Laporan: Budi Cesar

REVIENSMEDIA.COM, MOJOKERTO – Kalau ngobrol soal kuliner di Indonesia, paling tidak kita butuh milyaran lembar kertas untuk menulisnya. Bayangin, milyaran lembar kertas lho, kira-kira jadi berapa buku ya??? Hehhmm jangan dipikir deh yang pasti kuliner di Indonesia itu bejibun.

Misalkan nih, dari soto aja tiap kota udah beda cara buatnya, bukan cuma kota, mungkin tiap dusun atau tiap Rt Rw di kota tersebut udah beda cara buatnya apalagi resepnya.

Coba deh kita sebutkan satu-satu, ada soto semarang, soto banjar, soto sokaraja, soto kudus, soto lamongan, soto daging sapi, soto madura, soto ayam, soto makasar, sotoy loe !!! Well, banyakkan? itu baru soto lho, belum yg lain.

Nah, ada cerita unik soal kuliner nih. menyoal santapan semua rakyat, apalagi kalo bukan nasi goreng. Ketika pertama kali merayapi aspal di bumi majapahit pada dini hari, tak pelak perut merasa “lesu” atau lapar.

Motor yang aku tunggangi sedikit melambat dengan kepala tengak tengok barangkali ada sesuatu yang bisa mengobati rasa laparku yang menggila ini. Tepatnya di pintu gerbang perumahan griya japan, sooko aku menemukan gerobak yang bertuliskan “Nasi Goreng” pas bangeeett!!!

Baca Juga  French Friesnya Mc Donald Kalah dengan Cemilan Satu Ini

Tanpa pikir panjang, aku samperin abang-abang penjaja nasgor tersebut. bau wangi khas nasi goreng sangat menggoda cacing-cacing di perutku.

“Mas nasi goreng seporsi ya?” tanyaku.

“Oke, ngantri ya mas.”

alamak ngantri pulak, aku sekedar menganggukkan kepala tanda setuju. tidak ada yang aneh dalam hal pembuatannya, minyak dipanasin, bumbu digoreng, telur diaduk dan dicampur, setelah beberapa gerakan tangan menumis, hentakan susuk dan wajan yang menghasilkan suara sangat khas, akhirnya nasi dicampur dengan beberapa tuangan kecap manis.

Akupun memutuskan untuk mengecek beberapa pesan dari beberapa rekan yang tadi siang sempat tertunda, dan sekaligus aku balas.
Tak selang beberapa lama, aku disodori dengan hidangan yang menggugah selera ini, santapan semua rakyat, yummmyy!!!!!…

image

Astaghfirullah, aku terhenyak kaget ketika aku melihat hidangan nasgor ini, tahu nggak cuy? Nasi gorengnya warnanya pink, busyyeett !! Dicampur apaan nih nasgor? dalam hati aku berkata.

Baca Juga  NDAS BEONG Yang Legendaris Itu Ada Di Magelang

Agak bimbang, dan sedikit mempertanyakannya. aman nggak nih dimakan? aku mulai memutuskan antara menyantapnya atau membayar nasgor tersebut dan mencari penjaja kuliner lain. beberapa kali melirik pembeli semua memang sama nasgornya, warnanya piiiiinkk!!!! Duh dekkk!!

Sedikit rasa was-was, aku coba beberapa butir nasgor tersebut, masih belum terasa pikirku, aku lanjut dengan seujung sendok masih juga belum terasa, ya sudah!! Aku putuskan satu sendok penuh dan ternyata nasgor warna pink ini enak juga, tanpa mengurangi basic rasa dari nasgor, warna pink ini justru membuat kuliner ini mendapat rasa yang khas.

Penasaran juga dengan bumbu apa yang dicampur sehingga nasgor ini menghasilkan warna pink. Setelah aku selesai menyelesaikan santapanku, aku mencoba memperhatikan kembali abang penjaja nasgor ini yang kemudian aku kenal bernama Cak Toro.

Ternyata eh ternyata, nasgor tersebut dicampur dengan bahan saos, dua sampai tiga sendok saos tomat dapat membuat nasgormu berubah warna menjadi pink dan menghasilkan cita rasa khas santapan Jawa Timur terutama Mojokerto.

Comments

SHARE
Previous articleBENCI RINDUMU
Next articleBermimpilah Jadi Pengusaha, Jangan Menjadi PNS Lagi
http://reviensmedia.com/wp-content/uploads/2015/12/Logo-R-Reviens-Media-277x300.png
Pria yang memiliki motto dalam hidup lets life flow like a water Ini lahir di semarang, 20 juni 1987. Berpendidikan SH di universitas negeri semarang. Ia pernah magang advokad pada yayasan bantuan hukum adil indonesia, dan sekarang kerja di KPP Pratama Pontianak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here