REVIENSMEDIA.COM, PURWOREJO – Dewasa ini kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan semakin meningkat. Bahkan gaya hidup sehat sudah menjadi semacam tren tersendiri. Hal itu berdampak pada perkembangan pesat bisnis sektor kesehatan yang diantaranya berupa usaha produksi herbal atau obat-obatan dari bahan alami. CV. Tiga Putri contohnya. Usaha yang dirikan oleh Sri Hartati, warga desa Lubangindaan , kecamatan Butuh tersebut memproduksi obat herbal dalam bentuk jahe merah instan dan minyak kelapa murni Mustika VCO.

Sri Hartati bertutur, “Semula saya kasihan pada suami yang sering sakit-sakitan. Meski sakit separah apapun, suami saya itu tidak pernah mau berobat ke dokter. Saya jadi terdorong untuk mencari cara bagaimana supaya dia bisa sehat tanpa harus ke paramedis. Kemudian saya searching internet lalu menemukan resep pembuatan jahe merah instan dan VCO yang khasiatnya saya rasa cocok buat suami. Saya mencoba-coba membuatnya di 2011 dan berhasil. Alhamdulillah setelah rutin mengkonsumsi jahe merah instan dan VCO buatan saya, suami tidak sakit-sakitan lagi. Saya lihat ada peluang bisnis dalam hal ini, maka saya segera bergerak melakukannya.”

Pada awalnya Sri Hartati sempat bingung sebab dia tidak punya modal untuk mulai usaha. Untunglah ada saudaranya yang mau memberikan bantuan dana sebesar 25 juta. Sebagai imbal balik atas pemberian modal tersebut, Sri Hartati merekrut kedua anak perempuan saudaranya itu untuk sama-sama menggawangi usaha produksi jahe merah instan dan VCO pada tahun 2013. Dari situlah terbetik ide menamai usahanya dengan sebutan CV. Tiga Puteri. Dalam seminggu CV. Tiga Puteri yang memiliki 10 orang tenaga kerja mampu memproduksi sebanyak 60 kg atau 300 pack bubuk jahe merah instan. 1 pack kemasan ukuran 225 gram dibanderol seharga 15 ribu. Demikian pula dengan harga jahe merah instan versi kemasan boks yang masing-masing berisi 10 sachet. Sementara kapasitas produksi Mustika VCO mencapai 40 liter per hari dan dikemas dalam botol ukuran 250 mili. Sebotol Mustika VCO juga dijual seharga15 ribu.

Jahe merah instan produksi CV. Tiga Puteri memiliki manfaat, diantaranya untuk meningkatkan stamina dan kekebalan tubuh , memperbaiki fungsi pencernaan juga dapat mengeluarkan toksin(racun) dari tubuh. Adapun produk Mustika VCO berfungsi, antara lain sebagai antibiotik super, dapat menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh dan menghambat pertumbuhan kanker. Khasiat jahe merah instan maupun Mustika VCO akan terasa jika rutin mengkonsumsinya dengan takaran 2 sendok makan per hari.

Baca Juga  MAU BERSAMA MESKI TAK SAMA

Misi Pemberdayaan Ibu-Ibu Rumah Tangga
Untuk beberapa saat lamanya, Sri Hartati mengoperasionalkan CV. Tiga Puteri dengan kapasitas produksi yang kecil. Ia lalu memasarkan produknya secara langsung door to door dan juga nitip ke toko-toko maupun teman yang berada di luar kota.. Ternyata pasar merespon positif kedua produk CV. Tiga Puteri, sehingga kemudian banyak yang memesan dalam jumlah besar. Pemesan produk CV. Tiga Puteri tersebar di berbagai daerah,antara lain Irian, Jakarta, Bekasi, Surabaya, Magelang dan tentu saja Purworejo. Demi memenuhi permintaan tersebut, CV. Tiga Puteri terus meningkatkan kapasitas produksi dengan menambah tenaga kerja. “Saya memberdayakan tetangga-tetangga sekitar, yakni ibu-ibu rumah tangga yang tidak ada pekerjaan lain setelah menyelesaikan pekerjaan rumah tangganya. Lebih saya prioritaskan para janda. Saya latih mereka supaya ahli membuat jahe merah instan dan VCO, sekaligus cara memasarkannya. Ini sama-sama menguntungkan buat saya juga buat mereka. Bisnis saya terbantu , sedangkan mereka mendapat pemasukan yang menambah penghasilan keluarga. Yang terpenting ibu-ibu rumah tangga ini bisa mandiri , sehingga tidak mengalami kesulitan berarti ketika semisal nafkah dari suami kurang mencukupi atau ditinggalkan suami akibat cerai, meninggal dunia dan lain sebagainya”, ungkap Sri Hartati.

