Drakor (Drama Korea) dan Ekspansi Budaya

0
1086
Para pemain Drama Korea (drakortv.com)

Oleh : Budi Cesar

Drakor begitulah kita menyingkatnya, kenapa saya menggunakan kata “kita” karena kalian yang suka dengan Drakor atau Drama Korea sama seperti saya, saya juga suka dengan serial The Hiers dimana Lee Min Ho menjadi Tokoh Utama sebagai anak dari konglomerat terkaya, Love Story in Harvard sebagai serial favorit saya, ketika Hyun Woo yang diperankan oleh Kim Rae Won bersaing dengan rekannya yang sama-sama kuliah di Fakultas Hukum Universitas Harvard untuk mendapatkan Soo In yang diperankan oleh seorang artis cantik idola saya, Kim Tae Hee.

Terus apa lagi ya yang saya suka, hehm begitu banyaknya drakor yang saya lihat sampai-sampai saya lupa judul-judulnya. Oh iya ada juga yang pernah saya tonton judulnya Orange Marmalade, yang menceritakan seorang vampire yang tidak minum darah manusia, kelompok mereka hanya minum darah binatang, ketika Drama percintaan antara dua makhluk beda genus ini dimulai, disinilah terasa cerita cinta yang ada di serial Orange Marmalade begitu menyayat, ya bisa dikatakan serial ini mengadopsi Tetralogi Twilight-nya Stephenie Meyer, bedanya yang jadi pemeran utama manusia adalah seorang laki-laki, yang diperankan oleh Yeo Jin Goo, sedangkan pemeran vampire cantik bernama Seol Hyun sebagai Ma-Ri.

Hits adalah kata yang tepat untuk Drakor yang berjudul Descendants of the Sun, serial ini adalah serial terkeren yang pernah saya tonton, nggak percaya? Coba kalian tanya temen-temen cewek kalian, nggak cewek juga, cowok-pun boleh, termasuk saya yang demen mantengin wajah ayu nya si Song Hye Kyo, sebagai dokter Kang Mo-Yeon.

Ya, sebelum serial ini tayang, pertama kali saya melihat serial korea, jiwa saya tersihir atas peran yang dimainkan Song Hye Kyo saat memerankan serial Full House sebagai Hang Ji Eun. “Oh My God wajahnya bikin para lelaki melayang cuy.”  Ji Eun adalah seorang penulis, kala itu dia ditipu oleh rekannya, yang katanya Ji Eun menang dalam lomba dan mendapatkan hadiah berupa liburan gratis ke Shanghai, saat hendak menuju Shanghai, Ji Eun muntah dipesawat dan tepat mengenai kemeja Lee Young Jae yang diperankan oleh Rain, dari situlah cerita percintaan mereka dimulai.

Song Hye Kyo terlihat cantik alami saat memerankan Ji Eun, sekarang dia berperan sebagai dr  Kang Mo-Yeon. Bah, lengkap sudah kecintaan kita pada cewek satu ini. Serial ini sukses mengantarkan semua pecinta Drakor jadi baper sadis abis.

Mo-Yeon diceritakan sebagai seorang dokter di Rumah Sakit Haesung yang ketika itu Si Jin sedang mengantarkan seorang pencuri sepeda motor yang kala itu terjatuh dari motornya. Mo Yeon sangat curiga dengan Si Jin, dia menganggap Ketua Tim Alpha pasukan khusus Tentara Angkatan Darat Korea Selatan ini sebagai ketua Gangster. Mo Yeon percaya kalao Si Jin dan Serma Dae-Young yang memukuli sang pencuri motor.

Si-Jin berusaha mencari perhatian, karena dia sangat tertarik dengan Mo-Yeon dan akhirnya kalian harus nonton sendiri serial ini, “capek bos ngetik mulu..!!” hahaha.  Pokoknya kalo kalian nonton serial Descendants of the Sun, itu yang namanya air mata bisa tumpe-tumpe. Serius!!..

Korea Selatan memang sekarang lagi panas-panasnya mengembangkan dan menyebarkan ekspansi budaya nya melalui film-film, serial tivi dan berbagai serial games, melalui K-Pop nya dari Girls Generation a.k.a SnSd, T-ARA, Miss-A, Sistar, 4Minute pokoknya saya nggak henti-hentinya mantengin Youtube buat ngelihat ke-seksiannya, ke-montokannya, ke-semlohean-nya, dan ke-, ke-, ke- yang lainnya dari seluk beluk tubuh mereka. Beh, yang jelas jika saya sedang mojok disudut kamar sambil pegang hape dan pasang headset, sudah pasti saya sedang nge games “Cieee, yang pikirannya jorok…”

Soal games-pun begitu, kalian tahu Running Man? So, pasti tahulah. variety show yang ditayangkan oleh Seoul Broadcasting, pada tahun 2010. Running Man menciptakan sebuah permainan dengan bintang tamu yang harus menyelesaikan misi ke misi, biasanya Running Man ini diselenggarakan di tempat-tempat yang menjadi landmark dari Negara Korea Selatan. Bukan cuma Running Man kita juga pasti nonton juga Infinity Challenge. Udah deh!!! berani sumpah pokoknya kedua varietas show ini bikin gemes. Setuju kan?

Nah, oke bagaimana sekarang menyoalkan tentang ekspansi budaya nya Korea Selatan. Mulai dari kesedaranku sendiri yang nggak habis-habisnya nonton serial drakor, K-Pop dan varietas show ala-ala Korea, saya dan pasti kalian juga akan melakukan hal yang sama jika pulang kerja tiba, apalagi saat weekend, sudah pasti hidup kita dihujane dengan linangan air mata bagi cewek dan ratusan tissue yang basah ditempat sampah bagi kaum lelaki sejati.

