Pameran Hanafi “The Maritime Spice Road” di New York

0
163

Oleh: Studio Hanafi

REVIENSMEDIA.COM, NEW YORK – 350 tahun silam, pada awal abad ke-17, Pulau Run (Rhun) yang sepi dan terpencil di Kepulauan Banda-Maluku, Indonesia telah menjadi persaingan dua imperium besar,  VOC (Belanda) dan EIC (Inggris). Run memiliki harta rempah yang berharga yaitu pala (nutmeg). Biji  tanaman Myristica fragrans itu nilainya bahkan lebih mahal dari emas.

Pala adalah kemewahan yang paling diidamkan di Eropa pada masa tersebut sebagai khasiat pengobatan dan perekonomian global. Untuk memilikinya, pala diperebutkan melalui ekspedisi pelayaran yang panjang hingga perebutan ruang melalui berbagai siasat peperangan.

Tanggal 24 Januari tahun 1667, perjanjian Breda disepakati oleh Inggris dan Belanda. Run, diserahkan pada Belanda dan Inggris mendapatkan Pulau Manhattan, pulau tanpa rempah-rempah yang terletak di  sebelah selatan ujung Sungai Hudson, satu dari lima kota yang membentuk New York yang dahulu bernama Nieuw Amsterdam.

Pertukaran itu kembali diperingati sebagai peristiwa bersejarah di New York. Konsulat Jendral Republik Indonesia-New York mengundang Hanafi untuk berpameran dalam peringatan 350 tahun Traktat Breda.  Pameran Hanafi berjuluk “The Maritime Spice Road” (Jalur Rempah Maritim) akan dibuka pada 23 April 2017 di Konjen RI-New York didukung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Hanafi akan memvisualkan pulau Run dalam karya-karya lukisan dan instalasi.

Baca Juga  1000 Gambar Sunda Kelapa dari Anak Indonesia

“Kapal-kapal Cargo berdatangan melalui jalur rempah yang memanjang dari Asia ke Eropa. Kesibukan jalur rempah pada akhirnya mengubah peta politik dan perdagangan dunia” tuturnya dalam konsep pameran.

“Riset” menjadi titik pijak proses kreativitas Hanafi dalam berkarya. Tubuh yang mengalami Run untuk menangkap ruh demi pijakan karyanya ia lakukan dengan melakukan riset ke pulau Run dan Banda Neira pada awal April 2017. Riset dilakukan bersama dengan Budi Kurniawan, filmmaker “Aroma of Heaven” juga dibantu para seniman dari Maluku. Kedatangannya di pulau Run dan Banda Neira disambut baik oleh masyarakat. Hasil risetnya melahirkan beberapa lukisan, sketsa dan  video dokumenter.

“Bagaimana Pulau Run hari ini? saya ingin mengatakan Indonesia di New York” tuturnya.

Pameran “The Maritime Spice Road” adalah pameran tahun kedua yang mengangkat tema rempah-rempah. Setelah pameran sebelumnya “When the Portuguese and the Spanish left: Story of the Spices” 7-18 Mei 2016 di Institute of Hispanic of Houston- Texas USA.

Baca Juga  Launching Buku: Mr. S. Boedhyarto Martoatdmodjo

Hingga saat ini, keraguan masih selalu memenuhi diri Hanafi. Sejarah yang panjang dari perebutan rempah di era kolonialisme apakah masih terus berlanjut?

Sesudah Indonesia merdeka kita tetap selalu “meragukan” kolonialisme gaya baru. Baginya, “kopi” menjadi komoditas yang diperebutkan saat ini dengan strategi yang baru. Di kebun lain tanah Priangan – Jawa Barat, tanaman kopi mulai harum sampai ke New York. Tidak ada perang serupa rempah pala di kepulauan Banda. namun petani kopi sejak abad ke 18 menyebar dari Aceh sampai ujung Flores, masih juga berdiam dalam permainan harga.

“Barangkali cargo-cargo masih terus berlayar diam-diam dari pelabuhan Ende, mengangkut java coffee yang lezat, berlayar di jalur rempah yang sama dalam sepotong sejarah yang berbeda. Cargo-cargo tahu, ia sedang berlayar di laut yang sama”.

Mari berlayar kembali di jalur rempah maritim.

Comments

SHARE
Previous articleGEBYAR PERDANA PERJUANGAN HIPMI PURWOREJO
Next articlePelukis Baron Basuning, Jefrey Sumampouw dkk Bentuk Tali Budaya
http://reviensmedia.com/wp-content/uploads/2015/12/Logo-R-Reviens-Media-277x300.png
REVIENSMEDIA.COM hadir untuk menampung pemuda-pemuda kreatif, inspiratif se Indonesia. Keterbukaan, keragaman dan explorasi talenta adalah tujuan reviensmedia.com. Slogan kami adalah: Explorasi untuk Kebersamaan dan Harmoni. Selain web, media yang kita gunakan adalah media sosial lainya. Di media ini kami Bersama-bersama mengembangkan passion, dan karya yang kami hasilkan berupa tulisan dan audio visual. Kami tergabung dalam persahabatan dan karya di ajang Sahabat Reviens yang tersebar seantero nusantara seperti Jakarta, Kebumen, Pontianak, Bitung, Purworejo, Pekanbaru, Sumbawa, Bekasi, Depok dll.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here