WR SUPRATMAN, PEMUDA DARI PURWOREJO PENCIPTA LAGU INDONESIA RAYA

0
377

REVIENSMEDIA.COM, PURWOREJO – “Indonesia raya” lagu kebangsaan republik Indonesia akan dinyanyikan serentak di seluruh Nusantara. Tepatnya pada tanggal 17 bulan Agustus 2016 dalam perayaan kemerdekaan negara kita yang ke 71.

Kalian tau siapa pencipta lagu kebangsaan itu? Lagu Indonesia raya yang kalian nyanyikan itu adalah buah ciptaan dari pemuda desa Sumongari, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo. Beliau bernama Wage Rudofl Supratman, atau yang sering kita kenal WR. SUPRATMAN.

Walaupun sempat disebutkan bahwa beliau lahir di Meester Cornelis (sekarang Jatinegara). Wage adalah nama yang diberikan oleh ibunya mbok Senen. Yang secara tidak langsung menunjukan seorang anak desa bukan anak perkotaan. Nama itu di ambil dari salah satu nama pasaran. Hal ini adalah suatu hal yang biasa dilakukan penduduk pedesaan dalam memberikan nama anaknya pada waktu itu.

Pencipta lagu Indonesia Raya ini lahir 9 Maret 1903 di dusun Tembelang yang secara administratif masuk wilayah Kecamatan Kaligesing. Supratman merupakan nama pemberian dari ayahnya. Yaitu seorang tentara KNIL berpangkat sersan, sersan Djoemeno namanya.

Nah dalam pemberian nama inilah beliau menyatakan bahwa Wage Supratman lahir di tangsi Meester Cornelis (sekarang Jatinegara), tapi yang sebenarnya beliau lahir di desa Sumongari tepatnya di dusun Tembelang. Sedangkan nama Rudolf di tambahkan ketika ia ikut kakaknya, Ny Rukiyem Supratiyah Van Eldik di Makasar. Hal ini bertujuan supaya dapat masuk ke sekolah Europese Lagere School dan statusnya disamakan dengan Belanda.

Baca Juga  Gumregah Warga Desa Situs Prabu Jayalengkoro Banyuurip

Nama lengkapnya kemudian menjadi, Wage Rudofl Supratman. Ketertarikan Wage pada musik berawal pada tahun 1914 ketika ia terpesona melihat permainan biola kakak iparnya, sersan KNIL Van Eldik suami dari kakaknya Ny Rukiyem Supratiyah. Peristiwa itu terjadi dalam kapal Van der Wijk yang membawanya dari Batavia ke Makasar. Kecintaannya pada musik membawa ketertarikan untuk menciptakan lagu perjuangan. Dan pada kongres pemuda Indonesia ll, Supratman diberikan kesempatan untuk tampil oleh ketua panitia Sugondho Djojopuspito dalam jam istrahat pada malam kedua kongres tersebut. Yaitu malam sekaligus penutupan, 28 Oktober 1928. Yaitu hari bersejarah lahirnya sumpah pemuda.

Wage menampilkan lagu Indonesia Raya dengan gesekan biolanya. Lagu ciptaan putra terbaik Purworejo (Bagelen) ini dikumandangkan kembali pada pertunjukan kesenian dan saat pembukaan kongres PNI 18-20 Desember. Dalam kesempatan itu seluruh peserta serentak berdiri, memberi penghormatan dan menyebut sebagai lagu kebangsaan Indonesia. Pada tanggal 17 Agustus 1938, sekitar pukul 01:00 dinihari Wage meninggal. Beliau di kebumikan di Kenjeran surabaya.

Baca Juga  PESONA NASYID MELAYU DAFA

Gelar pahlawan Nasional dan Bintang Maha Putra Utama kelas lll dianugrahkan oleh pemerintah negara Republik Indonesia kepadanya pada tahun 1971. Lagu Indonesia Raya yang dijadikan lagu kebangsaan Indonesia, dan diciptakan oleh Wage Rudolf Supratman ini membuktikan. Bahwa Purworejo tidak ada habisnya menyumbang Putra terbaiknya untuk negara. Banyak para pahlawan yang lainnya juga berasal dari tanah Bagelen ini. Sepertinya memang benar apa yang diucapkan oleh Bupati pertama Purworejo RAA Cokronegoro l dalam babad Kedhung kebo “Semua kisah paling besar selalu terjadi, berawal dari Tanah Bagelen.

Sejarah besar, peristiwa besar dan perang besar selalu dimulai, terjadi di sini pula. Dirgahayu Indonesia ke 71 tulisan ini dibuat untuk membenarkan Wage Rudolf Supratman itu dilahirkan di Purworejo, bukan di Jatinegara (Meester Cornelis) dan untuk mengenang jasa perjuangannya dalam memperjuangkan kemerdekaan negara ini, Republik Indonesia.

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here