Kiprah Sri Hartati yang memberdayakan masyarakat melalui bisnis herbal CV. Tiga Puteri akhirnya terekspose secara luas dan mendapatkan atensi dari berbagai pihak. Contohnya Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan dan Pariwisata(DISKOPERINDAGPAR) Purworejo yang kemudian memberikan pembinaan lebih lanjut guna pengembangan bisnis herbal CV . Tiga Puteri dari sisi teknis. Selain itu, DISKOPERINDAGPAR memuluskan akses bagi Sri Hartati untuk memberikan pelatihan produksi jahe merah instan dan VCO kepada masyarakat di 16 kecamatan wilayah kabupaten Purworejo. Perusahaan Daerah Aneka Usaha(PDAU) Purworejo pun tak ketinggalan dalam mendukung usaha Sri Hartati. PDAU menggelontorkan bantuan modal sebesar 150 juta agar operasional CV . Tiga Puteri terus terjaga.

Langkah CV . Tiga Puteri kini makin mantap karena jalinan kemitraan dengan 10 Kelompok Usaha Bersama(KUB) yang tersebar di 7 kecamatan. Sri Hartati mengaku bahwa bisnis herbal Tiga Puteri telah memberinya keuntungan rata-rata 9 juta per bulan. 7 juta dari penjualan VCO dan 2 juta dari penjualan jahe merah instan.

Baca Juga  Indonesia, Negara yang Besar Namun "Kecil"

Marketing Sosmed dan Toko Online
“Kalau mau lancar berbisnis, maka pilihlah bidang usaha yang dekat dengan keseharian kita dan betul-betul kita kuasai tekniknya! Di samping itu , perlu update terhadap perkembangan zaman, terutama perkembangan kondisi pasar,” ujar Sri Hartati ketika ditanya tipsnya dalam menjalankan bisnis. Sebagai orang desa, dia memang begitu dekat dengan hal-hal berbau alami. Mayoritas warga di desanya adalah petani yang menanam beragam tanaman, termasuk jahe merah dan kelapa yang menjadi baku produksi CV. Tiga Puteri. Apalagi dia dan sebagian besar keluarga kerabatnya merupakan pedagang kelapa. Maka bagi Sri Hartati, usaha pembuatan herbal jahe merah instan dan VCO itu mudah karena bahan baku ada banyak di lingkungan sekitarnya.

Pada sisi lain Sri Hartati menyadari jika sekarang adalah era bisnis digital. Banyak orang memasarkan produk usahanya via media sosial dan toko online demi menjangkau konsumen yang lebih luas.

Maka dia pun mengikuti trend tersebut. Hasilnya dengan aktif promosi di media sosial, dia mendapat kenalan seorang yang merupakan agen ekspor. Melalui si agen ekspor itulah, produk-produk buatannya menembus pasar negeri Singapura dan Suriname.

Walau quota ekspornya masih kecil karena baru sekedar nitip eksportir saja, bagi Sri Hartati ini suatu hal membanggakan. Ke depan dia ingin bisa ekspor sendiri secara langsung tanpa perantara.

Sri Hartati juga sudah memiliki toko online www.ukmmarket.co.id/cv-tiga-putri. Namun fungsi toko online ini dirasa belum optimal karena keterbatasan SDM yang menghandlenya. “Saya sendiri yang mengurus toko online tersebut dan saya akui saya kurang menguasai IT,”kata ibu berusia 46 tahun ini. Meski demikian, Sri Hartati sadar melalui toko online dia bisa mengetahui seberapa besar animo masyarakat terhadap produk-produk CV.Tiga Puteri secara lebih terstruktur. Oleh sebab itu, dia menjalin kerjasama dengan STIE Rajawali Purworejo. Tujuanya supaya STIE Rajawali mengirimkan mahasiswa-mahasiswa ekonomi berbasis TInya untuk magang mengelola toko online CV.Tiga Puteri. (Sri Widowati Retno Pratiwi)

Comments

SHARE
Previous articleLandscape Kebudayaan & Humanisasi Sebagai Patron
Next articleGrebeg Loano: Promosi Desa Wisata Budaya
http://reviensmedia.com/wp-content/uploads/2015/12/Logo-R-Reviens-Media-277x300.png
REVIENSMEDIA.COM hadir untuk menampung pemuda-pemuda kreatif, inspiratif se Indonesia. Keterbukaan, keragaman dan explorasi talenta adalah tujuan reviensmedia.com. Slogan kami adalah: Explorasi untuk Kebersamaan dan Harmoni. Selain web, media yang kita gunakan adalah media sosial lainya. Di media ini kami Bersama-bersama mengembangkan passion, dan karya yang kami hasilkan berupa tulisan dan audio visual. Kami tergabung dalam persahabatan dan karya di ajang Sahabat Reviens yang tersebar seantero nusantara seperti Jakarta, Kebumen, Pontianak, Bitung, Purworejo, Pekanbaru, Sumbawa, Bekasi, Depok dll.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here