Pelukan Hanafi Untuk Tulang Bawang Barat

0
465

REVIENSMEDIA.COM, TULANG BAWANG BARAT –  Panaragan Mimpi menjadikan Kabupaten Tulang Bawang Barat di Provinsi Lampung menjadi Kota Sastra Dunia nampaknya bukan main-main. Setelah disapa dengan launching buku Tubaba di Goethe Institute Jakarta dengan para penulis kenamaan Indonesia yakni Nukila Amal, A.S. Laksana, Yusi Avianto Pareanom, Iswadi Pratama, Esha Tegar Saputra, Afrizal Malna, Dewi Kharisma Michellia, Dea Anugrah, dan Langgeng Prima Anggradinata dan diterbitkan oleh Bappeda Tulang Bawang Barat.

Kini prosesi budaya ini berlanjut di Kabupaten Tulang Bawang Barat sendiri. Berlokasi di 3 tempat yakni rumah dinas bupati, Bundaran Tugu Rato dan Kompleks Islamic Center. Pemerintah Tulang Bawang Barat memang serius dan menjadikan ini sebagai momen kebangkitan dan untuk memperteguh dari mimpi serta visi ke depan menjadikan Tulang Bawang Barat menjadi no 1 Kota seni dan sastra di Sumatera bahkan Indonesia. Dengan menggandeng jaringan dari Studio Hanafi Jakarta serta para Arsitek dan seniman no 1 tanah air di antaranya Pelukis Hanafi, Arsitek Andra Matin, Koreo Hartati, Semi Ikrar Anggara, dan tentu saja para komunitas dan penggiat seni lokal kabupaten yang berdiri tahun 2008 ini.

Semuanya dibenahi total dan dibuat nilai tambah. Mulai dari tarian daerah, seni rupa, teater dll. Dari pihak Studio Hanafi yang telah setahun lebih masuk dan meriset serta memetakan potensi dari Tulang Bawang Barat ini menjadikan Bupati Umar Ahmad dan didukung penuh oleh Gubernur Lampung ini optimis kabupaten ini akan melesat dan benar-benar setara dengan kota sastra di dunia lainnya sepeti Edinburgh, Santiago, Dublin dll nya.

Andra Matin yang merancang Masjid 99 Cahaya sebagai ikon Kabupaten Tulang Bawang Barat, belum lagi Hartati yang menciptakan Tari Nenemo, dan Pelukis asset Indonesia, Hanafi yang dengan telaten melatih 20 pelukis muda dari Tulang Bawang Barat serta sedang merumuskan satu pola baru seni rupa Indonesia yang bersumber dari salah satu SDA yang berlimpah di Kabupaten Tulang Bawang Barat ini. Tentu saja selain dengan bantuan para seniman kelas atas Indonesia, pihak-pihak seniman lokal dari Tulang Bawang Barat sendiri juga disajikan dan sudah diramu menjadi sebuah sajian yang berkelas.

Rata penampilan dari 103 desa di Tulang Bawang Barat semuanya lengkap. Dari musik, tari, pakaian adat, musik ansambel para siswa sekolah, pertunjukan 200 pemain Hadrah, pameran lukisan para pelukis muda, pertunjukan musik dan Teater Tubaba pimpinan Semy Ikra Negara. Ada juga lokakarya sastra untuk Guru-guru bahasa Indonesia.

Pantas Bupati Umar Ahmad optimis. Karena sepak terjang Hanafi, Andra Matin dkk dalam mencintai dan membangkitkan potensi seni rupa di nusantara ini sudah tak terbantahkan serta juga merupakan magnet bagi Tubaba sendiri. Dalam Selamatan Budaya ini pun dihadiri oleh Menteri Agama dan Dubes-dubes negera sahabat. Sama saat launching buku kerja sastra Tubaba di Goethe Institut yang dihadiri Dubes Belgia, Jerman dll. (ie)

Image by: Jawa Pos.

Comments

BAGIKAN
Berita sebelumyaSINERGIKAN KOTA, ETAWA OUTBOUND MUNCUL DI PURWOREJO
Berita berikutnyaRisalah Hati
Tiada hari tanpa inspirasi”.Jadi pemuda haruslah menginspirasi,unik dan bisa berkarya.Jangan standart dan kebanyakan saja.Ini yang jadi pijakan pemuda kelahiran Purworejo 30 Jully lalu.Menulis,jalan-jalan,diskusi adalah minatnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here