Budaya Pesantren (1) “Antrian Bibit Kesabaran dan Kedisiplinan”

1
357

Kontribusi: Amalia Putri

Pondok pesantren merupakan sebuah tempat yang biasa digunakan oleh para santri untuk mengaji. Tempat ini hampir sama seperti asrama. Hanya saja, kegiatan keagamaan akan dominan disini. Dalam dunia pesantren, ada beberapa hal yang menjadi ikon sebagai ciri khasnya, seperti antri, pola hidup sederhana, mandiri, kebersamaan, dan takziran.

Berpakaian sopan dan rapi sudah identik dengan para santri dimata masyarakat umum. Sejak awal mereka masuk di pesantren memang sudah dididik untuk berbusana rapi dan sopan. Bersama siapapun serta dalam waktu apapun mereka dibiasakan untuk menutup auratnya. Sehingga hal yang awal mulanya sulit dan mungkin aneh sudah melekat dalam dirinya sampai nantinya mudik ke kampung halaman.

Tapi, tak hanya itu saja ikonik yang mereka miliki. Mengantri juga termasuk budaya yang tumbuh di tempat tinggalnya. Mau tahu lebih lanjut?? Mari kita kupas keseharian budaya antri mereka di asramanya. Mengantri masih menjadi hal yang jarang ditemukan masyarakat luar, tidak dengan kaum disini. Mereka sudah biasa melakoninya sehari-hari, karena mengantri merupakan rutinitasyang tidak bisa ditinggalkan dalam kehidupannya.

Menenteng ember dalam perjalanan ke kamar mandi inilah saat-saat mengantri akan berlangsung. Yang dimaksud disini adalah mengantri mandi. Jangan salah, mereka tak hanya merasakan aksi mengantrinya saat mau mandi saja. Mereka rasakan budaya ini hampir separuh dari kegiatan yang dilalui setiap harinya. Mulai dari hal kecil seperti berwudlu, mencuci pakaian, membeli makanan di kantin, buang hajat, hingga kebutuhan keseharian yakni mandi tak lepas dari kata antri.

Baca Juga  K E R O K A N

Dengan melontarkan kalimat sederhana yang berbunyi “Siapa setelahmu” itulah yang diucapkan saat mulai mengantri. Satu persatu orang mereka sapa dengan memberikan pertanyaan singkat ini jika belum menemukan jatah antriannya.

Mandi merupakan salah satu agenda harian yang harus melalui proses antri. Hal ini membuat para santri mengisi kekosongan waktunya dengan menduduki ember didepan area kulah (tempat mandi). Mereka duduk disembarang tempat karena tidak adanya fasilitas seperti ruang tunggu untuk para santri yang tengah mengantri. Diiringi cerita pendek, nyanyian, dan posisi tangan menyangga pipi, pemandangan itulah yang akan ditemukan saat kita jalan-jalan di area kamar mandi pada sore hari. Saat-saat seperti inilah kerukunan dan keakraban antarsantri terjalin dengan baik. Waktu senggang saat mengantri mereka manfaatkan untuk merajut kembali ikatan persaudaraan.

Tentunya mengantri juga memiliki hikmah yang terkandung didalamnya. Sama seperti semua kejadian didunia ini.  Salah seorang santri yang bernama Lia mengungkapkan bahwa dengan mengantri mereka dapat mengerti apa arti dari sabar.

Rutinitas sederhana yang mungkin bagi sebagian orang merupakan sesuatu yang menyebalkan, justru merupakan hal bermakna bagi kalangan santri. Dengan mengantri kita dapat memahami arti dari sabar dan disiplin. Misalnya, bersabar menunggu jatah antrian mandi tiba. Walaupun tak sesingkat seperti yang kita inginkan, namun di sinilah kesabaran kita diuji. Selain itu, kebiasaan ini juga dapat membuat kita disiplin. Kita akan mandi sesuai dengan lama antriannya. Tentunya itu tepat waktu bukan???

Baca Juga  BUDAYA PESANTREN (2): KEBERSAMAAN REKATKAN PERSAHABATAN

Tak perlu materi dari guru, kebiasaan ini akan berubah menjadi kepribadian baik yang melekat pada jiwa para santri dengan sendirinya. Bibit-bibit sabar dan disiplin ini mulai tumbuh dari rutinitas sehari-haritanpa mereka sadari. Bayangkan! Kebayang gak sih saat perut kalian keroncongan meminta jatah makanan, namun kita harus rela menunggu giliran untuk dilayani ketika berada di kantin. Pernah lihat orang-orang di kampung saat pembagian BLT? Yah seperti itulah deskripsi santri manakala sedang antri membeli nasi. Yang lebih ekstrim lagi ya, saat ada panggilan alam (buang air besar). Silakan simpulkan sendiri bagaimana ekspresi para santri yang sedang antri.

Inilah salah satu kebiasaan santri dalam kehidupan sehari-hari yang dapat kita petik hikmahnya. Untuk menjadi generasi penerus bangsa yang baik, bersabar merupakan hal penting bagi hidup kita. Belajar dengan giat dan diiringi rasa sabar dapat mambawa kita menuju kesuksesan di masa depan.

Comments

SHARE
Previous articleLiterasi Al Quran untuk Pelosok Kalimantan
Next articleSrawung Budaya Nusantara Sebagai Kanal & Delegator !
http://reviensmedia.com/wp-content/uploads/2015/12/Logo-R-Reviens-Media-277x300.png
REVIENSMEDIA.COM hadir untuk menampung pemuda-pemuda kreatif, inspiratif se Indonesia. Keterbukaan, keragaman dan explorasi talenta adalah tujuan reviensmedia.com. Slogan kami adalah: Explorasi untuk Kebersamaan dan Harmoni. Selain web, media yang kita gunakan adalah media sosial lainya. Di media ini kami Bersama-bersama mengembangkan passion, dan karya yang kami hasilkan berupa tulisan dan audio visual. Kami tergabung dalam persahabatan dan karya di ajang Sahabat Reviens yang tersebar seantero nusantara seperti Jakarta, Kebumen, Pontianak, Bitung, Purworejo, Pekanbaru, Sumbawa, Bekasi, Depok dll.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here