Sehelai Rambut Nita

0
251

Karya: Muh Khoirudin

“Don, aku pergi untuk beberapa waktu. Ku harap engkau jangan berbuat aneh-aneh di rumah”, ucap perempuan itu dengan wajah yang sedikit kawatir.
Selesai berkemas Nita bergegas menuju pintu depan rumahnya, ia berjalan cepat. Tetapi adik laki-lakinya menghentikan tiga langkah terakhirnya menuju pintu gerbang.

“Kakak mau kemana?” ucap Doni.
“Nanti kakak kabarin kamu kalau sudah sampai”, jawab Nita.
“Tapi kak”, Doni merengek.

Tanpa menghiraukan adiknya lagi, Nita melangkah cepat menghampiri sebuah mobil hitam yang sudah menunggunya sejak tadi. Tak lama kemudian hujan turun tak begitu deras, Doni pun menutup pintu gerbang dan masuk ke rumah.

Perasaan kawatir menyelimuti Doni, segelas air putih dingin diminumnya untuk menenangkan pikiran. Rasa pusing yang menyerang kepala Doni tak lama membuatnya berbaring di tempat tidur. Raut mukanya terlihat kusam, tubuhnya lemas.

Tiga jam sudah berlalu, Doni masih belum juga mendapatkan kabar dari Nita kakaknya. Doni meraih telepon genggamnya dan mencoba menghubingi Nita. Namun usahanya sia-sia, nomor HP Nita sudah tidak aktif. Doni merasa dibohongi, padahal kakaknya lah yang mengajarkan ia agar tidak berbohong. Doni merasa kecewa, semua yang dilakukan kakaknya selama ini adalah sandiwara. Nasihat-nasihat baik yang Nita katakan kepada Doni hanyalah sebuah siasat.

Baca Juga  Bertemu Jodoh

Doni teringat tentang kalimat yang keluar dari mulut Nita waktu itu. “Jika aku berbohong kepadamu maka kau akan melihat darah sagar yang menetes di depan matamu”, ucap Nita kepada Doni. Seketika itu jantungnya berdegub kencang. Matanya terbelalak, dan seketika itu juga kakinya lunglai. Doni berniat menyusul mobil hitam yang membawa kakaknya pergi. Dengan langkah gontai ia mengambil kunci sepeda motornya. Langkahnya yang lemah membuatnya tertatih.

Kondisi yang tak setabil membuat tubuh Doni bersandar di jendela depan. Tangannya sedikit membuka korden, matanya mengendap keluar jendela. Aneh dalam pandangan Doni, mobil hitam itu parkir di depan rumahnya.

“Kapan mobil hitam itu kembali”, gumamnya dalam hati.

Dengan sisa tenaganya Doni berjalan keluar, ia berharap kakaknya berada dalam mobil hitam itu. Semua akan baik-baik saja, harap Doni. Langkahnya semakin dekat, nafasnya mulai berlari. Pintu mobil hitam itu pun dibukanya, mulutnya memanggil nama kakaknya. Tapi semua tidak seperti yang Doni harapkan, hanya baju milik Nita yang ia temukan.

Baca Juga  Celana Dalam Si Tuyul Bau Pesing

Mata Doni terlihat berkaca-kaca, tubuhnya pun terperosok letih. Tiba-tiba beberapa warga riuh gempar berlari menuju ujung jalan. Merasa janggal Doni segera mengikuti arah warga berlari. Perjalanan ke ujung jalan terasa begitu panjang. Mata Doni menatab tajam ke arah keramaian itu. Dalam sela-sela kerumunan warga tampak postur tubuh perempuan tergeletak. Doni semakin dekat, paras perempuan itu terlihat jelas. Mulut Doni menjerit, nyaris pita suaranya hampir putus.

“Ternyata inilah jawaban dari teka-teki kak Nita tadi malam”, Doni bersuara lirih.

Nita berkata,
“Sehelai rambut hitam itu milikku, ia panjang dan ujungnya merah”

Doni menundukkan kepalanya. “Bukankah itu gambaran suasana saat ini”.

Rentetan teka-teki rambut itu milik kak Nita. Pahami dengan seksama. Akankah semua itu adalah kode.

Comments

SHARE
Previous articleDestinasi Romantis di Magelang
Next articleMENGENAL LEBIH DEKAT VIHARA THAY HIN BIO BANDAR LAMPUNG
http://reviensmedia.com/wp-content/uploads/2015/12/Logo-R-Reviens-Media-277x300.png
REVIENSMEDIA.COM hadir untuk menampung pemuda-pemuda kreatif, inspiratif se Indonesia. Keterbukaan, keragaman dan explorasi talenta adalah tujuan reviensmedia.com. Slogan kami adalah: Explorasi untuk Kebersamaan dan Harmoni. Selain web, media yang kita gunakan adalah media sosial lainya. Di media ini kami Bersama-bersama mengembangkan passion, dan karya yang kami hasilkan berupa tulisan dan audio visual. Kami tergabung dalam persahabatan dan karya di ajang Sahabat Reviens yang tersebar seantero nusantara seperti Jakarta, Kebumen, Pontianak, Bitung, Purworejo, Pekanbaru, Sumbawa, Bekasi, Depok dll.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here