AKU TAK MAU MENIKAH MUDA, KARENA AKU MEMPUNYAI CITA-CITA

0
226
Illustrasi: gresnews.com

Oleh: Yan Budi Nugroho

Beberapa tahun belakangan ini, marak sekali artikel yang menyajikan tentang hubungan. Entah itu hubungan sosial, pertemanan, maupun percintaan. Media-media online sukses membuat kalangan muda-mudi menjadi baper. Apalagi remaja zaman sekarang, yang secara perlahan kehidupannya mulai terkontaminasi terjebak dalam dunia percintaan. Memang masa SMA, kuliah dan peralihan dari anak menjadi dewasa (remaja) itu masa yang sangat menyenangkan. Percintaan adalah topik yang sangat menarik bagi mereka.

Berkenalan, kemudian memulai kisah percintaan, yang memaniskan sejarah hidup setiap individu memang sangat menyenangkan. Remaja mana yang tidak menginginkan masa seperti ini. Semuanya mendambakan hal-hal itu, sebab masa SMA dan kuliah adalah masa kehidupan yang paling membahagiakan. Dimana setiap individu masih bebas dari berbagai kewajiban hidup. Berbeda dengan masa setelah itu, setiap individu harus memikirkan kebutuhan dalam kehidupannya. Apalagi bagi mereka yang sudah menikah, semua akan berubah.

Dalam hidup ini, tak mungkin kita akan hidup sendiri. Tetapi kita membutuhkan orang untuk melengkapi kehidupan kita. Menikah adalah misteri yang indah, kita tak pernah tau akan menikah kapan? Menikah dengan siapa? Dan kehidupan setelah pernikahan nanti. Akhir-akhir ini, di media online sering sekali muncul artikel yang menganggap pernikahan itu mudah. Judul artikelnya misalnya,  “jangan takut menikah muda, ini beberapa manfaatnya”, terus ada lagi “Tak usah pikirkan keuangan, halal in adek bang”,  masih ada lagi “Kerjasama yuk, buat mainan baru buat orang tuamu”. Yang terahir ini lucu, tapi ngena banget. Judul di atas itu hanya contoh saja, pada nyatanya masih banyak lagi. Nah artikel-artikel di atas sukses membuat remaja jadi Baper. Padahal sebenarnya itu semua hanya teori saja. Kelihatan indah dan menyenangkan sekaligus membahagiakan, tapi itu kelihatannya. Pada realnya, duuuuh 180 derajat berbalik.

Baca Juga  Arti Kebangkitan Nasional Bagi Waluyo Sukadiman & Setyo Ediningsih

Menikah itu bukan perkara yang mudah, menikah bukan juga sebuah mainan. Menikah tidak hanya menyatukan dua alat kelamin saja, tetapi lebih ke mengasimilasikan budaya kedua keluarga. Menikah itu diibaratkan sebuah gerbang, artinya menikah itu membuka kehidupan baru. Baik buruknya kehidupan nanti akan sangat ditentukan dalam bagaimana kita mempersiapkannya.  Terutama dalam membuka kehidupan baru (menikah). Maka dari itu menikah sekali lagi bukanlah perkara yang mudah. Pemudi dan pemuda, jangan mudah percaya tentang artikel yang menyemangati kalian untuk menikah muda. Pikirkan dengan matang betul tentang  hal ini, jangan sampai kalian mengambil keputusan tapi nanti menyesali.

Baca Juga  DANI HAMDANI : DARI LEBAK UNTUK INDONESIA

Persiapkan dengan baik, cari ilmu dulu sebanyak mungkin. Bangun mental sekokoh-kokohnya sebab setelah nanti membina rumah tangga dituntut untuk mandiri. Perkuat ekonomimu, rengkuh semua cita-citamu. Pikirkan membuat rumah untuk istrimu dan anak-anakmu. Karena setelah menikah serumah dengan mertua itu bukanlah pilihan yang tepat. Hal di atas itu harus dipikirkan jika kalian ingin bahagia setelah menikah. Oh iya satu lagi, menikahlah setelah mempunyai usia matang. Kelihatannya sepele, tapi kematangan adalah modal paling berpengaruh, sebab akan menentukan pola pikir yang pasti dibutuhkan sekali dalam kelanjutan hidup.

Tulisan ini bukan yang paling benar, tetapi ini merupakan sebuah pandangan dari pribadiku. Jika kalian mempunyai pendapat lain diperbolehkan karena itu hak kalian. Tetapi pesanku, kejar semua cita-citamu dulu. Janganlah bermain dengan cinta, bercintalah ketika kalian sudah siap benar.  Saat mental kalian siap, ekonomi kuat dan cita-cintamu sudah terwujud.

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here