Lowano: Rebrand & Reconecting itu Bernama Soul of Bagelen

0
691

Oleh: Ilhan Erda

REVIENSMEDIA.COM, PURWOREJO – Bapak dari bernama Bhoma itu sangat antusias sekali menceritakan semua hal yang dengan kata kunci Lowano. Buyut dari Gagak Wilogo penguasa Winong tempo dulu ini dan juara pidato serta kepramukaan semasa sekolah menengahnya ini tanpa kenal lelah untuk membuat tanah air “ Lowano” bangkit dan menjadi percontohan atau perintis sebagai Desa yang berbudaya & berkarakter.

Logo dari Lowano yang mengandung beberapa macam unsur dan filosofi paten sudah jadi. Dengan mengusung konsep eduhistourism ini ( edukasi histori dan tourism) Pun Gerebeg Lowano yang mati sejak tahun 1950an akhir pun juga sudah sukses dihelat kembali dengan beberapa acara inti dan sakral serta sudah resmi akan menjadi acara resmi Lowano per 3 tahun.

“ Biarkan kami, Gagak Muda dan segenap pewaris baik secara emosi dan trah yang merasa mencintai dan memiliki Lowano secara natural dan jalannya sendiri untuk kembali ke sini dan ikut memajukan Lowano Agung ini.” tukas Erwan Wilodilogo yang baru saja merilis buku pertama nya” Lowano The Hidden History.
Gerakan dan pola untuk membuat bergema dan bangkit daerah ini pun tidak terhenti sampai di sini. Banyak trik, upaya dan langkah untuk mencapai goal bisa tercapai sedang pemetaan juga sudah di lakukan.

Baca Juga  Tradisi Suran Kirab Budaya Ruwat Bumi Panjer Sebagai Simbol Kejayaan

IMG-20170508-WA0048

Beberapa kata sering saya dengar dari seringnya interaksi dan upaya yang terus di usahakan oleh segenap warga Lowano. Baik itu packaging, kontemporer, event dan kata-kata yang seharusnya mestinya wajib dimiliki oleh seorang Bupati sebagai Marketer bagi 16 Kecamatan di wilayah bernama Kabupaten Purworejo ini.

Lowano sudah memulai selangkah. Pemetaan, grand desaign dan masa lalu yang tak berujung membaik ditandai dengan statisnya pembangunan, daya saing daerah yang rendah atau transparansi birokrasi yang juga diharap ternyata belum maksimal.

Lowano yang sebentar lagi juga masuk di Daerah Otorita Borobudur tampaknya juga jeli. Beragam isu dan datangnya pemodal dan pembangunan fisik yang di indikasi akan massif dengan momentum Bandara New Jogjakarta dan juga program Romansa 2020.

Baca Juga  Pelangi Warna Purworejo Satukan Visi Pelukis Purworejo

Values, diferensiasi atau out the box idea telah dimiliki oleh Lowano. Beberapa kosakata dan idiom masih terus Erwan dkk muda Lowano lainnya bingkai dan hubungkan puzzle-puzle itu.
Merpati Putih, Situs Gunung Wurung, Sunan Geseng, Trah Tan Sin Dip, Buku series Lowano, Ritual Tjaos Dahar, Tommy Tjokro atau pun investasi hijau dalam artian ramah lingkungan sosial terus dipelajari siang malam tanpa henti demi tercipta visi Lowano Adiluhung atau Soul of Bagelen.

Unsur-unsur dalam rebrand yang dimotivasi oleh citra dan persepsi baru berupa pelayanan, pembenahan dan reputasi. Serta unik, ketahanan, menarik dan unsur-unsur branding sudah dimiliki oleh daerah ini. Pun menjangkau daerah diluar Purworejo atau bahkan di luar jangkauan pemikiran para pemangku kebijakan yang seharusnya diberikan kepada daerah ini juga tanpa diperintah juga berjalan.

Selamat. Lowano sudah memulai langkah pertama. Perjalanan belum usai. Perjuangan masih terus berjalan dan semoga dapat melalui jalan terjal itu. Semoga tidak patah di tengah jalan.

Comments

SHARE
Previous articleWonderful Indonesia di Russia
Next articleBROTHER MUSLIMMAN DI MEDAN KONFLIK SURIAH
Tiada hari tanpa inspirasi”.Jadi pemuda haruslah menginspirasi,unik dan bisa berkarya.Jangan standart dan kebanyakan saja.Ini yang jadi pijakan pemuda kelahiran Purworejo 30 Jully lalu.Menulis,jalan-jalan,diskusi adalah minatnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here