Egrang: Nilai Pembanding Permainan Modern dan Tradisional

0
267

Oleh: Feri Kumala Sianida

Egrang, apa si egrang itu? Teman-teman mungkin sudah tak asing lagi ya dengan permainan egrang.
Permainan ini cukup dikenal oleh masyarakat luas dan sudah sejak dulu permainan ini ada. Egrang adalah permainan tradisional yang terbuat dari dua buah batang bambu yang berukuran kurang lebih 2,5 meter serta terdapat pijakan kaki berukuran 20 cm.

Pembuatan egrang sebenarnya menyesuaikan siapa yang akan memakai. Bila orang dewasa dapat dibuat lebih panjang dan tinggi dan bila anak-anak bisa dibuat lebih pendek. Permainan egrang ini biasa dimainkan oleh anak-anak kecil.
Bermain egrang membutuhkan keahlian, karena permainan ini membutuhkan keseimbangan tubuh agar tidak jatuh.

Baca Juga  ORANG DAYAK PUNYA GAWE, NAMANYA GAWAI DAYAK

Akan tetapi, seiring dengan perkembangan zaman permainan yang masuk katagori permainan tradisoanal ini mulai dilupakan. Anak-anak jarang kita temui bermain egrang, mereka lebih memilih untuk bermain gadget dan asyik dengan dunianya sendiri. Permainan zaman modern jarang mengandung nilai positif yang dapat diambil oleh anak-anak. Bahkan bisa dikatakan hanyalah mengajarkan anak untuk bermalas-malasan, hidup boros, serta hidup individu.

Kita lebih cermati lagi bahwa sebenarnya permainan tradisional banyak mengajarkan hal-hal yang baik. Nilai kebersamaan, nilai bekerja sama untuk saling menjaga, serta nilai kejujuran kerap kali disampaikan melalui aturan permainan tradisional. Dari permainan itulah anak-anak mulai diajarkan banyak hal yang harus mereka lakukan. Sehingga sejak dini secara tidak langsung kita menanamkan perilaku yang baik terhadap anak.

Baca Juga  Memahami Abstraksionisme ala Baron Basuning

Alangkah baiknya kita tetap melestarikan permainan tradisional yang di antaranya adalah egrang. Mengingat permainan egrang juga salah satu permainan tradisional yang banyak manfaatnya, maka sudah menjadi tugas kita sebagai generasi penerus untuk menjaga, karena nenek moyang kita terdahulu telah mengajarkan banyak hal melalui permainan egrang. Mari kita jaga peninggalan tradisi positif leluhur agar tidak hilang tergerus zaman.

Comments

SHARE
Previous articleSEKEPING HATI AYAH
Next articleKopi Pagi di Selatan Ibukota
http://reviensmedia.com/wp-content/uploads/2015/12/Logo-R-Reviens-Media-277x300.png
Aku seorang wanita yang dilahirkan di Purworejo 23 tahun lalu, namaku Feri Kumala Sianida. Hobiku jalan-jalan sama nulis, dan aku memiliki motto dalam hidupku tak mudah menyerah sebelum mendapatkan apa yang kita harapkan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here