Belajar Berbisnis

0
219

Oleh: Dewi Istika

(Mompreneurship, penulis beberapa buku motivasi & bisnis. Tinggal di Surakarta)

Dari Miqdam Ra, Rasulullah Saw bersabda: “Tidaklah seorang (hamba) memakan makanan yang lebih baik dari hasil usaha tangannya sendiri, dan sungguh Nabi Daud As, makan dari hasil usaha tangannya sendiri” (HR. Bukhari)


Nah, dari hadis di atas jelaslah bahwa sesungguhnya makan dari hasil jerih payah usaha sendiri itu lebih baik, dari pada yang hanya sekedar menanti warisan, hihihihi.

Tidak ada salahnya dengan warisan, hanya saja, beberapa orang menjadi malas bekerja dan ongkang-ongkangan ketika mereka tau memiliki warisan dan hanya mengharapkan warisan tersebut.

Usaha atau wirausaha sering disandingkan dengan perdagangan atau perniagaan. Dikatakan pula bahwa 70% rezeki adanya di perdagangan, sedangkan 30% nya tersebar diseluruh bidang lainnya. Tuh kan, nggak ada salahnya belajar berbisnis. Apalagi jika kita sukses dalam bisnis tersebut, bukankah peluang suksesnya lebih besar, sebab 70% rezeki memang tempatnya diperdagangan. Yihay.

Masih tentang dagang, Nabi besar kita Muhammad saw juga seorang pedagang yang sukses. Beliau berdagang sejak usia muda hingga akhirnya bertemu dengan Khadijah. Jadi untuk urusan dagang ini kita sudah punya role mode atau tauladan yang super kece yaitu Rasulullah. Tauladan yang semoga akan membua usaha kita juga akan sukses dan mendulang reziki yang berkah dan berlimpah ruah.

Baca Juga  Ibarat Plastik Pembungkus

Sebelumnya saya akan bercerita, dulu waktu SMA saya sudah mulai belajar berbisnis. Mencoba bekerjasama dengan sebuah penerbit yang menjual buku pelajaran sekolah. Saya mendapatkan 10% fee dari hasil penjualan buku itu. Wow itu menyenangkan.
Hanya butuh muter-muter dari ujung kelas ini ke ujung satunya. Menawarkan pada setiap siswa dan saya mendapatkan pelanggan. Bayangkan itu sangat prospek sekali, dan hambatannya hampir nol persen.

Ok itu pengalamanku, dan saat ini juga lebih banyak bisnis yang bisa dilakukan. Untuk yang masih duduk dibangku SMA pertama bisa mengikuti jejakku yang dulu. Kedua bisa kerja dengan tenaga, yaitu kerja part time. Menjaga warnet, menjaga toko DVD, toko penyewaan buku, kuliner biasanya juga memberlakukan kerja part time. Bisa juga berjualan gantungan tas unik. Kita bisa belajar merangkai, itu mudah lho. Atau hasil sulaman. Yang pasti apa yang kita jual targetnya jelas, yaitu teman-teman kita.

Baca Juga  Kaligesing the Amazing Village

Untuk yang sudah lulus sekolah dan memiliki waktu yang lebih leluasa, banyak juga bisnis yang bisa dilakukan. Baik yang memerlukan modal besar, kecil maupun modal dengkul.

Beberapa usaha yang memerlukan modal kecil dengan untung besar sudah banyak dikupas tuntas diberbagai buku usaha. Beberapa diantaranya yaitu usaha kuliner,seperti jualan soto, bakso, nasi liwet.

Usaha ini hanya memerlukan sedikit modal yang terpenting adalah mengetahui resepnya. Ternak burung, lobster, lele, nila, bonsai tanaman dan lainnya.

Sedangkan usaha yang modal dengk… alias minim sekali modalnya, tetapi terbuka peluangnya dan masih sedikit sainggannya adalah usaha yang lebih kreatif. Saya pernah membacanya di sebuah artikel mengatakan bahwa usaha cuci mobil dan motor PANGGILAN, usaha perbaikan rumah PANGGILAN. Ya, siapa yang tidak mau kalau tukang cuci motor yang datang kerumah? Jadi tidak perlu mengantri dan repot-repot pergi ke salon cucian mobil dan motor.

Mulailah berkreasi dan nikmati uang hasil keringatmu sendiri, yeah! Itu menyenangkan dan membanggakan bukan?
Sumber Photo: www.businesnewsdailys.com

Comments

SHARE
Previous articleJazz di Senggigi: Sepotong Mimpi yang Menjadi Nyata
Next articleKisah Sang Pengantin: Mitos di Ibukota
http://reviensmedia.com/wp-content/uploads/2015/12/Logo-R-Reviens-Media-277x300.png
REVIENSMEDIA.COM hadir untuk menampung pemuda-pemuda kreatif, inspiratif se Indonesia. Keterbukaan, keragaman dan explorasi talenta adalah tujuan reviensmedia.com. Slogan kami adalah: Explorasi untuk Kebersamaan dan Harmoni. Selain web, media yang kita gunakan adalah media sosial lainya. Di media ini kami Bersama-bersama mengembangkan passion, dan karya yang kami hasilkan berupa tulisan dan audio visual. Kami tergabung dalam persahabatan dan karya di ajang Sahabat Reviens yang tersebar seantero nusantara seperti Jakarta, Kebumen, Pontianak, Bitung, Purworejo, Pekanbaru, Sumbawa, Bekasi, Depok dll.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here