Berlibur Sekaligus Belajar Beternak di Kampung Domba Pandeglang

0
670

Laporan: Yuli Setyawan

REVIENSMEDIA. COM, PANDEGLANG – Lokasinya berada di ketinggian 350 mdpl, persis di punggung gunung Karang, Pandeglang Banten. Suhu udara yang dingin sangat cocok digunakan sebagai budidaya peternakan domba, baik itu domba lokal maupun domba hasil persilangan seperti kambing Etawa. Selain lokasinya yang mudah dijangkau dengan kendaraan roda dua dan roda empat, kampung Domba ini juga memiliki panorama alam yang sangat indah. Dari pintu masuk kawasan wisata, anda akan disuguhi pemandangan kota Pandeglang dari ketinggian, selain itu anda juga dapat melihat gunung Salak di Bogor dan pegunungan di sekitarnya.

IMG-20170403-WA0001

Awal mula berdirinya kampung domba ini diprakarsai oleh seorang warga lokal yang mampu melihat peluang usaha di kampung Cinyurup, Desa Juhut Kabupaten Pandeglang. Mayoritas warga bermata pencaharian sebagai petani dan peternak. Hal inilah yang dijadikan modal dasar berdirinya kampung domba. Setelah melewati beberapa tahap pengenalan kepada warga sekitar, sekaligus mengurus perijinan ke dinas terkait, akhirnya kampung domba ini berdiri. Menempati lahan seluas 2,5 Ha, kampung domba memberikan pengalaman menarik dalam beternak domba. Dibantu modal keuangan dari Bank Indonesia tahun 2004 dan iuran warga yang berminat menanamkan modal, kampung yang tadinya hanya sebuah kampung biasa, kini menjelma menjadi lokasi wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan, baik lokal maupun wisatawan mancanegara. Walaupun angka kunjungan wisatawan asing tidak sebesar di lokasi wisata lainnya di Banten, namun kampung domba mampu memberikan warna baru bagi dunia wisata kabupaten Pandeglang.

Baca Juga  Gagahnya Gunung Botak Manokwari

IMG-20170403-WA0002

Bagi anda yang bukan berasal dari kabupaten Pandeglang, rasanya tidak akan sulit menemukan lokasi kampung domba ini. Dari alun-alun kota Pandeglang, arahkan kendaraan anda menuju masjid Agung Ar Rahman, kemudian berbelok ke kiri setelah melewati salah satu bangunan Lapas sisa dari era kolonial Belanda. Jalan dari lokasi masjid dapat dibilang kurang bagus, karena jalan yang tadinya beraspal, kini mulai tergerus air hujan. Namun jangan berkecil hati, hanya dalam waktu kurang dari 30 menit anda akan sampai di lokasi kampung domba tersebut setelah melewati beberapa perkampungan warga. Suasana kampung Cinyurup dapat dibilang masih asri, rumah-rumah warga yang terbuat dari bambu, pepohonan rindang dan beberapa fauna lokal masih dapat kita temui. Sebagai contoh, kita dapat menemui beberapa burung rajawali terbang rendah di pemukiman penduduk. Seperti kita ketahui bersama, burung ini sudah sangat jarang sekali terlihat di alam bebas, apalagi di perkotaan, namun di sini kita seakan diajak menikmati flora fauna layaknya di sebuah taman alam.

Baca Juga  11 Alasan Purworejo disebut Pesonanya Indonesia

IMG-20170403-WA0003

Bagi anda pecinta fotografi, alam pedesaan di kampung Cinyurup bisa menjadi alternatif spot anda. Lukisan alam Pandeglang tergores indah layaknya permadani yang dihamparkan di sepanjang mata memandang. Namun sayang, Pandeglang kota yang berada di ujung paling barat pulau Jawa ini, lebih dikenal masyarakat luas sebagai daerah tertinggal dan jauh dari kemajuan. Ikon yang paling terkenal adalah jembatan Indiana Jones. Apabila anda mendengar kata Pandeglang, yang terlintas dalam benak anda selain Badak di Ujung Kulon, pasti jembatan yang terputus dan akses jalan yang rusak.

Namun warga kampung Cinyurup, mempunyai pola pemikiran yang berbeda. Mereka ingin maju lewat pariwisata. Maka dibangunlah sebuah kampung wisata bernama Kampung Domba. Anda hanya cukup merogok kocek Rp. 2.000,- saja, sudah bisa menikmati keindahan alam Pandeglang, dan mencoba belajar dengan alam, bagaimana beternak domba. Salam

Comments

SHARE
Previous articleMembangun Bisnis di Kalangan Anak Muda
Next articlePUISI MUHAMMAD HUSEIN HEIKAL
http://reviensmedia.com/wp-content/uploads/2015/12/Logo-R-Reviens-Media-277x300.png
REVIENSMEDIA.COM hadir untuk menampung pemuda-pemuda kreatif, inspiratif se Indonesia. Keterbukaan, keragaman dan explorasi talenta adalah tujuan reviensmedia.com. Slogan kami adalah: Explorasi untuk Kebersamaan dan Harmoni. Selain web, media yang kita gunakan adalah media sosial lainya. Di media ini kami Bersama-bersama mengembangkan passion, dan karya yang kami hasilkan berupa tulisan dan audio visual. Kami tergabung dalam persahabatan dan karya di ajang Sahabat Reviens yang tersebar seantero nusantara seperti Jakarta, Kebumen, Pontianak, Bitung, Purworejo, Pekanbaru, Sumbawa, Bekasi, Depok dll.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here