Kentut Rinjani: Geopark dan Kita

0
282

Oleh: Paox Iben

REVIENSMEDIA.COM, LOMBOK – Beberapa hari ini Gubernur NTB sedang melawat ke Inggris. Katanya untuk meminta dukungan agar Rinjani segera ditetapkan sebagai Geopark Dunia.

Kenapa Inggris? Selain bertemu orang Unesco bidang Geopark, saya kira itu juga penting untuk merawat ingatan sejarah. Konon letusan Rinjani tahun 1257, yang dikenal sebagai letusan terbesar sepanjang sejarah abad Masehi itu (300 kali letusan Tambora 1815?) telah menyebabkan wabah Blackdeath yang menghantui dunia khususnya di Eropa. Hampir sepertiga populasi manusia di dunia saat itu mati secara mengenaskan oleh wabah yang sangat aneh. Korbannya konon mencapai 75 juta orang sepanjang hampir 100 tahun. Korban terbesar tercatat di Inggris.

Pada saat bersamaan ketika Gubernur berada di Inggris itu, tiba-tiba Rinjani Erupsi. Tidak sampai parah. Tapi saya termasuk yang mempercayai jika gunung, dimanapun, itu adalah mahluk yang memiliki jiwa dan mampu merespon keadaan, berkomunikasi dengan semesta lainnya.┬áMeskipun bukan maqom saya untuk membaca apalagi menelaahnya, namun batuk, atau barangkali “kentut”nya Rinjani itu memiliki pesan atau makna tersendiri.

Kenapa saya sebut Kentut? Sebab kentut itu baunya busuk. Ia seperti sedang mual, mules lihat tindakan manusia terhadapnya. Rinjani adalah gunung berapi aktif tertinggi no 3 di Indonesia yang memiliki fungsi ekologis sangat penting bagi Lombok, Indonesia, bahkan dunia.

Jika satu pohon saja tumbang di lerengnya, berapa ribu liter debit air yang berkurang? Berapa desa yang akan mengalami kekeringan, krisis pangan, angka kejahatan dan kerusuhan meningkat?
Jika banyak pohon? Apalagi jika hutannya digunduli, ditanami villa dan bangunan beton, diacak-acak sama pendaki yang mengaku pecinta alam tetapi hobinya buang sampah sembarangan.

Diproyekin atas nama pariwisata dan ini itu? Bagaimana Rinjani nggak dongkol? Dan ketika gunung rusak, tanah-tanah menjadi gersang, bumi semakin panas, bukan hanya anomali cuaca dan musim tapi manusia di seluruh dunia juga akan mengalami pancaroba tak berkesudahan dalam berbagai aspek kehidupan.

Tapi kentutnya Rinjani itu mungkin juga sebentuk dukungan untuk Pak Gubernur, supaya dunia mendengar dan melihat, juga ikut bertanggungjawab terhadap kerusakan ekosistem Rinjani. Agar semua orang ikut menjaga, mengawasi, merehabilitasinya.

Entahlah. Yang saya tahu beberapa hari sebelum Rinjani ngamuk tahun 1257 M yang menyebabkan kehancuran dan wabah hitam itu. Baghdad dihancurkan oleh bala tentara Mongol di bawah komando Hulagukhan. 800.000 orang terbunuh. Sungai Tigris dan Eufrat berwarna merah oleh darah. Tak terhitung buku-buku dan warisan pengetahuan dunia yang lenyap. Peristiwa itu juga dikenang sebagai tragedi terbesar dalam sejarah peradaban umat manusia. Pantas saja Rinjani mengamuk.

Comments

BAGIKAN
Berita sebelumyaBejana Kaca
Berita berikutnyaVideo: Potret Pendidikan Di Ujung Indonesia
http://reviensmedia.com/wp-content/uploads/2015/12/Logo-R-Reviens-Media-277x300.png
REVIENSMEDIA.COM hadir untuk menampung pemuda-pemuda kreatif, inspiratif se Indonesia. Keterbukaan, keragaman dan explorasi talenta adalah tujuan reviensmedia.com. Slogan kami adalah: Explorasi untuk Kebersamaan dan Harmoni. Selain web, media yang kita gunakan adalah media sosial lainya. Di media ini kami Bersama-bersama mengembangkan passion, dan karya yang kami hasilkan berupa tulisan dan audio visual. Kami tergabung dalam persahabatan dan karya di ajang Sahabat Reviens yang tersebar seantero nusantara seperti Jakarta, Kebumen, Pontianak, Bitung, Purworejo, Pekanbaru, Sumbawa, Bekasi, Depok dll.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here