Ternyata Purworejo Bukan Lagi Kota Pensiunan?

3
657

REVIENSMEDIA.COM, PURWOREJO – Dari dulu sejak aku masih kecil sampai sekarang udah besar, Purworejo masih disebut kota pensiun. Yaps… kota yang isinya pensiunan semua. Yang dimaksud kota pensiun itu sebenarnya bukan seperti kata apa yang saya sebutkan di atas. Tapi begini, Purworejo itu penduduknya mayoritas perantau semua. Mereka tua muda, laki-laki perempuan semuanya suka merantau. Bisa dikatakan perantau dari Purworejo itu mengivansi semua kota besar di Indonesia. Bahkan sampai luar negeri, baik negara tetangga maupun negara jauh lainnya.

Nah, ketika mereka memasuki masa tua, istilahnya pensiun dalam dunia pekerjaan. Mereka semua pulang ke Purworejo. Setelah masa mudanya dihabiskan di tanah rantau. Berharap bisa hidup tenang bersama anak cucu menikmati tabungan yang mereka kumpulkan.

Dari perilaku seperti itu sebenarnya malah menimbulkan dampak negatif dalam jangka panjang. Akhirnya kota Purworejo ini hanya akan dihuni oleh orang tua yang tidak produktif lagi. Dalam hal ini sangat merugikan untuk Purworejo. Sebab kota yang maju itu adalah kota yang pemudanya membangun tanah kelahirannya. Sedang yang terjadi mereka menghabiskan masa mudanya di kota orang, bukan di kotanya sendiri (merantau).

Tapi akhir-akhir ini, sepertinya julukan kota pensiunan untuk Purworejo mulai terpatahkan dan memudar. Pemuda-pemuda Purworejo mulai sadar bahwa merantau bukanlah pilihan yang tepat. Tapi membangun kota Purworejo dari berbagai hal akan mempercepat kemajuan. Terutama membangun ekonomi yang berkesinambungan.

Baca Juga  Kuliner Tersembunyi, Rica-rica Menthok yang Menggugah Selera

Saat ini aku lihat mulai banyak pemuda kreatif yang mulai peduli dengan kota Purworejo ini. Mereka mulai membangun jaringan dan usaha dari beberapa sektor di antaranya pariwisata. Hal itu akan menarik investor masuk ke Purworejo. Dengan adanya investor itu berarti bisa dibayangkan, apa yang mereka lakukan dengan usaha mereka dapat membangun jaringan ekonomi yang kuat.

Jika semua ini mendapat dukungan dari pemerintah dapat dipastikan pertumbuhan ekonomi di Purworejo akan sangat subur.

Sebenarnya aku ini dulunya perantau juga. Bekerja di sebuah produsen otomotif terbesar di Indonesia adalah pilihan pekerjaanku. Setelah berjalan kurang lebih 3 tahun aku sadar, aku enak-enkan di sini. Tapi teman-temanku tak seberuntung aku. Mereka sekarang kerja apa, terus bagaimana dengan kota kelahiranku.

Jika semua pemuda merantau, pasti Purworejo tidak bisa berkembang cepat seperti kabupaten lainnya. Yang mulai membangun pariwisata, pertanian, dan perikanannya, serta masih banyak yang lainnya. Akhirnya ku putuskan untuk keluar dari pekerjaanku, dan kembali ke Purworejo.

Mungkin Allah memang sudah menggariskan kepulanganku ke tanah kelahiran, tak butuh lama aku menganggur. Aku diberi amanat untuk menjadi teman bermain anak SD, aku menjadi guru. walaupun jika dilihat dari gajinya tak seberapa, tapi aku tetap beryukur. Allah berbaik hati lagi pada ku, singkatnya aku bertemu kawan yang secara sengaja mengajak ku untuk bergabung di media. Aku pun menyetujuinya, Media itu bernama reviensmedia.com, media asli Purworejo yang berskala nasional.

Baca Juga  Sekolah Urban Sekolah Literasi Indonesia

Saat ini aku sedang berjuang keras bersama pemuda bercita-cita tinggi lainnya, memajukan Purworejo. membangun media ini, dengan tujuan untuk menjadi ladang baru bagi mereka. Supaya tetap di kota ini tidak merantau ke kota lain lagi.

Sekarang ini Purworejo dipenuhi pemuda-pemuda kreatif, mereka yang akan mematahkan julukan kota pensiun itu. Jika satu pemuda saja bisa seperti ini, bagaimana jika 100 pemuda. Aku rasa Purworejo hanya tinggal menunggu waktu saja untuk masa ke kemasannya. Sebab saat ini banyak sekali organisasi yang mempunyai tujuan untuk memajukan Purworejo. Ada MANGROVE, IPNU, ARAHIYOUNG, dan REVIENSMEDIA.COM sendiri.

Untuk itu kami memohon doa restunya dari kalian semua. Terutama orang Purworejo. Semoga kami diberi kekuatan, kesabaran, dan ke uletan dalam merengkuh cita-cita itu. Purworejo rumah ku, kami akan membangunmu segenap kemampuan kami masing-masing.

Comments

SHARE
Previous articleTedak Siten: Prosesi Selamatan si Kecil
Next articleRahasia Rezeki dalam Kebaikan
http://reviensmedia.com/wp-content/uploads/2015/12/Logo-R-Reviens-Media-277x300.png
Yan Budi Nugroho, itulah kombinasi nama yang diberikan orang tuanya dan bapak Soekoso DM, seorang budayawan kota kecil Purworejo. Saat ini ia sedang menempuh perguruan tinggi jurusan pendidikan. Hobi: sepak bola, cita-citanya bisa nerbitin buku seperti novelis idolanya Habiburahman el-Zhirazy.

3 COMMENTS

  1. […] REVIENSMEDIA.COM, PURWOREJO – Dari dulu sejak aku masih kecil sampai sekarang udah besar, Purworejo masih disebut kota pensiun. Yaps… kota yang isinya pensiunan semua. Yang dimaksud kota pensiun itu sebenarnya bukan seperti kata apa yang saya sebutkan di atas. Tapi begini, Purworejo itu penduduknya mayoritas perantau semua. Mereka tua muda, laki-laki perempuan semuanya suka merantau. Bisa dikatakan perantau dari Purworejo itu mengivansi semua kota besar di Indonesia. Bahkan sampai luar negeri, baik negara tetangga maupun negara jauh lainnya. […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here