“SDN 24 Selangai: Masih Ada Indonesia disana”

0
250

Oleh: Rahmi Syalfitri Riska

 

REVIENSMEDIA.COM, SANGGAU (Kalimantan Barat) – Dalam rangka menyambut hari kemerdekaan Indonesia, Sahabat Alam Sekayam (SALAM) bekerja sama dengan SM3-T UNP penempatan Kabupaten Sanggau menggelar kegiatan ‘Salam Berbagi’ pada tanggal 29-31 Juli kemarin.

Acara yang diusung dengan tema ‘Kami masih Indonesia’ ini dilaksanakan di Desa Masa Selangai, Desa Raut Muara, Kec.Sekayam, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat. Rangkaian acara yang diawali dengan pelaksanaan upacara bendera, pemberian motivasi belajar pada anak-anak, merangkai pohon impian, menulis surat untuk guru dan ditutup dengan pembagian donasi yang berisi perlengkapan sekolah ini sukses dilaksanakan berkat kerja sama berbagai pihak. Open donation berupa ATK, materi dan tenaga yang dibuka satu minggu menjelang hari H mampu menjaring beberapa relawan, buku-buku, alat-alat penunjang kesehatan, materi dan lain sebagainya.

Selama satu hari, kegiatan di sekolah dilaksanakan. Kami bercerita banyak hal, mulai dari cita-cita, budaya, Indonesia dan burung Garuda. Kami luruskan beberapa hal yang keliru dari apa yang merka tahu, burung Garuda itu tidak hidup di Sulawesi, Kalimantan, Papua apalagi Sumatera, misalnya. Garuda adalah burung fiktif yang lahir dari sayembara perancangan lambang negara. Bukan Ibu Kartini yang menjahit bendera pusaka pertama kali, tapi Ibu Fatmawati. Mereka punya banyak impian yang sudah mereka tulis: dokter, guru, tentara, penyanyi, polwan, juga presiden. Malamnya kami melanjutkan kegiatan berbagi pengalaman seputar dunia pendidikan bersama orang tua.

Baca Juga  Gugus Yudistira Loano Purworejo, Selenggarakan Perpisahan Ketua Dabim

image

Acara dilaksanakan di Balai Pertemuan. Kepala Dusun memukul gong berkali-kali sebagai tanda pemberitahuan kepada masyarakat bahwa acara akan dimulai. Kami duduk melingkar di bawah temaram lampu yang tidak terlalu terang karena sumber listrik berasal dari genset. Ke Dusun Masa Selangai belum masuk listrik, belum ada penerangan yang memadai, sehingga warga mengatasinya dengan menyalakan genset pada malam hari.

Dalam dialog bersama orang tua tersebut lahir beberapa keluhan, bahwa sekolah ini sejak dibangun belum pernah mendapatkan tambahan ruangan, sehingga anak-anak belajar dengan kelas yang dari dulu selalu disekat. Bangunan di sekolah ini terdiri dari tiga ruang kelas (yang masing-masingnya dibagi dua), satu kantor, satu perpustakaan dan dua unit WC. Sekolah berbentuk leter I ini dipagari dengan kayu, terletak di tengah-tengah kampung dan di depan gereja. Lokasi yang cukup strategis, karena selain dikunjungi pada saat sekolah, anak-anak juga menjadikan halaman sekolah sebagai tempat bermain pada siang dan sore harinya. Orang tua mereka menambahkan, bahwa mereka memberikan dukungan penuh terhadap pendidikan anak-anak.

Mereka rela mengorbankan apa saja asal anak-anak mau sekolah. Akses dari Masa Selangai menuju Balai Karangan (pusat kecamatan Sekayam), terbilang cukup jauh. Jalan yang sudah ada terdiri dari kerikil dan turunan yang cukup terjal, sehingga kendaraan yang melewati jalan tersebut harus melaju dengan cepat agar tidak terlalu merasakan goncangan selama perjalanan. Banyak orang tua yang ingin melanjutkan pendidikan anak mereka ke kecamatan dengan alasan kualitas, namun mereka terkendala dengan akomodasi anak-anak selama disana, terutama tempat tinggal. Mereka megusulkan kepada pemerintah agar dibangun sebuah asrama yang memadai, karena tidak semua orang tua jika harus membayar kos. Mereka sudah soundingkan proposal pengajuan dananya, semoga saja pemerintah menanggapinya dengan keseriusan penuh.

Baca Juga  Meski Sumbang Perak, Praveen Debby Mengaku Kecewa

Ada banyak cerita dari Dusun Masa Selangai ini. Ada banyak harapan yang mereka gantungkan. Pada tiap pasang bola mata polos mereka ada asa, ada semangat, ada merah darah, dan putih tulang Indonesia. Tidak semua mereka berangkat sekolah menggunakan sepatu dan seragam lengkap, namun mereka tidak patah semangat. Mereka tahu, bahwa bumi pertiwi tidak pernah melarang mereka untuk bermimpi. SDN 24 Masa Selangai adalah sebuah sekolah yang terletak di bagian paling Barat Kecamatan Sekayam, paling ujung, kesananya sudah tidak ada jalan lagi ,hutan saja sisanya.Hingga tempat sejauh itu bahkan, masih ada Indonesia disana.

Comments

SHARE
Previous articleSejarah di Era Millenia & Hari Jadi Kotaku
Next articleFoto: Keindahan Hutan Mangrove Congot
http://reviensmedia.com/wp-content/uploads/2015/12/Logo-R-Reviens-Media-277x300.png
REVIENSMEDIA.COM hadir untuk menampung pemuda-pemuda kreatif, inspiratif se Indonesia. Keterbukaan, keragaman dan explorasi talenta adalah tujuan reviensmedia.com. Slogan kami adalah: Explorasi untuk Kebersamaan dan Harmoni. Selain web, media yang kita gunakan adalah media sosial lainya. Di media ini kami Bersama-bersama mengembangkan passion, dan karya yang kami hasilkan berupa tulisan dan audio visual. Kami tergabung dalam persahabatan dan karya di ajang Sahabat Reviens yang tersebar seantero nusantara seperti Jakarta, Kebumen, Pontianak, Bitung, Purworejo, Pekanbaru, Sumbawa, Bekasi, Depok dll.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here