Aku Belum Merdeka

1
246

Aku belum merdeka, kata itu sepertinya pantas untuk menggambarkan kehidupan saat ini. Banyak orang mengatakan, merdeka itu artinya bebas. Tapi kenyataannya masih terbelenggu.

Aku belom merdeka seakan menggambarkan dengan jelas di atas Kanvas negeri ini. Entah apa yang sebenarnya terjadi saat ini jika dipikir hanya membuat kepala sakit saja. Orang jabatan sepertinya menjadi penjajah baru setelah Belanda dan Jepang. Di sana sini masih sering terlihat banyak penggusuran lahan di kota-kota besar. Terutama di pusat pemerintahan negara, Jakarta.

Terkadang miris hati ini untuk merasakan. Mata ini untuk melihat, telinga ini untuk mendengar segala jeritan keluh kesah mereka. Mereka datang untuk mengadu nasib keberuntungan, tapi malah hidup mereka yang teradu di kerasnya kehidupan di kota. Tak pelak hanya di Jakarta saja tapi di kota besar lainnya juga.

Dari segi pendidikan di sana sini juga masih terlihat belum adanya kemerdekaan. Guru masih merasa tidak aman, seperti halnya yang terjadi di Sulawesi baru ini. Orang tua siswa menghajar guru, hanya karena masalah sepele. Sampai babak belur dan trauma. Sebenarnya guru itu tidak membenci muridnya atau memusuhi.

Tapi sebaliknya justru malah menyayangi mengarahkan, untuk mempunyai tata Krama yang baik sopan dan santun. Di rasa ahir-ahir ini peran guru sangat tidak bebas,terkekang. Anak di cubit tidak boleh padahal, mereka itu bandel, berani melawan malah lebih parahnya lagi mereka berani mengejek guru. Guru itu juga Manusia, melihat seperti itu timbul dua pilihan. Di biarkan saja, atau di luruskan. Jika di biarkan itu mengingkari janji pekerjaannya.

Baca Juga  Akal Bulus Pemotivator

Ketika memilih di luruskan, dan tidak sengaja mencubit misalnya. Orang tua tidak terima, malah melakukan tindakan anarki dan brutal. Bukannya terimakasih, tapi malah membuat masalah. Memaki-maki lah, nemukul guru lah, menuntut untuk memecatnya lah dan masih banyak lagi. Kalau sudah seperti ini, gak usah sekolah aja. Bikin sekolah sendiri, di ajari sendiri,bikin kurikulum sendiri, bikin raport sendiri, bikin ijazah sendiri.

Coba bagaimana rasanya jadi guru. Belom lagi tentang kesejahteraan guru, seperti contoh guru cantik Risma yang hanya dapat gaji 75.000. kalau dilihat dari jumlahnya belom layak di sebut gaji. Tapi lebih tepatnya uang untuk membeli sabun. Untuk para buruh, belom juga bisa di anggap merdeka. Mereka selalu terbayang-bayang oleh kata PHK atau bisa juga kata habis kontrak. Kata itu selalu menjadi momok yang menakutkan bagi mereka.

Bagaimana tidak, sekarang ini banyak perusahaan yang dengan gampang membuat keputusan untuk mem PHK kan karyawan. Kalau sudah begini banyak pengangguran, angka kemiskinan meningkat, Kejahatan terjadi di sana sini. Mbok tolong lah ciptakan lapangan pekerjaan yang banyak. Kami ini hanya perlu mendapatkan pekerjaan, mendapat upah yang layak dan rasa aman yang tentram.

Baca Juga  KEPERAWANAN MBAH DARSIH

Cuma itu kok pak Jokowi yang kami inginkan, itu sudah lebih dari cukup kok. Dari segi olahraga, belom juga merasa merdeka. Mau nonton liga lokal saja tidak di siarkan di televisi. Hanya dapat di lihat di TV kabel, TV indovision sebangsanya dan antena UHF. Sedang di desa kami tidak bisa melihat karena susah signal. Sedang di parabola di acak, padahal kami ini butuh hiburan, jika kalian tau para yang di kursi panas kursi atas.

Sepakbola adalah hiburan yang sangat menyenangkan untuk kamu, tapi kenapa di rampas? Apalagi banyak klub-klub dari daerah yang menjadi klub favorit kami. Seperti halnya Persib Bandung, kami ingin melihat kiprahnya. Kami ingin melihat klub-klub di Indonesia itu bertanding. Meskinya juga bukan harapan kami saja. Tapi semua warga negara yang menginginkan sepakbola bisa di lihat dan di nikmati dimana saja. Termasuk di layar kaca seluruh Nusantara. Itu hanya contoh keterkekangan kami, selebihnya lebih dari itu.

Untuk itu ini menjadi tugas mu para pemudi-pemuda indonesia. Singsingkan lengan baju mu untuk negara. Tingkatkan SDM, ciptakan banyak lapangan pekerjaan. Kalian semua pemimpin masa depan negara ini. Setidaknya nanti kita sejahtera di tanah sendiri. Tapi itu semua hanya menjadi mimpi jika tak menjadi aksi.

Comments

SHARE
Previous articleWR SUPRATMAN, PEMUDA DARI PURWOREJO PENCIPTA LAGU INDONESIA RAYA
Next articleSang Bendera
http://reviensmedia.com/wp-content/uploads/2015/12/Logo-R-Reviens-Media-277x300.png
Yan Budi Nugroho, itulah kombinasi nama yang diberikan orang tuanya dan bapak Soekoso DM, seorang budayawan kota kecil Purworejo. Saat ini ia sedang menempuh perguruan tinggi jurusan pendidikan. Hobi: sepak bola, cita-citanya bisa nerbitin buku seperti novelis idolanya Habiburahman el-Zhirazy.

1 COMMENT

  1. Pemuda harus betul-betul bisa menjadi generasi pengisi bangsa bukan hanya harapan, karena dari dulu kata-katanya selalu harapan sehingga tidak menjadi kenyataan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here