MEMBACA (Seni)?

0
152

Oleh: Mega Octaviany FT
(Mahasiswi S3 UNISZA Kuala Terengganu. Berasal dari Nunukan Kalimantan Utara)

Melakukan pekerjaan ini adalah sebuah seni. Mustahil seseorang yang mencintai buku, disertakan mengoleksi dan menghabiskan uang belanjanya bila tidak gila membaca.

Meski begitu, jiwa seni seorang pembaca harus selalu diasah sebagaimana pelukis, penyanyi, perupa atau pelaku seni lainnya. Sulit membayangkan seeorang berhasrat menjadi seorang pembaca tanpa mempersiapkan batu asah di sisinya.

Batu asah itu saya sebut adalah membiasakan walau separagraf dan perlembar setiap harinya. Resep itu beberapa kali berfungsi dan amat jitu mengasah kepekaan kita.

Yang menjadi masalah dan menjadi pertanyaan besar para non-kebiasaan adalah, bagaimana mengasah minat menjadi seorang pembaca agar kemauan tidak kendor dan tidak cepat merasakan kantuk?

Sepertinya saya tidak akan ke ranah yang luas itu. Saya akan bercerita bagaimana nyaman dan tetramnya menjadi seorang pembaca atau mencintai buku.

Rasanya seperti mahasiswa yang sedang ujian skripsi tanpa kendala apapun lalu dinyatakan lulus. Atau sejenis rasa rindu meringkuh kesedihan para perindu, lalu bertemu kekasihnya tak terduga. Dengan kata lain, coretan ini hanya sekedar kompor gas, memanas-manasi teman-teman semua agar tetap getol membaca.

Baca Juga  KEPERAWANAN MBAH DARSIH

Nah, sedikit cara:
Hal yang pertama yang sering saya lakukan adalah tunaikan rasa ingin tahu yang mendalam. Sementara di jalan, diskusi atau apa pun itu, ada hal yang tidak paham, baik butuh atau pun tidak, bemanfaat atau pun tidak, berusaha saya search di mbah google berupa buku atau artikel. Karena rasa penasaran saya yang begitu besar.

Karena apa yang saya baca sekarang akan bermanfaat di kemudian hari. Dan ini sangat terbukti. Seorang perempuan yang lahir dan tumbuh besar di daerah perbatasan, terpicu untuk mengabulkan rasa penasaran saya agar fasih membaca dan menulis.
Singkatnya, kebiasaan ini harus sesering mungkin dilatih. Dan pintu gerbang kecerdasan itu bernama ilmu pengetahuan yang dapat dibuka dengan menggunakan kunci lebih besar, yaitu tunaikan rasa ingin tahu.

Hal selanjutnya adalah membiasakan mencintai. Mencintai jangan biasakan pada lawan jenis saja, tapi juga benda bacaan. Contoh, cintai buku sepenuh hati, berbicara hati pasti terkait dengan rasa. Insya Allah agresifnya lebih keren dari cinta manusia yang material.

Hal terakhir yang biasa saya lakukan, tidak hanya membaca di mbah google, banyak hal dunia yang bisa di baca. Biasanya saya banyak download Ebook atau Ejurnal, agar bisa baca via phone. Bisa juga baca koran, minimal update dulu.
Atau setiap jalan harus membawa 1 buah buku menjadi teman setia yang tidak pernah cemberut dan dongkol saat menunggu.

Baca Juga  Mengenal Diri Sendiri

Tiap hari saya harus menggunakam jurus paksa untuk membaca sekurang-kurangnya dua sampai tiga lembar, asal ada dari pada tidak sama sekali. “Orang bisa karena biasa”, nasehat ini sangat sederhana, tapi mujarab. Coba deh!
Itulah tiga resep sederhana mengasah untuk “membaca”. Mungkin cara ini belum tepat bagi teman-teman sekalian, atau ada cara yang lebih keren, tidak apa! Setiap manusia diciptakan kemampuan dan metode dalam menangkap ilmu pengetahuan berbeda-beda.

Anda akan menemukan cara anda sendiri. Yang paling penting adalah harus miliki semangat membaca agar senantiasa membara walau diterpa angin. Bukan sebaliknya, redup dan akhirnya hanya menjadi abu.

Oh ya, satu lagi, merawat semangat juga ada caranya, jadi untuk tetap terjaga dari segala aktivitas, abadikan dan tuangkanlah bacaan tersebut dengan MENULIS.
Selamat Mencoba!

Comments

SHARE
Previous articleWarisan Nusantara: Biting dan Bungkus Daun Pisang
Next articleLokal Wisdom Ritus Nggua
http://reviensmedia.com/wp-content/uploads/2015/12/Logo-R-Reviens-Media-277x300.png
REVIENSMEDIA.COM hadir untuk menampung pemuda-pemuda kreatif, inspiratif se Indonesia. Keterbukaan, keragaman dan explorasi talenta adalah tujuan reviensmedia.com. Slogan kami adalah: Explorasi untuk Kebersamaan dan Harmoni. Selain web, media yang kita gunakan adalah media sosial lainya. Di media ini kami Bersama-bersama mengembangkan passion, dan karya yang kami hasilkan berupa tulisan dan audio visual. Kami tergabung dalam persahabatan dan karya di ajang Sahabat Reviens yang tersebar seantero nusantara seperti Jakarta, Kebumen, Pontianak, Bitung, Purworejo, Pekanbaru, Sumbawa, Bekasi, Depok dll.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here