Gerak Langkah GAPOKTAN Subur 3 Barokah

0
522

 Laporan: Sri Widowati Retno Pratiwi

REVIENSMEDIA.COM, PURWOREJO – Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Subur 3 Barokah merupakan suatu wadah organisasi yang mencakup 3 kelompok tani dan berlokasi di desa Ngaran, kecamatan Kaligesing, kabupaten Purworejo. Terbentuknya Gapoktan ini pada 7 Juli 2008 tak terlepas dari kesadaran akan pontensi wilayah desa Ngaran yang cukup signifikan untuk dikembangkan. Pontensi besar desa Ngaran itu terletak pada sektor pertanian dan peternakan.

Pada sektor pertanian yaitu di sub sektor perkebunan, petani-petani desa Ngaran menghasilkan komoditas utama berupa cengkih, kelapa, kopi, buah-buahan, gula aren dan sebagainya. Sedangkan di sub sektor kehutanan, tanaman-tanamannya didominasi dengan albasia, mahoni, waru, aren bambu dan lain-lain. Di sela-sela tanaman tersebut, ditanami dengan tanaman Hijauan Pakan Ternak(HPT) antara lain, kaliandra, ketela karet, kloroside untuk pakan ternak kambing. Di samping itu juga terdapat tanaman obat atau empon-empon, misalnya kemukus, temu, kapulaga dan lain-lain. Sedangkan tanaman pangan seperti keladi, gadung, padi cuma sedikit sekali jumlahnya. Untuk sektor peternakan yang menjadi potensi unggulan di desa Ngaran adalah ternak kambing Peranakan Etawa(PE) ras Kaligesing.

Dengan terbentuknya Gapoktan Subur 3 Barokah diharapkan dapat mengoptimalkan usaha para petani di desa Ngaran dalam mendayagunakan potensi-potensi tersebut. Jika usaha sudah optimal, maka akhirnya kan bermuara pada peningkatan kesejahteraan para petani, khususnya anggota Gapoktan itu sendiri. Demi mewujudkan hal itu, Gapoktan Subur 3 Barokah yang beranggotakan 304 orang ini melalui beberapa unit usahanya aktif melakukan berbagai kegiatan. Adapun kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Gapoktan Subur 3 Barokah, antara lain dari unit usaha pertanian yaitu pengadaan beberapa bibit tanaman (cengkih, karet, durian dan duku), dan gerakan masyarakat cengkih (Germas). Unit pertanian Gapoktan Subur 3 Barokah juga pernah menyelenggarakan kegiatan penyuluhan, yakni sosialisasi pembuatan pupuk organik dan sosialisasi pembuatan pestisida nabati. Sedangkan kegiatan dari unit usaha Peternakan Gapoktan Subur 3 Barokah yang sudah dilakukan adalah pengadaan bibit unggul ternak kambing PE ras Kaligesing.

Baca Juga  DI SEBRANG DESAKU GUDANG SEJARAH

Selanjutnya pada Desember 2010 Gapoktan Subur 3 Barokah menerima dana Pengembangan Usaha Agribisnis Pertanian (PUAP) dari pemerintah melalui dinas pertanian kabupaten Purworejo sebesar 100 juta rupiah. Dana PUAP itu kemudian dikelola oleh unit Lembaga Keuangan Mikro(LKM) Subur 3 Barokah dalam bentuk pelayanan kredit usaha produktif. Adapun teknis pelayanan kredit secara konvensional dilakukan satu bulan sekali, yakni setiap tanggal 15 dengan jangka waktu kreditnya selama setahun. Kemudian pada tiap akhir tahun buku, Gapoktan Subur 3 Barokah menyelenggarakan rapat anggota tahunan(RAT) sebagai evaluasi dari berbagai kegiatan yang telah dilaksanakanya. RAT juga sebagai ajang membahas laporan pertanggung-jawaban pengurus dan mensahkan program kerja tahunan pengurus untuk tahun buku berikutnya.

Untuk lebih memperlancar program-program kegiatannya, Gapoktan Subur 3 Barokah juga mengadakan jalinan kerjasama dengan berbagai pihak. Salah satunya adalah kerjasama dengan Bank BRI kantor cabang Purworejo dalam bentuk pinjaman Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) sebesar 200 juta pada bulan Juni 2013. Pinjaman KKPE tersebut diberikan kepada 10 nasabah anggota Gapoktan Subur 3 Barokah untuk modal pengembangan ternak kambing PE ras Kaligesing.

