Laporan: Budi Cesar

REVIENSMEDIA.COM, PONTIANAK – Venisianya Indonesia nampaknya bisa sematkan pada salah satu kota di Provinsi Kalimantan Barat, mana lagi kalau bukan Ibukotanya Kalimantan Barat. Betul, Kota Pontianak lah tempatnya. Bukan apalagi, Kota Pontianak dijuluki dengan Kota seribu sungai, lambang daerahnya pun sungai Kapuas yang menyabang menjadi 2 (dua).

Sudahlah tak usah panjang lebar saya menjelaskan tentang keasyikan Kota Pontianak ini, jika kalian tertarik bisa cari-cari di internet atau artikel lain.

Siangpun larut dalam dinginnya malam, pas banget hawa dingin perut lapar, obatnya ya makan dan minum yang hangat-hangat. Pucuk dicinta ulampun Alhamdulillah datang juga, Sekedar duduk dimeja kerja kantor, saya mendengar deringan handphone disaku celana, nampaknya pesan dari kawan lama.

image

“Om, kita makan yok, ke Serasan.”
“Nggak ada doku Bos.” Balasku
“Free, langsung saja kemari.”
“Oke” dalam hati kegirangan pake banget.

Warung Makan Serasan ini salah satu tempat makan favorit di Kota Pontianak, berada di Jalan Tanjung Raya 2 Pontianak Timur dan tepat ditepian Sungai Kapuas yang legendaries itu, rute perjalanannya cukup singkat, dari nyebrang tol satu (jembatan besi/ kretek wesi) lalu saat bertemu lampu merah langsung belok kanan, nah setelah beberapa meter masuk kejalan Swadiri, nanti bisa tanya orang sekitar dimana warung Serasan itu. Insya Allah sudah pada tahu.

Baca Juga  Nasgor Pink Yang Feminim

Motor saya parkir dan segera menuju meja yang sudah ditentukan oleh teman-teman saya, sedikit berjabat tangan dan bersendau gurau. Ada salah satu pelayan yang bertanya “Kapalnya mau jalan atau gimana Pak?”

Sedikit informasi, apabila kapal dipenuhi oleh 20 orang kapal akan berangkat dengan menambah kocek Rp. 20.000,- per orang, namun jika ingin kapal berangkat cukup merogoh kocek Rp. 400.000,- saja. Itulah yang dilakukan teman saya, untuk memberangkatkan Kapal bernama Serasan Wisata, dengan rute sampai ke Alun-alun Kapuas atau budak (anak) Pontianak sering menyebutnya Korem, yang juga melewati Masjid Agung Sultan Syarif Abdurrahman dan Istana Kadriyah.

image

Di Nahkodai oleh Bang Jas, kapal berkapasitas 20 orang ini melaju lamban kira-kira berkecapatan 40 Km/jam. Benar-benar sangat eksotis, menikmati kuliner seafood diatas perahu yang berjalan menderu beratapkan kemilau bintang, sungguh menggalaukan hati. Saya menikmati kesenyapan pada malam itu ditemani oleh segalas kopi panas, yang terdengar hanya suara motor kapal dan riuh canda teman-teman. Sesekali memandang keatas, dua tiga bintang seakan menyapaku mengajak menari dalam, dalam, dalam apa yahh? Halahh pokoknya asooyy lah.

Baca Juga  Keren!!! Juara 1 dan 2 makanan ter "enak" di dunia diraih Indonesia. Rendang dan nasi goreng. Sate nomor...

Oh iya, hampir lupa, kita bahas soal makanan juga, kalau dari segi harga menurut saya sih nggak mahal-mahal banget, asalkan harga kopi panas nggak lebih dari Rp. 5.000,- saja sudah cukup sebagai indikasi warung itu mahal atau murah. Ini yang penting kalian jangan coba-coba makan di warung ini, sumpah jangan!!!, saya peringatkan!!!, bukan nya nggak boleh sih, tapi kalian bakal nagih setelah mencicipi Sup nya, Seafoodnya, Es Serasannya. Kangen dan cinta pada kuliner yang disajikan, itulah yang menjadi ketakutan bagi saya, apalagi ditambah harmonisasi alam Kapuas yang meneduhkan hati. Sumpah jangan berani-beraninya kesana bro, bakal nagih.

Comments

SHARE
Previous articleYaqowiyu, Tradisi Sedekah yang Masih Bertahan
Next articleMerawat Nusantara, Merawat Pariwisata Lokal Indonesia
http://reviensmedia.com/wp-content/uploads/2015/12/Logo-R-Reviens-Media-277x300.png
Pria yang memiliki motto dalam hidup lets life flow like a water Ini lahir di semarang, 20 juni 1987. Berpendidikan SH di universitas negeri semarang. Ia pernah magang advokad pada yayasan bantuan hukum adil indonesia, dan sekarang kerja di KPP Pratama Pontianak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here