Sadar tidaknya kita seorang fans K-Pop, drakor dan varietas show Korea atau yang berbau-bau Korea akan berpengaruh juga pada perubahan nilai-nilai kebudayaan yang kita miliki pula. Proses-proses itu akan mulai terbentuk, melambat dan pasti. Mulai dengan mempelajari Bahasa-nya, Gaya berbusananya, hingga ketaraf yang akan merubah total diri kita, hingga hal-hal yang berkenaan dengan kita sebagai bangsa Indonesia akan hilang, pertama kali kita akan menolak akan hal tersebut, tapi tak bisa dipungkiri kita menghabiskan 80 % waktu senggang kita untuk menonton segala sesuatu yang berbau Korea, hingga kita tidak pernah tahu sedikitpun soal budaya kita sendiri.

Song Joong Ki, lahir di Daejeon, Korea Selatan, 19 September 1985, Golongan Darah A; Lee Min Ho, lahir di Seoul 22 Juni 1987; Kim Tae Hee, lahir di Busan, Korea Selatan 29 Maret 1980, Pacarnya Rain; Song Hye Kyo, lahir Dalseo Korea Selatan 26 Februari 1982, Golongan Darah A, Hobi Stitching-knitting dan mengoleksi parfum.

Stop!!!, biodata diatas pastinya kalian para Fans termasuk saya sudah sangat hafal, dari nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, hobbi, golongan darahnya, pendidikannya dimana, film dan drama apa saja yang telah mereka mainkan, rumahnya juga tahu, makanan minuman favorit, kesukaan, jadwal syuting bahkan jadwal Pu*p mereka saja pasti kita tahu. Dan saya yakin tidak hanya empat artis diatas yang biodatanya diluar kepala, “masih banyak lagi Gaes!!”

Sekarang, coba ditanya biodata beberapa pahlawan. Coba kita absen, biodata Cut Nyak dien, siapa tahu? Biodata Kartini, siapa tahu? Pangeran Diponegoro, siapa tahu? Pangeran Antasari? Imam Bonjol? Teuku Umar? “Terlalu tua tuh Bang!!”

“Oke kita cari yang mudaan? biodata Sutan Syahrir? Sayuti Melik? Tjokroaminoto? Ki Hajar Dewantara?” pass ajalah ya.

“Bang, tokoh yang kekinian di Negeri ini Bang?”

“Oke kita sebut, Biodata Pak Jokowi siapa tahu? Pak Ahok siapa tahu?”

Saya yakin kalian sama sepertiku, jawabnya “tidak tahu”. Prof. Ir Fredrik L. Benu, M.Si., Ph.D mengatakan “Bagaimana bisa dipahami diplomasi budaya Amerika yang mampu menghipnotis sebagian konsumen di sejumlah Negara baik Negara maju maupun Negara-negara berkembang dengan expansi  film Hollywood yang mampu mendominasi pasar perfilman dunia dalam 30 tahun terakhir dan sangat mendeterminasi perubahan budaya masyarakat yang banyak mengimport film Hollywood.” Coba pahami kalimat yang saya bold.

Lanjutnya “Jadi isu tentang diplomasi kebudayaan sesungguhnya bukan hal sepele soal bagaimana memproteksi budaya sebuah bangsa, melalui kebijakan menggugah elemen emosional semua unsur kebangsaan dan melalui argumentasi politik.”

“Itukan Hollywood Bang, bukan Drama Korea atau yang berbau-bau Korea?”

Oke, bagaimana jika Negara Amerika saya ganti saja dengan Negara Korea Selatan, kemudian prasa tersebut menjadi “Bagaimana bisa dipahami diplomasi budaya Korea Selatan yang mampu menghipnotis sebagian konsumen di sejumlah Negara…. .” bagaimana menurutmu?

Kita tidak tahu diterminasi apa yang akan merubah pola kebudayaan masyarakat kita, terhadap asupan yang berbau-bau Korea a.k.a Drama Korea, yang pasti perubahan itu pelan tanpa kita sadari dan pasti.

Saya sangat miris ketika saya sendiri ditanya tentang cerita kepahlawanan Kota Surabaya saja tidak tahu; Saya sangat miris ketika saya sendiri ditanya tentang cerita Heroik Bandung Lautan Api saja tidak tahu; Saya sangat miris ketika saya sediri ditanya tentang filosofi sebuah songket, batik, keris, gamelan, seni tari dan kebudayaan bangsa sendiri saja tidak tahu, dan saya sangat miris ketika saya tidak memahami bahasa daerahku. Ini merupakan PR bagi kita bersama generasi penerus bangsa, jangan sampai kita lupa dengan jati diri kita. Budaya kita sebagai Bangsa Indonesia.

Comments

BAGIKAN
Berita sebelumyaSajak-sajak Wayan Jengki Sunarta
Berita berikutnyaPelangi Tak Berkilau
http://reviensmedia.com/wp-content/uploads/2015/12/Logo-R-Reviens-Media-277x300.png
Pria yang memiliki motto dalam hidup lets life flow like a water Ini lahir di semarang, 20 juni 1987. Berpendidikan SH di universitas negeri semarang. Ia pernah magang advokad pada yayasan bantuan hukum adil indonesia, dan sekarang kerja di KPP Pratama Pontianak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here