang atau penggerak dan pengikut dari Bapak Hukum Progresif Indonesia, yakni Prof Dr Satjipto Rahardjo sekaligus juga Sang Founder Father. Bapak Bangsa: Tan Malaka.
Tapi, sekali lagi buat saya biasa sekali. Seorang Said Muhtar. Dan saya memberikan kenapa yang justru berperan adalah seorang Istri. Asna Lutfa Muhtar? Ada beberapa sanggahan, dalil dan penguat untuk hal ini.

Mungkin bisa lebih dari 10 faktor. Yakni, Said Muhtar mendapatkan: Dukungan dan doa dari istri, dalam hal ini tentu saja Asna Luthfa Muhtar. Lalu juga mendapat perhatian, kasih sayang, kelembutan. Ada juga kerja keras, ada kesetiaan dan ada juga pengorbanan, airmata mungkin? Atau sejuta alasan lainnya buat sang kamu. Wahai Pak Direktur.
Bagi saya sekali lagi Tuan Direktur adalah biasa saja. Dan hadiah ini tepat sekali ku persembahkan buat istrinya saja. Asna Lutfha Said dan cita-citanya besar Saifa Foundation. Amin.

Selamat.
Pengorbanan, perjuanganmu di jalan sunyi ini mu masih panjang. Akan lebih keras tantangan, aral atau lika-liku nya ke depan. Tetap kuat dan erat selalu untuk kebersamaan dan perjuangan kalian selama ini.

Oh ya. Ku tanya ke Bang Jonru dulu.
“ Hei Jonru. Menikah itu apa ya?”
“Whadezaggggg!!!!

Comments

BAGIKAN
Berita sebelumyaKecewa dan Rahasia Tuhan
Berita berikutnyaHampir Keren, Negeri Di Atas Awan
http://reviensmedia.com/wp-content/uploads/2015/12/Logo-R-Reviens-Media-277x300.png
REVIENSMEDIA.COM hadir untuk menampung pemuda-pemuda kreatif, inspiratif se Indonesia. Keterbukaan, keragaman dan explorasi talenta adalah tujuan reviensmedia.com. Slogan kami adalah: Explorasi untuk Kebersamaan dan Harmoni. Selain web, media yang kita gunakan adalah media sosial lainya. Di media ini kami Bersama-bersama mengembangkan passion, dan karya yang kami hasilkan berupa tulisan dan audio visual. Kami tergabung dalam persahabatan dan karya di ajang Sahabat Reviens yang tersebar seantero nusantara seperti Jakarta, Kebumen, Pontianak, Bitung, Purworejo, Pekanbaru, Sumbawa, Bekasi, Depok dll.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here