Dalam RAT tahun ke VI yang digelar 12 April 2017, Ketua Gapoktan, Kamal Syaifudin menjelaskan,” Dana PUAP kami alokasikan mayoritas sebesar 80 % untuk kredit usaha peternakan kambing. Selebihnya kredit untuk usaha-usaha yang lain, seperti agro industri penyulingan minyak daun cengkih, home industri gula kelapa dan grabadan atau usaha perdagangan hasil-hasil pertanian.” Menanggapi hal itu, pihak Dinas Pertanian Purworejo yang diwakili oleh Turoso mengatakan,”Tak masalah Gapoktan Subur 3 Barokah lebih fokus pada sektor usaha peternakan kambing jika itu memang usaha yang paling potensial mengangkat perekonomian warga desa Ngaran. Tetapi ke depan perlu terus diupayakan agar bidang usaha yang dikembangkan Gapoktan makin banyak dan bervariasi. Secara administratif dan pengelolaan keuangan, Gapoktan Subur 3 Barokah sudah dapat dijadikan acuan bagi Gapoktan-Gapokan lain di seluruh Purworejo. Hanya saja perluasan bidang-bidang usaha yang dikembangkannya belum terlalu nampak maksimal.” Turoso pun memberikan masukan supaya Gapoktan Subur 3 Barokah juga mengadakan kegiatan-kegiatan yang bersifat social, sehingga keberadaanya semakin bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat setempat.

Baca Juga  Jangan Lewatkan Indonesia Aquaculture Summit 2018

Gapoktan Subur 3 Barokah sesungguhnya pernah mewakili Purworejo dalam suatu ajang lomba administrasi tingkat provinsi pada 2014. Memang Gapoktan Subur 3 Barokah belum mampu meraih hasil memuaskan dalam ajang tersebut. Tetapi secara umum kinerjanya sudah cukup optimal. Pengelolaan dana PUAP yang direalisasikan dalam bentuk pelayanan kredit usaha oleh unit LKM Gapoktan Subur 3 Barokah dari tahun ke tahun terus konsisten mengalami perkembangan positif. Badan pemeriksa yang beranggotakan 2 petugas PPL Pertanian plus kepala desa menyampaikan hasil auditnya bahwa laporan keuangan unit LKM Gapoktan Subur 3 Barokah itu sudah tertib, rapi dan sistematis, sehingga enak dicerna oleh siapapun yang membacanya. Yang tak kalah penting laporan keuangan tersebut dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya secara sah dan meyakinkan tanpa keraguan sedikitpun.Tentu hal ini patut disyukuri. Tetapi akan menjadi tidak bermakna apa-apa jika berhenti hanya sebatas itu saja. Oleh karenanya segenap pengurus Gapoktan Subur 3 Barokah berkomitmen kuat untuk lebih meningkatkan lagi kinerjanya di masa-masa mendatang. Salah satu cara yang ditempuh adalah dengan reorganisasi kepengurusan unit LKM untuk masa bakti 2017-2022 supaya ada semangat baru dalam memajukan langkah Gapoktan Subur 3 Barokah.

Baca Juga  Harta Karun Dari Hargorojo

Meski waktu penyelenggaraan RAT Gapoktan Subur 3 Barokah 2017 agak molor dari jadwal biasanya, namun RAT kali ini terasa lebih istimewa ketimbang penyelenggaraan RAT tahun-tahun yang lalu. Tak lain karena adanya sesi pembagian door prize untuk anggota-anggota Gapoktan Subur 3 Barokah yang menghadiri RAT. Ini dimaksudkan untuk memotivasi semua anggota Gapoktan Subur 3 Barokah agar semakin berperan aktif mensukseskan berbagai program kegiatan yang dicanangkan Gapoktan. Senyum ceria terpancar dari wajah-wajah anggota Gapoktan Subur 3 Barokah yang beruntung mendapatkan 16 door prize yang tersedia. Tahun ini 3 door prize utamanya baru berupa ayam jago, ayam lincir , ayam babon dan door prize selebihnya berwujud mangkok cs. Mudah-mudahan tahun depan door prizenya itu bertambah jadi kambing spesialis jawara kontes Ettawa dan tak menutup kemungkinan bonus mewah Honda Civics. Mari kita aminkan bersama-sama! Amien…amien…amien ya rabbal alamin.

Apapun,orang-orang anggun(asli gunung) alias ndeso itu sesungguhnya bisa lebih maju dan sukses. Tinggal bagaimana memaksimalkan setiap ikhtiar atau usaha yang tentu perlu dibarengi dengan kekuatan doa. Sebagaimana ungkapan sang empu keris yang bersemayam di Kledung Karangdalem, Ki Sutikno Kanthi Prasojo bahwa :”Sopo ateteken tekun mesti tekan.” Barang siapa berjalan memakai tongkat ketekunan, dia pasti akan sampai kepada segala tujuannya.

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here